AES011 Menulis, Untuk Siapa? (dan Untuk Apa)
Andy Sutioso
Tuesday May 25 2021, 3:09 PM
AES011 Menulis, Untuk Siapa? (dan Untuk Apa)

Menulis lagi tentang menulis nih... Kalau ditanya apa manfaat menulis sepertinya banyak orang bisa menjawabnya. Kalau ditanya lagi untuk siapa kita menulis, di sini jawabannya bisa mulai menarik. Apalagi di jaman media sosial seperti sekarang ini… Menulis itu untuk siapa, untuk kita sendiri atau untuk orang lain? 

Buat saya pribadi, menulis itu sebetulnya untuk diri saya sendiri. Menulis bagi saya adalah proses reflektif yang luar biasa. Karena pada saat kita menuangkan gagasan atau pemikiran ke dalam sebuah media penulisan, posisi kita adalah seperti menempatkan diri mengambil jarak untuk bisa mengamati gagasan dan pemikiran kita sendiri. Proses reflektif ini tidak serta merta muncul karena menurut saya, proses reflektif membutuhkan sebentuk proses kesadaran juga. Perlu ada kesadaran bahwa saya sedang mengamati pemikiran dan gagasan saya muncul melalui apa yang sedang saya tuliskan.

Kalau kita cermat mengamati, buku-buku yang dituliskan penulis-penulis besar menggambarkan proses reflektif yang luar biasa dari orang-orang tersebut. Karya tulis yang dihasilkan memang mencerminkan kualitas individu dari orang-orang tersebut.

Saya menulis juga untuk mengkristalisasi banyak pemikiran yang seringkali tumpang tindih bahkan semrawut dalam benak saya. Menulis membantu saya untuk memfokuskan diri, dan menata berbagai pemikiran ke dalam satu rangkaian yang lebih terstruktur. Apa yang terserak dalam benak kita tentunya hadir dari berbagai sumber, apa yang kita baca, kita amati, kita alami, kita imajinasikan dan lain sebagainya. Menulis adalah proses yang sekuensial (berurutan) jadi kalau tulisan saya mudah dipahami, berarti saya berhasil menata pikiran2 yang ada menjadi lebih tertata baik.

Blog saya yang pertama, saya beri tagline: leaving some traces behind, meninggalkan jejak. Untuk siapa? Buat orang-orang yang terdekat, orang-orang yang paling saya sayangi. Karena proses kehidupan setiap orang tentunya sangat berharga. Seringkali kita merasa kisah kita ga bermakna, padahal setiap individu adalah kepingan dari satu puzzle besar semesta. Kita adalah bagian daripadanya, dan dengan demikian setiap kepingan menjadi berharga. Kisah kita bisa jadi inspirasi buat orang lain, karena kepingan kita pasti bertaut dengan kepingan lainnya...