AES148 Being in Nature
Andy Sutioso
Saturday October 9 2021, 10:11 PM
AES148 Being in Nature

Setelah berada di ruang DikLat selama berhari-hari dari pagi hingga petang, hari ini saya berkesempatan untuk 'kabur' dan masuk ke suasana yang sama sekali berbeda. Pagi-pagi saya berangkat ke Ciwidey Gambung dan di sana menyempatkan diri pergi ke satu area yang bersebelahan dengan hutan lindung di daerah Cisondari sana. 

Jarak tempuh ke lokasi sekitar 4,5 kilometer, menanjak. Saya melangkah di atas batuan pengeras jalan perkebunan. Di sekitar saya pohon2 pinus, dan kayu putih, ada pohon puspa juga menaungi setiap langkah yang diambil. Di sebelah kiri dan kanan tanaman kopi ditanam oleh warga desa di sekitar sana. Kopi hutan, disebutnya. Ternyata perkebunan kopi ini adalah bentuk kerja sama antara masyarakat setempat dengan Perhutani - agar hutan tetap lestari - dengan mengizinkan secara resmi, masyarakat desa untuk mengelola area hutan dengan tanaman produktif - salah satunya kopi. Di daerah sini ada 550 hektar lahan hutan yang bisa digarap oleh masyarakat desa, dalam hal ini desa terdekat dengan kawasan hutan lindung di sini. Hasilnya, hutan tetap lestari, dan masyarakat bisa memperoleh pendapatan dari kawasan hutan ini. Solusi yang jitu. 

Satu jam lebih kami berjalan dan akhirnya sampai di lokasi. Ke sebuah petak kebun kopi yang tepat bersebelahan dengan area hutan lindung. Aksesnya tidak mudah, sehingga daerah itu cenderung sepi. Asik banget suasananya, karena ini memang yang lagi dibutuhkan. Suasana hutan, matahari menerobos di antara pepohonan, pemandangan hijau di kiri kanan. 

Di lokasi yang dituju ada alirah sungai yang airnya begitu jernih. Aliran dari mata air bersumber dari air yang jatuh di area hutan lindung. Suara gemericik aliran sungai ikut mewarnai suasana di sana. Kami menelusuri aliran sungai, berjalan di antara kebun kopi sampai menemukan tempat yang enak untuk makan siang. Di bawah naungan beberapa pohon rindung, beralaskan daun-daun kering yang berjatuhan, di sebelah aliran sungai kecil yang jernih. Bekal kami keluarkan, dan kamipun duduk di atas batu-batu besar yang terserak di sana, berbincang sambil menikmati makan siang. Luar biasa berada di tengah suasana alami di sana... Sangat damai dan menenangkan kalbu. Rasanya hati tak henti-hentinya tersenyum merasakan segala sentuhan alam di tempat itu.

Setelah makan siang, kamipun beranjak pulang. Tidak terlalu lama, tapi sangat berharga. Manusia memang hakikatnya adalah bagian dari alam. Berada di alam - rasanya memang seperti pulang ke rumah - yang lama ditinggalkan. Demikian catatan pendek untuk menutup malam ini, semoga semua makhluk berbahagia... Salam.