Bandung Tempo Doeloe
Vania
Thursday October 7 2021, 9:51 AM

Bandung Tempo Doeloe

Bandung pada tahun 50-an masih asri. Pada pagi hari, biasanya pada jam 6 pagi. Jalan-jalannya  disapu dan tanamannya disiram. Banyak pohon kenari. Kadang suka dipungut untuk dibuat kerajinan tangan. Jalan-jalan tidak ada yang berlubang. Sungai-sungainya bersih. Bisa MCK (Mandi, Cuci, Kakus).  Bisa dipakai belajar berenang. Di sungai Cikapundung. Opaku pernah berenang di sana.

Sudah tidak ada gencatan senjata. Mobil masih sedikit. Mobil Chevrolet, Viat, dan Morris. Nomornya masih 3 angka. Ada yang 2 juga. Nomor 1 untuk pemerintah. Lampu lalu lintas cuma satu di perempatan. Di gantung di atas, di tengah-tengah. Kadang-kadang tidak ada stopan. Ada polisi yang mengatur. Stop dan jalan. Alun-alun Kota Bandung banyak pohon beringin.

Di setiap penjuru untuk tempat minuman kuda. Ada dokar dan kretek. Banyak yang menjual obat. Menggelar tikar. Ada lancah maung untuk menumbuhkan kumis. Jalan-jalan masih sama. Gedung-gedung tidak bertingkat tinggi. Pasar baru tidak bertingkat dan tidak semrawut seperti sekarang. Dulu, banyak dokar dan kretek yang parkir, sekarang mobil.  Foto HBS 

Penjabat, kepala polisi, guru-guru sekolah adalah orang Belanda. Nama jalan dalam Bahasa Belanda. Sekolah tidak banyak. Masih ada sekolah HBS dan MULO. HBS (Hoge Burger School) setingkat dengan SMA. MULO (MiddelBare Lagere Onderwijs) setingkat SMP.  Dipimpin oleh Walikota. 

Anak-anak bercelana pendek. Jarang yang pakai celana panjang. Memakai sepatu boots. Celana terbuat dari bahan drill. Memakai kemeja. Tahun 60 -70 an terkenal sepatu Pat Boone. Lagunya adalah lagu rock n roll.

Saat remaja, senang pesta dansa. Muda-mudi  pada waktu itu, sering mengadakan pesta di rumah masing-masing. Saat ulang tahun dan kenaikan kelas biasanya. Belum punya pacar yang tetap. Semua berkawan.

Dengan guru takut sekali, di samping respek. Kalau dihukum tidak berani melawan dan membantah. Kalau salah, telapak tangan dipukul dengan penggaris atau dijewer. Harus berdiri di sudut kelas. Kalau bel istirahat harus di dalam kelas.

Tidak pernah berkelahi berkelompok. Kalau berkelahi, sendiri-sendiri. Mata pelajaran yang paling disenangi adalah ilmu Bumi dan sejarah. Paling sebal  dengan kimia. Sebab banyak rumus-rumus yang harus dihafal. Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran favorit. Karena banyak buku-buku dalam Bahasa Inggris (Pocket Book) dan harganya juga murah. 

Tempat favoritnya adalah bioskop. Kesulitan yang diperoleh saat itu, umur harus diatas 17  tahun saat mau ke bioskop sendiri. Kita boleh masuk kalau ruangan sudah gelap. Bersembunyi. Duduk di kelas 3. Paling murah harga tiketnya. Ia suka ke tempat jajanan. Ada es alpukat Lingkar Jati, es Shanghai di rumah makan Tip Top. Bakmi di jalan Kejaksaan. Tempat olahraga.

Tempat yang masih ada sampai sekarang, antara lain adalah Es Lingkar Jati (jalan Balong Gede), mie Naripan, lotek jalan Kancra, radio City (bioskop Dian) jadi futsal sekarang, Sumber Hidangan, Kimia Farma, soto Pak Ento (jalan Braga), dan Braga Permai.

Dulu, senang bisa jalan-jalan di Braga. Toko-toko masih banyak yang menjual baju-baju bagus. Ada penjual rokok, namanya TabaksPlant. Ada bengkel mobil di Braga (sekarang jadi Wendy’s).

Ia juga suka bermain sepeda. Ke jalan Cilaki, Dago, ITB. Suka berolahraga. Dulu itu aman. Pulang malam. Tidak takut. Senang sekali.

Ia lahir pada tahun 1938. Berikut penceritaannya terhadap masa perang yang hampir usai. Jepang masuk ke Indonesia. Kita harus masuk perlindungan. Di dalam bunker. Banyak bom yang dijatuhkan, kehidupan susah. Tentara Jepang kejam, kalau salah dijemur seharian.

Zaman revolusi. Mengungsi dari Selatan ke Utara. Banyak tentara Belanda kembali ke Indonesia. Tentara Gurkha (Nepal) juga pernah datang. Makanan susah. Antri dan makanan dijatah. Saat merdeka, bebas semua. Bisa menikmati hidup. Bendera merah-putih-biru diganti jadi merah-putih. Lagu kebangsaan. Ada juga lagu Willelmus. Lagu kebangsaan Belanda.

Dulu itu, belum ada internet. Telepon susah, ke luar negeri susah, orang kaya sedikit, dan sekolah ke luar susah. Bayar sekolah murah. 8 rb. Masih naik sepeda dan jalan kaki. Sekarang gojek. Hihi, tahu gojek ya?

Tidak ada keluh kesah. Sekolah dan main, PR sedikit sekali. Kalau pulang lempar tas, dan langsung makan. Main sampai sore jam 5, mandi, dan membuat PR. Belajar. Makan. Tidur. Sesimpel itu orang zaman dulu. Sekarang banyak yang dipikirkan.

Ia bersyukur telah diberi kesehatan. Bisa melihat cucu, juga bisa menikmati hidup. Ia didampingi oleh kakaknya. Perempuan dan laki. Tiga bersaudara. Bersama ibu mereka. Ia juga ingin masa muda bisa kembali. 

Wees Paraat! Be prepared! Selalu Siap! 


Mega
@mega   2 months ago
Akhirnya nulis juga ya...
DarthMalfoy
@vania   2 months ago
aahah, iy
Andy Sutioso
@kak-andy   2 months ago
Waah ada posting pertamanya Vania... terima kasih banyak... ditunggu postingan2 berikutnya.
DarthMalfoy
@vania   2 months ago
Makasih ka
You May Also Like