AES#39 internet
Natasha Setyamukti
Monday August 9 2021, 11:17 AM
AES#39 internet

Mungkin dulu kita tidak menyangka bahwa semuanya akan menjadi seperti ini. Kegiatan semua dilaksanakan secara online, bahkan intenet sudah seperti kebutuhan pokoknya, bukan lagi sandang, pangan dan papan tapi internetpun sudah jadi kebutuhan pokok. Tanpa internet satu hari saja, rasanya kehidupan kita sudah berubah 180 derajat.

Bayangkan selama 1 hari kita tidak bisa mengakses internet. Beli makanan susah, belajar ga bisa apalagi pandemi seperti ini, bahkan belanja online untuk kita beli baju, sepatu dan lainnya juga ga bisa. Seperti yang tadi aku alami, sedang kelas kemudian internetku error sehingga tidak bisa mengikuti kelas karena reconnecting terus menerus, yang akhirnya jadi ketinggalan informasi dan perlu pengulangan yang sebenarnya sedikit membuang waktu.

Tanpa kita sadari hal itu membuat kita memiliki ketergantungan terhadap internet. penggunaan internet yang eksesif (berlebihan) yang menyebabkan gangguan pada fungsi kehidupan sehari-hari. Namun, kita tidak bisa mengatakan semua anak dan remaja yang main internet itu ketergantungan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sekarang untuk belajar dan mencari informasipun kita memerlukan internet. Kita menggunakan internet dari pagi, layar menatap layar sejak pagi bahkan sampai sore hari. Dan apabila hal ini terjadi, bukan berarti seorang anak mengalami ketergantungan terhadap internetya.. itu kembali lagi kepada kebijakan setiap orang, kriteria seseorang bijak atau tidaknya dalam menggunakan internet.

Walaupun internet memiliki banyak manfaat untuk kehidupan kita sekarang ini, banyak juga dampak negatif yang kita dapatkan dari internet. Apabila kita tidak bijak menggunakannya, bisa jadi internet malah menyesatkan. Berita HOAX, dan informasi lainnya bisa dengan mudah tersebar di internet, yang akhirnya bisa menyebabkan perpecahan apabila dikonsumsi terus menerus tanpa adanya saringan. Belum lagi sekarang menforward suatu berita bisa dilakukan dengan mudah.

Untuk memutus hal itu, kita tidak bisa memaksa seseorang untuk berhenti menyebarkan berita, yang bisa kendalikan adalah diri kita. Misalnya dengan membatasi waktu melihat sosial media agar tidak terpapar terlalu banyak berita atau mencari berita dengan sumber yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.

You May Also Like