AES020 Investigasi
yulitjahyadi
Monday September 13 2021, 9:58 PM
AES020 Investigasi

'Yul, gue susah tidur lagi, jadi keingetan elu malem-malem, mau lah yoga ama elu' Obrolan itu jadi mengantarnya datang sore tadi ke rumah dan kami pun beryoga bersama. 'Jangan susah-susah ya, gue dah lama ga gerak nih' pesannya sebelum mulai kelas.

'Yuk berbaring, kakinya ditekuk, lebarin dikit telapaknya, tangan di atas perut, pejamkan mata, dan mulai perhatikan napasnya' Suara musik mulai terdengar dan membantu mengantarkan fokus pada napas. 'Amati setiap tarikan dan embusan napasnya, rasakan tubuhnya yang bernapas' Aku terus memandunya untuk menyadari napasnya. Lalu perlahan mengarahkannya untuk mulai menggerakkan tubuhnya sembari terus menyadarkannya pada napasnya. Melontarkan pertanyaan pancingan agar ia terus memperhatikan dan merasakan tubuh dan napasnya selama bergerak. 

Tanpa perlu melihat ke arahku, ia terus bergerak dengan mata terpejam, mendengarkan saja setiap panduan yang diterima dan mengikutinya satu demi satu. 

Lalu perlahan kami mulai berganti posisi. Tetap bergerak lembut dan tetap menyadari napasnya saat bergerak. Hingga satu jam pun tak terasa berlalu sudah.

'Apa tadi yang dirasain?' tanyaku. Pertanyaan yang sama yang selalu kulontarkan sesuai kelas. Menjawab pertanyaan itu akan membuatnya mengingat hal yang paling berkesan selama kelas.

Hal yang berkesan itu biasanya adalah sensasi baru yang belum pernah dijumpai sebelumnya. 'Enak ya ternyata posisi yang ini tadi' sambil memeragakan posisinya, 'Bener ya ternyata pas miring kiri lebih terasa susah dibanding yang kanan, kenapa ya bisa begitu?' jawabnya sekaligus bertanya.

Sebuah pertanyaan keingintahuan akhirnya muncul juga. Pertanyaan semacam ini yang diharapkan bisa jadi awal dari kesadaran yang membawa perubahan. 'Ya, itu juga sebabnya kenapa tadi gue hanya memberi gerakan ini di satu sisi saja kan, juga yang ini dan ini' jawabku sambil memeragakan lagi gerakan-gerakan yang kumaksudkan.

'Oh iya ya, kenapa begitu? Memangnya kenapa ya sisi kiri gue kok bisa beda begitu?'  tanyanya lagi ingin tahu. 'Itu menunjukkan bahwa sisi kanan lebih dominan dan aktif, lebih sering dipakai daripada yang kiri, makanya yang kiri jadi begitu, lebih butuh dipanjangin, dilemesin, ditarik dan digerak-gerakin' aku menjawabnya agar ia mulai mengerti.

Lalu percakapan pun terus berlanjut memenuhi rasa ingin tahu yang satu ke yang lainnya. Berawal dari percakapan semacam itulah sebuah investigasi akan bermula. Ia akan mulai mengamati dirinya. Mulai lebih memerhatikan apa yang terjadi di tubuhnya sehari-hari, sehingga di pertemuan selanjutnya aku bisa mengawali kelas dengan pertanyaan, 'Apa kabar? Apa saja yang ditemukan selama satu minggu?'

You May Also Like