-
Posting TerkiniKita memang tidak bisa memilih dari keluarga seperti apa kita berasal. Tetapi kita bisa memilih siapa yang akan berjalan bersama kita setelahnya. Maka, pilihlah... Pilih seseorang yang tidak hanya menikmati versi terbaikmu, tetapi juga tetap...Comments LikesSatu hal tentang hubungan yang jarang diajarkan: Banyak orang mengira hubungan yang sehat adalah hubungan yang jarang bertengkar. Padahal , Pasangan yang bertahan bukan karena tidak pernah memiliki masalah. Mereka tetap berbeda pendapat, kecewa,...Comments 1 LikesBetapa menyenangkannya ketika sebuah hubungan tidak berhenti pada “Akhirnya menemukan seseorang”. Tetapi terus bertumbuh menjadi, “Ternyata masih banyak hal tentangmu yang ingin aku kenal.” Sebab, bersama dalam waktu yang lama tidak harus...Comments 2 Likes“Ada fase ketika bertumbuh bukan lagi tentang menambah banyak hal dalam hidup, tetapi mulai mengenali mana yang sebenarnya bukan milik kita.” Ekspektasi orang lain. Standar yang tidak pernah kita pilih. Rasa bersalah yang terlalu lama dibawa....Comments 1 LikesMenikah membuat dua orang semakin dekat, tapi keterbukaan tidak selalu berarti kehilangan seluruh ruang personal. Privasi berbeda dengan menyembunyikan sesuatu yang dapat memengaruhi kepercayaan, keputusan, atau kesepakatan dalam pernikahan. Yang...Comments 1 LikesStudi mengungkapkan bahwa Quadriceps adalah otot yang paling penting untuk umur panjang dan menjaga kesehatan Sebuah studi di Northwestern University, Chicago , USA (Quadriceps strength and Risk of Heart failure in older adults, 2017) menemukan...Comments 2 LikesKita sering menghabiskan banyak waktu untuk mengenal orang yang akan dinikahi. Tapi terkadang lupa bahwa diri sendiri juga akan ikut dibawa ke dalam pernikahan. Cara menghadapi masalah. Cara menerima perbedaan. Cara menyampaikan kebutuhan. Bahkan...Comments 2 LikesForum Bincang ortu k9 17 sept 2026 membahas soal Tes minat karir , Tes ini dirancang untuk membantu seseorang memahami minat karier berdasarkan model RIASEC (Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, Conventional). Melalui...Comments 3 Likes
-
Posting TerfavoritSungguh tidak terasa, Siang tadi adalah slametan terakhirku sebagai murid di Semi Palar. Lima belas slametan, namun tahun ini menjadi puncak slametan dari semua slametan. Tidak seperti biasanya, tahun ini acara slametan dilaksanakan di Smipa....5 Comments 30 Likes"How Sweet The Sound" Lantunan lirik dari sepenggal lagu itu selalu bergema di hati saya sepanjang perjalanan musik sore hari ini. Ini memang kali pertama saya mengikuti musik sore, tak ada gambaran seperti apa yang akan muncul. Satu yang saya...4 Comments 26 LikesHari ini, hari ketika tulisan ini dibuat, Kelompok Sampiung Kelas 7 SMP Semi Palar baru saja selesai menghelat proyek bertajuk Kesenian Keluarga. Tepatnya, proyek ini dihelat pada tanggal 2 sampai 3 Oktober 2024. Kesenian Keluarga merupakan proyek...Comments 25 LikesHari ini saya kembali diundang jadi panelis debat Caketos (Calon Ketua OSIS). Saya punya perhatian khusus tentang OSIS - sejak awal mula OSIS digagas karena OSIS di SMP Smipa dirancang dengan sudut pandang yang berbeda. Di SMP Smipa, bisa...Comments 25 Likes_ "Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya akan terjatuh juga. Sepandai-pandainya S.Pd. mengelak, akhirnya akan mengajar juga." _ Satu tahun penuh, akhirnya saya menuntaskan peran sebagai "fasilitator" di Kelas 7 SMP Semi Palar, tepatnya...10 Comments 22 Likes
-
Posting Acak
By sanya, 2025-01-10
Lama juga tidak menulis, seperti sebentar tapi terasa lama. Begitulah waktu kadang terasa lama, kadang terasa sebentar. Intensitas kegiatan yang sedang dijalani mempengaruhi perasaan lama dan sebentarnya waktu yang dirasakan setiap hari.
