-
Posting TerkiniSeringkali kita berusaha untuk menerka apa yang akan terjadi di masa depan. Apakah kita akan pergi ke suatu tempat yang kita sukai? Atau seseorang akan datang kepada kita membawa kebahagiaan? Atau se-sederhana bertemu dengan pejalan kaki yang...Comments LikesBerawal dari pengalaman yang akan terus terngiang dan jadi pelajaran berharga, peristiwa "spidol hijau yang jatuh" saat kegiatan membuatku jadi tersadarkan, tidak semua hal yang menjadi masalah harus langsung kamu selesaikan, tapi kamu perlu waktu...2 Comments 1 LikesTidak ada peristiwa kebetulan... Di dalam momen-momen tertentu, peristiwa tertentu akan menghadirkan sesuatu yang memantik perasaan bahwa hal ini adalah sesuatu yang perlu direspons. Sudah lama saya berusaha menjalani hari-hari dalam kesadaran ini...Comments LikesFilm Perfect Days merupakan film yang lambat, datar dan- bahkan- membosankan. Film itu bercerita mengenai keseharian seorang pembersih toilet sederhana bernama Hirayama saat dia bertugas membersihkan toilet dengan telaten, membantu orang-orang,...Comments 1 LikesTulisan ini adalah catatan refleksi saya dari berbagai proses belajar dari proses kehidupan yang belakangan ini saya syukuri bisa saya alami. Ini saya yakini juga jadi bagian dari penggenapan kepingan-kepinganComments LikesHirayama seorang bapak-bapak "slow living" yang tinggal di tengah kota metropolitan yang sangat padat.Beliau bekerja sebagai tukang pembersih toilet umum, pekerjaan yang sering dianggap rendah oleh orang-orang, cerita dari film Perfect Days yang...Comments 2 LikesBaru-baru ini aku nonton Perfect Days karya Wim Wenders, dan rasanya langsung nyambung banget sama pengalaman nonton Taste of Cherry dari Abbas Kiarostami. Keduanya bisa dibilang “slow cinema” murni, tapi punya rasa yang kontras meski sama-sama...2 Comments 3 LikesHirayama adalah seorang lelaki paruh baya yang menjalani hari dengan rutin sederhana sebagai pembersih toilet umum di Tokyo. Tiap pagi dia bangun, menyiram tanaman, mengenakan seragamnya, melepaskan jam tangannya. Dia keluar, tidak mengunci pintu...1 Comments 2 Likes
-
Posting TerfavoritSungguh tidak terasa, Siang tadi adalah slametan terakhirku sebagai murid di Semi Palar. Lima belas slametan, namun tahun ini menjadi puncak slametan dari semua slametan. Tidak seperti biasanya, tahun ini acara slametan dilaksanakan di Smipa....5 Comments 30 Likes"How Sweet The Sound" Lantunan lirik dari sepenggal lagu itu selalu bergema di hati saya sepanjang perjalanan musik sore hari ini. Ini memang kali pertama saya mengikuti musik sore, tak ada gambaran seperti apa yang akan muncul. Satu yang saya...4 Comments 26 LikesHari ini, hari ketika tulisan ini dibuat, Kelompok Sampiung Kelas 7 SMP Semi Palar baru saja selesai menghelat proyek bertajuk Kesenian Keluarga. Tepatnya, proyek ini dihelat pada tanggal 2 sampai 3 Oktober 2024. Kesenian Keluarga merupakan proyek...Comments 25 LikesHari ini saya kembali diundang jadi panelis debat Caketos (Calon Ketua OSIS). Saya punya perhatian khusus tentang OSIS - sejak awal mula OSIS digagas karena OSIS di SMP Smipa dirancang dengan sudut pandang yang berbeda. Di SMP Smipa, bisa...Comments 25 Likes_ "Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya akan terjatuh juga. Sepandai-pandainya S.Pd. mengelak, akhirnya akan mengajar juga." _ Satu tahun penuh, akhirnya saya menuntaskan peran sebagai "fasilitator" di Kelas 7 SMP Semi Palar, tepatnya...10 Comments 22 Likes
-
Posting AcakBy SamBin, 2021-09-15
Sudah 2 bulan hampir terlewati, proyek mandiri komik digital ini masih dalam proses dan tahap pengerjaannya, dari minggu sebelumnya, dimana saya melakukan sesi latihan dan menonton beberapa video latihan dari mentor saya Kak Sweta. Secara singkatnya, pada minggu awalnya saya mencoba untuk merangkum semua video latihan yang saya tonton, dari video teori pembuatan komik, untuk rangkumannya sendiri sudah dibuat, tetapi masih kekurangan beberapa penjelasan, tetapi karena adanya WIP, proses pembuatan rangkuman ditahan dulu, dan disusuli dengan tahap penulisan “storyline”, untuk komik digital Sci-finya. Proses yang pertama kali saya lakukan berawal pada hari Jumat, dimana saya mencoba untuk mengontak Kak Sweta untuk meminta bantuan untuk belajar membuat pembabakan untuk jalan cerita dalam komik, ditambah dengan beberapa
“suggestion” panduan video untuk membuat panduan, dari youtube channel Padepokan Ragasukma yang didirikan oleh Kak Sweta.Dalam sesi mentoring ini, kurang lebih berjalan selama 30 menit, direkam dengan aplikasi screen recording, yaitu “Bandicam”, dikarenakan aplikasinya versi trial dan tidak sempat dikonfigurasi untuk merekam omongan dari saya sendiri, maka rekaman sesi mentoringnya terpotong oleh batas rekamnya yaitu 10 menit, demikian saya mencoba ulang untuk merekam sesi mentoringnya, sisanya kebanyakan bagian saat saya berbicara, audionya tidak terdengar, untungnya audio dari mentor terdengar jelas meski ada yang terpotong. Secara isi pembahasan, saya menjelaskan alur cerita komik, “universe” apa yang ada di dalam komiknya, jenis tema komik dan karakter yang akan di dalam komik, setelah menjelaskan, saya diberi panduan berupa video untuk memetakan semua karakter yang akan ada di dalam komiknya agar munculnya setiap karakter mempunyai koneksi dengan tokoh utama di komiknya.
