AES 143 Surat
joefelus
Wednesday October 13 2021, 9:21 AM
AES 143 Surat

Akhirnya hujan! Saya memilih diam di dalam, di ruang keluarga dengan pemanas ruangan karena suhu di luar  saat ini 0 Celcius. Suara petir berkali-kali terdengar, memang menurut ramalan cuaca mulai hari ini hingga beberapa hari mendatang sedang ada thunder storm. Di gunung sekarang sudah turun salju, bahkan di Lake Tahoe menurut berita tadi pagi salju sudah turun dengan sangat deras sehingga beberapa centi meter tingginya. Di kota saya, kemungkinan salju pertama masih sangat kecil.

Sambil duduk dengan laptop dipangkuan tiba-tiba saya melihat sebuah aplop agak besar mungkin sekitar 30cm x 15 centimeter berwarna putih dengan gambar pegunungan dibagian bawahnya. Ini surat unik juga pikir saya dengan rasa tertarik. Saya ambil dan saya baca. Ditujukan untuk Kano dengan alamat yang tepat di bagian tengah. Di bawah gambar pegunungan, ada tertulis dengan huruf yang besar-besar berwarna putih: Learn Outside The Lines. Di pojok atas sebelah kiri tertulis: Fort Lewis College, Admissiom Office! Ya Tuhan!!!!

Ini adalah surat ajakan untuk mendaftar universitas! Saya tercenung. Saya tahu masa itu akan datang suatu saat nanti, tidak menyangka sama sekali bahwa masa itu semakin dekat! 

Sebagai gambaran, mahasiswa tingkat satu di Amerika biasanya harus masuk asrama selama 1 tahun. Nah ini adalah masa-masa di mana seorang anak akan keluar dari rumah orang tuanya dan kuliah. Anak-anak akan pulang di akhir pekan jika rumahnya memang berdekatan, jika jauh maka anak-anak tersebut baru akan pulang ketika liburan. Nah jika menyaksikan saat-saat move in, maksudnya ketika si anak masuk asrama dengan diantar keluarganya, saat-saat mengharukan sering saya saksikan. Ayah dan ibu kadang tidak tahan mencucurkan air mata ketika berpisah dengan anaknya! Ini saya saksikan hampir setiap tahun pada saat move in day di awal semester musim gugur, biasanya sekitar pertengahan Agustus.

Menjadi orang tua seolah-olah seperti pekerjaan full time selama bertahun-tahun sejak masih orok hingga dewasa dan pada saatnya si anak akan pergi keluar dari rumah orang tua dan memulai hidup sebagai seorang yang mandiri. Itu adalah  hal yang normal dialami setiap keluarga. Saya dahulu ketika keluar dari rumah orang tua di usia 18 tahun memang tidak terupakan. Berbulan-bulan saya seperti patah hati rindu keluarga, tapi itu ketika peran saya sebagai anak. Sekarang kebalikannya, saya tidak tahu apa yang nanti saya rasakan sebagai orang tua, sebab belum punya pengalaman.

Masa perpisahan pertama kali sebagai orang tua saya rasakan ketika Kano try out di Smipa. Itu secara harafiah untuk pertama kalinya saya dan Nina benar-benar melepaskan Kano bersama orang lain. Selama ini salah satu di antara kami berada bersama dia, atau bahkan kami berdua bersama dia, saat itu kami berdua tidak bersama dia. Saya ingat sekali yang saya rasakan pada saat itu adalah kebingungan! Ketika meninggalkan Smipa saya dan Nina tidak tahu harus bagaimana, tidak tahu harus ke mana! Akhirnya kami bengong duduk di food court Giant di jalan Pasteur sambil membayangkan Kano sedang apa di sekolah. Ini perubahan pertama yang kami tidak bisa lupakan.  

Surat yang saya pegang saat ini seperti sebuah alarm yang mengingatkan bahwa sebuah langkah besar akan segera terjadi! Ini membuat saya agak terkejut juga. Memang saya menginginkan ini terjadi pada Kano, dan ya, ini adalah bagian yang harus dilewati menuju kedewasaan, kemandirian. Tapi ya, membayangkan sosok dia di kaca spion yang semakin lama semakin kecil lalu tidak lagi terlihat ketika kami meninggalkan dia untuk hidup mandiri, sepertinya saya belum betul-betul siap! Masa sih pekerjaan selama belasan tahun tiba-tiba lenyap begitu saja? ini pekerjaan saya yang terhebat, yaitu sebagai orang tua, sebagai seorang ayah. 

Banyak fragmen berandai-andai yang tampil dalam benak saya. Untuk sesaat saya merasa sesak napas. Mungkin bagi banyak orang peristiwa semacam ini biasa saja. Buat saya, semua peristiwa sejak Kano berada di dunia ini istimewa. Apalagi dia semata wayang yang sudah bersama-sama mengalami banyak peristiwa yang sangat sulit dilupakan. Lalu bagaikan sebuah film tanpa bisa ditahan berputar dari babak awal, sepenggal demi sepenggal bermunculan. Wah saya sepertinya harus mulai berbenah mempersiapkan diri. Ini akan sangat tidak mudah! Kok waktu cepat sekali ya, sekelebatan saja tiba-tiba sudah mendekati masa-masa seperti ini. Wah!***

You May Also Like