Hari libur tiba, kami sekeluarga bersiap melakukan perjalanan yang terakhir kami lakukan tepat sebelum pandemi. Aku berkomitmen untuk benar-benar hadir, utuh tanpa gangguan. Gawai yang dibawa hanya digunakan untuk berfoto tanpa menyalakan data selular dan wifi. Perjalanan itu mendekatkan kami yang dekat, menjauhkan mereka yang jauh. Kabar dari dunia luar hanya dapat kami akses saat tiba di tempat istirahat malam hari. Kesepakatan kami diindahkan sampai kami kembali ke Bandung.
Selama 3 minggu kemarin banyak kejadian untuk diuraikan, kejadian yang lekat dengan emosi dengan spektrum luas dari sangat bahagia sampai sangat sedih. 5 hari terakhir setelah sampai di rumah, aku coba untuk beristirahat memulihkan energi tubuh dan pikiran yang lelah mencoba perlahan mencerna pengalaman kemarin untuk disimpan atau bahkan dilupakan dengan ikhlas.
Rasanya hari ini hari yang tepat untuk kembali, mencoba menguraikan sedikit demi sedikit benang-benang yang bercampur berantakan, yang belum disimpan sesuai dengan tempatnya. mencoba kembali ke rutinitas normal.
By Zacky Hudaya, 2022-05-25Percikan gerimis mengguyur ibu kota, aku bangun cukup siang kala itu. Hari terakhir yang penuh keceriaan membuat aku semangat untuk menjalani hari itu. Namun hati berkata lain, walau hanya empat hari saja berada di Jakarta aku sedikit rindu dengan Bandung. Melihat suasana jalanan, perasaan hati yang berbeda, tempat yang memiliki banyak kenangan indah. Aku tidak sabar untuk bisa menginjak kembali tanah Kota Bandung.
Aku bergegas untuk membereskan seluruh perlengkapan pribadi untuk bersiap untuk pulang. Hari ini kami mencari sarapan tidak terlalu jauh dari penginapan. Berpatokan dengan tempat kue terkenal, ada tempat sarapan yang tidak kalah enak. Beberapa jejeran roda sudah kami cicip setiap harinya. Mie ayam, soto, dan nasi rames sudah kami cicipi semua, pagi ini aku memesan satu mangkok mie ayam. Harga yang murah meriah dibanding sop kaki yang pernah kami coba sebelumnya. Sembari membawa tas yang berisikan baju kami pun cukup kelelahan hingga beberapa kali kami istirahat sejenak.
Jadwal kereta dari Gambir menuju Bandung sekitar jam 6 sore, kami memutuskan untuk pergi ke Sency. Senayan City namanya, pasti orang-orang sudah mengenal tempat ini bukan. Pagi itu hujan semakin menjadi-jadi. Sesampai di sana kami pun melakukan eksplorasi, awalnya kami ingin menonton film namun tak jadi. Uang jajan pada hari ini masih cukup banyak, terkadang aku pun bingung ingin jajan apa.
Tanpa basa-basi kami pun memesan minuman dan nongkrong di Starbucks sembari menunggu jadwal keberangkatan kereta dari Gambir menuju Bandung. Aku pun mengobrol bersama teman-teman sejenak sembari meneguk es kopi yang aku pesan. Tepat jam setengah empat, kami pun berpisah dengan salah satu teman yang pulang ke Bandung esok pagi. Banyak sekali pengalaman baru selama aku di Jakarta, menjadi cerita hidupku yang tidak pernah akan aku lupakan. Melakukan perjalanan dengan teman lebih asyik.
By maulrest, 2022-08-23
Kemarin sore setelah selesai koordinasian dengan teman-teman kakak KPB obrolan berlanjut ke sana ke mari. Sambil ditemani angin sejuk yang berhembus di pendopo, semua topik kita coba garap dengan tidak sengaja. Berawal dari konsep pendidikan holistik sampai ke ranah politik. Satu topik yang menarik bagi saya adalah tentang relativitas. Walaupun kita tidak membahas relativitas secara teori fisikanya, tapi sebetulnya tetap bersinggungan.
