AES029 Multitasking
yulitjahyadi
Wednesday September 22 2021, 11:11 AM
AES029 Multitasking

'Ma, sarapannya jangan yang keras-keras ya'. Kawat gigi yang baru disetel ulang membuatnya berpesan begitu tadi seusai mandi pagi. 

Kucuci beras secangkir, tambahkan air dan kunyalakan kompor agar beras itu berubah jadi bubur. Lalu aku segera mengupas bawang putih dan memarutnya lalu kutambahkan ke dalam panci itu karena di kulkas sedang tak ada stok ayam ataupun kaldu beku. Sembari menunggu aku mengupas lagi 2 siung bawang putih dan kujadikan remahan kecil dengan alat penghancur bawang. 

Lalu aku teringat Dani yang ingin makan tahu isi goreng siang ini dan segera kubuka kulkas lagi, kukeluarkan tahu, kupotong 8 dan lalu kunyalakan mata kompor di bawah wajan berisi minyak.

Sekali lagi kubuka kulkas, kukeluarkan daun bawang dan segera kuiris-iris tipis lalu kusisihkan ke dalam cawan kecil. Kulihat minyak dalam wajan sudah mulai panas, lalu kumasukkan potongan tahu itu ke dalamnya. Sembari menunggu, kuambil wajan kecil, kutuangi sedikit minyak dan kutambahkan remahan bawang putih tadi lalu terus membolak-baliknya dengan sendok supaya merata. Aku masih sempat membalik-balik tahu saat kulirik panci berisi calon buburku bergolak tanda minta diaduk. Segera kusendoki remahan bawang yang sudah berwarna coklat itu dan kuputar kenop kompor, lalu buru-buru kuaduk calon buburku supaya tidak gosong bawahnya.  

Sewaktu melirik lagi ke sudut kompor yang lain, 'Astaga, kenapa ini masih nyala apinya?' wajan tadi berasap dengan sendok berisi remah bawang coklat di dalamnya. Rupanya aku salah memutar kenop, mata api kompor di bawah wajan penggorengan yang kumatikan.

'Makanya jangan multitasking' kata Dani yang baru masuk dari arah taman belakang. Aku tertawa mendengarnya namun segera berpikir untuk menjawabnya. 'Ya kan biar menghemat waktu, kalo ga multitasking besok baru beres. Bisa diteriakin Gordon kalo ga bisa multitasking sih'

Lalu terbayang segera di bayanganku sosok-sosok berbaju putih yang sigap bergerak kesana kemari dalam dapur yang begitu lengkap peralatan masaknya.

Dan aku pun langsung pengen nulis esai karena itu semua, serasa berebutan ingin ditulis, ide-ide bermunculan karenanya. 'Ke arah mana topik ini akan kutuliskan?' tanyaku sendiri. 

Memasak itu kegiatan paling grounding sebetulnya, ga mungkin kan ya masak sambil menerawang kemana-mana. Otak juga jalan terus buat memikirkan apa yang harus dilakukan sesuai situasi memasaknya 'What next? Now what?' Lalu do this, do that, terus begitu sampe semua beres. Ga bisa juga disambil keluyuran, atau liat-liat sosmed di hape kecuali sudah tinggal menunggu itu juga musti pasang timer supaya ga kelupaan. 

Aku jadi ingat pelajaran masak sewaktu SMP dulu di Solo. Dari semua guru aku paling ingat dengan Bu Imbar guru memasakku itu, orangnya tegas tapi kalau senyum bikin hati tenang, karena berarti kita kerjanya bener, hahaaa...

Pikiranku jadi loncat ke Smipa, mungkin karena lagi ulang tahun dan banyak bacaan terkait Semi Palar yang kubaca tadi pagi. Aku lalu membayangkan anak-anak yang sedang masak bareng di kelas. Hmm.. rasanya di zaman serba instan kaya sekarang ini, perlu deh anak-anak diajari basic life skill memasak. 'How to take care of yourself' biar ga cuma buka hape dan pencet aplikasi lalu makanan datang. Duuh..

Tapi grabfood lagi promo sih, hahaa.... emak-emak juga manusia, butuh libur dan suka promo 😂

Btw.. pas nulis ini di Ririungan, angka di jamnya 11:11:11 jadi merinding 😅

You May Also Like