AES 145 Smell & Nostalgia
joefelus
Friday October 15 2021, 10:39 AM
AES 145 Smell & Nostalgia

"Cari kopi yuk." Begitu keluar dari REI sesudah mengembalikan barang belanjaan.

"Good idea!" Kata Nina

Kami tidak jadi ke mobil tapi jalan kaki ke gedung yang berada di sebelah REI. Di sana ada sebuah toko buku besar dan ada cafe di dalamnya. Begitu saya membuka pintu saya berhenti sejenak dan terpana! Saya melihat rak buku yang berjejer di ruangan toko yang sangat besar, tapi yang membuat saya terpaku adalah bau yang segera menghipnotis indera penciuman saya.

Serentak terbayang dengan jelas dalam benak saya, berjalan kaki sambil mendorong sebuah stroller berwarna merah dan seorang anak kecil yang bawel duduk di dalamnya. Kami memasuki toko buku dan si anak langsung turun dari strollernya langsung berlari tertatih tatih menuju bagian anak-anak. Di sana ada sebuah meja besar berkaki rendah, ada banyak mainan kereta api di atasnya dan sebuah rel dari kayu berbentuk lingkaran.

Bau yang sama yang saya hirup saat ini persis mengingatkan saya pada kebiasaan kami setiap pagi belasan tahun yang lalu. Hampir setiap pagi saya mendorong stroller menuju sebuah warung makanan yang menjual cheesy potato bites yang Kano suka, lalu kami menuju toko buku. Biasanya dia akan bermain beberapa saat dengan kereta api kesukaannya. Sesudah puas bermain dia akan duduk di Cafe makan potato bites sementara ayah dan ibunya minum kopi dan menikmati kue-kue untuk sarapan.

Semua flash back itu hanya berlangsung sekian detik namun sungguh memberikan perasaan bahagia. Itu adalah masa-masa yang indah walaupun sebenarnya sangat sederhana tapi begitu berkesan. Semuanya terjadi karena saya mencium sesuatu yang unik. Bau buku dan mungkin juga tercampur bau kopi, saya tidak tahu. Yang jelas bau ini seperti menjadi pemicu semua kenangan yang pernah saya alami.

Menurut para ahli, ketika mencium sesuatu, Neuron Olfactory yang berada di bagian atas hidung menghasilkan sebuah impuls yang kemudian dikirim ke otak melalui syaraf olfactory. Bagian dari otak yang menerima impuls ini disebut Olfactory bulb yang memproses sinyal-sinyal kemudian informasinya diteruskan ke lymbic system. Lymbic system ini yang memiliki peran utama yang mengatur memory, emosi, mood dan tingkah laku manusia.

Ya, itu semua saya baca setelah mengalami peristiwa di toko buku sore tadi. Saya penasaran sekali kok penciuman bisa memicu saya untuk bernostalgia. Sebuah kejadian yang sangat menarik.

"Nin, kalau mau sekali-kali pulang kerja dan sesudah jemput Kano, kita nongkrong di sini. Bisa baca buku atau nulis atau kerja sambil ngopi."

"Ayo atuh!" Jawab Nina.

"Cobain minggu depan, ya" Kata saya lagi

Sepertinya saya masih ingin mengulang perasaan bahagia yang barusan saya rasakan. Kenangan indah memang harus dilestarikan. Dan kalau saya bisa menjadi lebih produktif sambil menikmati kebersamaan dan terus mengulang-ngulang perasaan bahagia, sepertinya ini sangat baik untuk kesehatan jiwa. Betul khan? hehehe.***

You May Also Like