Satu kelompok pada suatu masa pernah membuat klaim bahwa pemimpinnya tidak pernah salah karena dia punya darah keturunan yang sakral. Kelompok ini juga cukup keras ketika ada golongan atau individu yang tidak sejalan dengan mereka. Kejadian unik terjadi ketika tanpa disadari ada satu individu yang tidak sejalan dengan mereka dan sudah mereka blacklist namun ternyata individu ini adalah salah satu keturunan yang sakral namun ia menyembunyikannya.
Akhirnya muncul lah salah satu pernyataan dari kelompok ini bahwa tidak semua keturunan dari darah sakral itu selalu benar. Ternyata pernyataan ini malah memunculkan pernyataan lain dari golongan orang yang mendukung individu yang di blacklist ini. Mereka bilang kalau semua keturunan dari darah sakral tidak selalu benar seperti klaim terhadap individu yang kalian blacklist, sebetulnya bisa jadi pemimpin kalian juga salah. Semua berubah jadi relatif, konflik pun bisa jadi tidak akan pernah selesai karena relativitas ini. Bahkan relativitas itu sendiri bisa jadi sebenarnya relatif.
Gus Mus di salah satu puisinya pernah bertanya adakah yang lebih indah dari cinta dan kebenaran?
Menurutku untuk mencintai dan menemukan kebenaran sangatlah sulit, saking sulitnya ketika kita sudah temukan akan terasa begitu indah. Betulkah? Hanya Tuhan yang Maha Tahu.
-
Atomic Essay Smipa
Klik di sini untuk Panduan Atomic Essay
Jumlah Esai yang terkumpul sampai saat ini :
bloggers klik di sini untuk Input Data Posting
dan
UPDATE COUNTER
-
Catatan-catatan Kakak Smipa17 tahun berada di antara keluarga besar Smipa. Besar itu relatif, karena Smipa termasuk sekolah yang mungil. Yang membuat terasa besar untukku, sepertinya lebih pada dinamikanya, olahannya, interaksi dengan individu yang terlibat di dalamnya....Comments 4 LikesMundur ke sekitar tujuh belas tahun yang lalu, ke momen di mana angan-angan mewujudkan sebuah sekolah menjadi kenyataan... Waktu itu Semi Palar belum berlokasi di tempat sekarang ini, kami mengontrak di Jalan Terusan Karang Tineung, tidak jauh...1 Comments 9 LikesSaat tau bahwa proses magang ini akan di tempatkan di kelas Domikado, yang dirasa saat itu masih biasa saja. Karena sebelumnya saat observasi di tempatkan di kelas Domikado juga, jadi saat dilanjutkan magang ada beberapa teman-teman yang masih...Comments 11 LikesPagi mendung di hari Senin 6 Juni. Hari ini adalah hari no-bag day untuk kelas SD-5. Memikul sarung berisi perlengkapan hari ini, aku berangkat ke sekolah. Ketika dalam perjalanan, aku merenungkan keputusan hidupku yang menggiringku ke titik ini....Comments 7 LikesTemu Kakak kedua kalinya dilaksanakan di sekolah, kali ini Kelompok Gatrik bersenang-senang dengan tema kain nusantara. Sebagai tiket masuk temu kakak, siswa diminta untuk membawa sehelai kain/selendang. Sebagai awalan, kami mendengarkan setiap...1 Comments 4 Likes
-
Konsep-konsep Semi PalarTulisan ini terpantik dari obrolan keselarasan dengan salah satu rekan orangtua yang akan mendaftarkan putranya ke Semi Palar. Kakaknya sudah lebih dahulu berproses di Smipa. Jadi rekan orangtua ini sudah cukup tau sebetulnya seluk beluk proses...1 Comments 5 LikesSiang tadi saya jumpa dengan rekan orangtua dari seorang calon murid yang baru selesai menjalankan sesi ujicoba (trial) di jenjang terkecil - Kelompok Bermain. Kebetulan anak ini adalah adik dari satu murid Semi Palar di jenjang SD. Setelah...Comments 4 LikesDi paruh terakhir TP-18, saya banyak bertukar