AES 139 Sembuh
leoamurist
Wednesday October 13 2021, 6:09 AM
AES 139 Sembuh

Menyembuhkan diri dengan cara belajar, belajar dengan cara mengajar, mengajar dengan cara berbagi, berbagi dengan cara menerima, menerima dengan cara mendengarkan, mendengarkan dengan cara memberi. Memberikan diri untuk disembuhkan. Bukan menunggu tersembuhkan.

Tersembuhkan itu tergambarkan seperti, datang sembuh pulang. Seperti itu mungkin model mental yang menganut imaji tersembuhkan ini. Aromanya seperti delusional, mencium wangi pizza kemudian sibuk memuja-muja. Padahal, itu bau bumbu indomie yang kena air panas dari dispenser.

Disembuhkan itu terdengar seperti, datang menjadi bagian dari pertumbuhan. Seperti ini mungkin model mental yang menganut imaji disembuhkan ini. Teksturnya seperti harapan, mencium bau sayuran segar kemudian jeda sejenak. Membuka mata dan mengagas sandwich dan salad.

Selalu ada pengorbanan untuk menjadi bahagia katanya. Masuk akal sih soalnya kalau dirasa-rasa, bahkan pengorbanan paling mendasar dari suatu kebahagiaan diri adalah mengorbankan penderitaan diri.

Kalau diasosiasi dengan kesembuhan, pengorbanan perlu dilakukan terhadap penyakit. Penyembuhan adalah proses mengorbankan penyakit yang dimiliki, terutama penyakit kronis.

Melihat kembali paragraf pertama, mengurutkan mundur dari memberikan diri untuk disembuhkan. Adalah mendengarkan, yaitu mendengarkan diri sendiri saat sedang mendengarkan orang lain.

Adalah menerima, yaitu merespon penemuan mengenai diri yang terdengar barusan. Adalah berbagi, yaitu menuliskannya untuk dapat dibaca ulang oleh diri sendiri saat ini (nanti itu tidak ada). Adalah mengajar, yaitu berubah (bukan mengubah). Sudah cukup pengetahuan untuk dirangkai kesadaran kan, nyatakan saja.

"Yang sakit kan di sini (sambil menunjuk dada sendiri), jadi koq malah merepotkan diri dengan sibuk menyembuhkan yang di sana (sambil menunjuk kepala orang lain)." Oh, iya ya!
lalulupa (?)

You May Also Like