AES050 Literasi
ahkam
Tuesday July 6 2021, 11:45 PM
AES050 Literasi

Pada tahun 2016, Central Connecticut State Univesity mengadakan sebuah riset tentang tingkat literasi 61 negara. Indonesia berada di peringkat ke-60 dalam hal minat baca. Kedua terendah setelah Botswana (61). Menyedihkan memang. Apalagi jika kita bandingkan dengan kegemaran orang Indonesia bermain media sosial (media antisosial, kata Rico) yang tergolong paling tinggi di dunia. Jakarta adalah kota penyumbang tweet terbanyak di dunia (sekitar 10 juta tweet setiap hari). Tak heran, hoaks tumbuh subur di sini. Masyarakat yang malas membaca, tentu mudah sekali dibohongi.

Di tengah kondisi literasi Indonesia yang parah itu, warga komunitas Smipa ingin selangkah lebih maju. Bagi kita, membaca saja tidak cukup. Kita juga perlu menulis. Seperti yang disampaikan Kak Andy pada esainya malam ini, hasil yang kita saksikan bersama sejak program Atomic Essay Smipa dimulai, sungguh membesarkan hati. 

Dengan rutin menulis, kita otomatis juga terpacu untuk lebih rajin membaca buku. Sebab kita tentu ingin meningkatkan kualitas tulisan kita. Dengan membaca buku, kita bisa belajar cara penulis lain menyampaikan gagasannya. Gaya bahasanya. Dsb. Kita juga bakal lebih rajin membaca guna belajar lebih banyak dan lebih mendalam akan bidang-bidang yang jadi perhatian atau minat kita. Karena kita merasa punya tanggung jawab moral terhadap orang-orang yang mungkin membaca tulisan kita. Tentu kita tak ingin menyajikan tulisan yang mengandung kesalahan-kesalahan teori atau data.

Semoga di TP 17 makin banyak penulis baru bergabung ke dalam program AES. Jika program AES sudah besar, semoga dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah dan komunitas-komunitas lain untuk menaikkan tingkat literasi Indonesia.

 

"The man who does not read has no advantage over the man who cannot read."— Mark Twain