pikiran dengan berbagai pihak - terutama tim Lingkung tentang rencana transisi peran saya dari memimpin operasionalisasi berbagai hal di Semi Palar - sebagai kepala sekolah ke peran yang baru di...Comments 5 LikesAkhir-akhir ini saya sedang suka dengan kata 'perayaan'. Sedang banyak memikirkan soal ini juga. Kenapa? Ya karena semestinya hidup ini adalah sebuah perayaan. Perlu dirayakan karena hidup ini adalah anugerah besar dari Sang Pencipta. Kita kan...Comments 5 LikesSekian tahun mengawal penerapan Pembelajaran Holistik di Semi Palar, sejak 20 tahun silam. Bergerak dari jenjang ke jenjang sejak tahun pertama jenjang TK di tahun 2005, SD kelas 1 di tahun 2006 dan seterusnya. Berjalan sampai Semi Palar merintis...Comments Likes
-
Sejarah Semi PalarHari ini hari jadi ayah saya, jadi tulisan hari ini saya dedikasikan untuk beliau. Semi Palar bisa terwujud dengan dukungan beliau kepada kami yang menggagas - mengungkapkan angan-angan tentang keinginan membuat sebuah sekolah, belasan tahun yang...2 Comments 10 LikesSetiap tahun, Semi Palar pasti menyelenggarakan Buka Puasa Bersama. Kita tahu di mana-mana BukBer seakan jadi sebuah keharusan. Sebuah trend di berbagai kelompok masyarakat. Walaupun sekilas apa yang dilaksanakan tampak sama, di bawah permukaan...Comments 1 LikesHari ini hari pertama dalam guliran pembelajaran TP17. Pagi2 betul saat bersiap, masuk berita duka di hape saya. Tulisan ini saya dedikasikan kepada almarhumah ibu Witono yang pagi tadi meninggalkan kita semua menghadap Sang Pencipta. Saat...1 Comments 4 LikesAda satu sosok unik di Semi Palar yang mungkin sulit ditemukan di sekolah atau di tempat-tempat lain. Di Semi Palar ada Sang Pengibar Bendera - Imam Suryantoko. Di Semi Palar dipanggil kak Imam. Saya berkenalan dengan kak Imam di Rumah Nusantara...Comments 7 LikesSaya memilih topik ini untuk esai saya malam ini. Saya mencatatkan topik ini saat Natasha dan kawan-kawan melaksanakan presentasi akhirnya minggu lalu di pendopo. Saya jadi teringat bagaimana berkomunitas sangat berperan dalam proses belajar saya...Comments 1 Likes
-
Most CommentedBarusan saja saya membaca tulisan Kak Andy tentang Meninggalkan Catatan Perjalanan dan saya benar-benar setuju dengan semua yang kak Andy tulis bahkan menurut saya lebih dari itu. Saya ingat pertama kali menulis secara lebih rutin ketika diajak...7 Comments 21 LikesSambil kerja dari rumah, iseng-iseng saya coba download Radio.net di TV trus cari KLCBS. Tapi kemudian saya sadar saat ini di Bandung sudah lewat tengah malam, jadi tidak bisa buka. Akhirnya saya memilih lagu-lagu ringan yang mengingatkan masa...4 Comments 1 LikesSatu hal yang saya rasakan dalam usaha mentuntaskan kegiatan menulis setiap hari adalah berusaha untuk selalu jeli melihat segala sesuatu, melatih kepekaan, dan selalu berusaha terbuka menyerap banyak hal. Ini sama sekali tidak mudah! Sama...4 Comments 5 LikesBeberapa tahun silam, membaca tulisanLeo Babauta, pada websitenya; Zen Habits, tentang finding simplicity in the daily chaos of our lives. Terutama karena di rumah saja, tampak permukaan hari demi hari seolah berjalan baik. Mungkin karena chaos...4 Comments 8 LikesKehilangan sesuatu itu sangat manusiawi dan tidak dapat dihindari. Memang sangat menjengkelkan apalagi jika yang hilang itu benda yang sangat penting. Barusan saya masih mencari-cari barang penting yang sulit mencari gantinya. Token untuk online...9 Comments 5 Likes
-
Tag Cloud