AES52 nari
nathania
Thursday October 7 2021, 10:08 AM
AES52 nari

Dulu sekali saat aku masih SD, saat baru mulai nari beberapa tahun, aku sering dapat cerita kalau penari dari sanggar-sanggar lain itu ada yang licik. Kupikir awalnya memberi uang ke jurinya atau menyogok, tapi ternyata bukan. Ternyata licik yang diceritakan oleh para teman-teman sanggarku adalah susuk. Saat itu aku belum mengerti ap aitu susuk, dan kegunaannya untuk apa.

Setelah ku mencenritakannya lagi kemarin dengan para teman nari ku ternyata banyak ynag sekarang menggunakan trik itu agar menang. Tapi untungnya juri ynag baru-baru ini tidak terkena pengaruh susuk itu. Akhirnya aku tahu kalau orang-orang itu akan selalu menang saat lomba, walaupun para penari lain melihatnya biasa saja. pantas saja para penari itu selalu menang dulu. Aku pikir karena mungkin kami masih penari baru, dan skillnya belum terasah. Tapi anehnya makin kesini kami tetap saja belum mendapatkan apa-apa setiap lomba Tari Bali, paling mentok ke final, juara tiga dan harapan.

Akhir-akhir ini juga para orang yang menggunakan susuk itu, sudah jarang menang. Yang biasanya kalau menang mereka sombong diri ke para penari yang lain, tapi saat itu ekspresinya berbeda, ekspresi kesal yang terlontarkan.

Kata para teman-teman ku, mereka yang menggunakan susuk itu pasti selalu dilihat indah tariannya, makannya menang juara melulu, dan kalau ada laki-laki, pasti laki-laki itu tertarik. Seperti ada satu kasus, dimana aku, teman-teman sanggar, dan teman+guru tari (laki-laki) ada acara tampil di salah satu galeri di Bandung. Pada saat itu kami merias diri sendiri-sendiri karena bukan acara yang mengharuskan untuk menari dengan formal. Kemudian teman+guru tariku ini didandani oleh anak sanggar lain yang menggunakan susuk itu (aku pun baru tahu akhir-akhir ini kalau dia ternyata menggunakan susuk). Pandangan teman+guru tariku berbeda dari pada ke orang lain, terlihat pandangan mana yang sedang tertarik dan mana yang tidak. Saat itu kami pun bingung, kenapa gelagat teman+guru tari ini aneh.

Untungnya para teman sanggarku tidak ada yang licik, karena kami semua tidak begitu ambil serius tentang lomba tari. Kami ingin dapat pengalamannya dan rasa lomba ini, kalau menang berarti itu bonus dari hasil Latihan kami, dan Tuhan.