Dengan adanya sesi mentoring ini, saya terasa termotivasi kembali untuk terus mengerjakan proyek ini, karena beberapa hari sebelumnya saya merasa takut untuk membuat progress untuk komiknya, ditambah beberapa distraksi dari tugas, untungnya untuk tugas harian ini dapat saya kerjakan tanpa mengganggu kegiatan lainnya. Tetapi entah kenapa proses yang saya lakukan di proyek ini terasa lambat, dan kurang mengikuti jadwal kegiatan yang sudah ada di “timeline” proyek ini sendiri, disusuli dengan beberapa kejadian artblock, dimana saya sempat hilang inspirasi dan ide apa yang mau saya lakukan. Kali ini pertama kalinya saya merasa takut untuk membuat karya gambar, digital atau pun konvensional, ketakutan ini menjatuhkan motivasi saya untuk membuat komik, karenanya efek dari ketakutannya menjatuhkan motivasi saya sehingga terasa membuat proyek ini sulit dan menakutkan bagi saya, ditambah saya kurang yakin dengan kualitas yang akan saya berikan dengan gambar yang ada.
Proses pada awal September ini bisa dibilang cukup lambat, ditambah karena ada WIP pertama proyek mandiri yang akan diadakan. Untuk di bulan ini, saya mengawali pengerjaan proyek dengan membuat dan meneruskan sesi latihan gambar digital atau pun konvensional, ditambah membuat beberapa desain karakter protagonis utama dan karakter antagonis yang akan ada di dalam komiknya sendiri. Tahap pengerjaannya berawal dengan 1 hari untuk mengkonsep dan memikirkan bentuk dan karateristik yang akan ada di karakternya, pada esok harinya, saya mencoba untuk menggambarkan kedua desan karakternya secara konvensional, diawali dengan tokoh utama komik ini, yaitu Samuel Tarkenton, seorang serigala berumur 44 tahun, dengan tinggi badan mencapai 6 kaki 9 inci, dalam sentimeter yaitu 205 cm, karateristiknya adalah pendiam, serius, dingin, peduli, sedikit paranoid. Secara keahlian dan peran, ia mempunyai banyak personalitas yang ia gunakan untuk berbicara dengan orang-orang khusus, bekerja sebagai seorang operatif militer spesialis lepasan, seorang komisaris dan penyelidik DIS, pemilik nama Tarkenton, kasino, perusahaan besar, pemegang dan investor untuk beberapa cabang perusahaan makanan, pertokoan, persenjataan, olahraga, perusahaan Farden, beberapa pabrik industri persenjataan dan teknologi, busana, sisanya ia dikenal sebagai seorang atlet lari, gymnastik, angkat beban, berenang, dan beberapa cabang olahraga lainnya. Dalam dunia otomotif ia dikenal sebagai pembalap Nascar, Moto GP, Rally Dakar, F1, motor cross, sisanya ia dikenal sebagai seorang pria yang paling bertalenta, dengan memegang beratusan keahian dalam seni, bela diri, dan pekerjaan lainnya.
Diluar deskripsi tokoh utama ini, saya membuat juga desain gambar konvensional tokoh antagonis, yaitu seorang ilmuwan dari era Uni Soviet, bernama Gaffar, karakter ini saya buat setelah mendesain Samuel Tarkenton. Untuk hari ini setelah dibuatnya kedya sketsa desain karakternya, saya sedang mencoba menggambarkan “character sheet” untuk keduanya, dengan tujuan mendapatkan bagan yang lebih “official” dan rapi dibandingkan dengan gambar tangan saya sendiri di buku sketsa.
By sanya, 2025-01-17
Ini cerita saat aku kuliah dulu, saat tugas akhir di fakultasku namanya bukan skripsi tapi karya tulis ilmiah. Sistemnya tiap mahasiswa berlomba "men-tag" dosen yang dituju untuk dijadikan pembimbing 1 dan 2, kalau dosennya profesor boleh 1 saja tidak butuh pembimbing 2. Semester 4 kami semua 250an mahasiswa ambisius ini mulai mengintai dan mengincar dosen favorit. Kategorinya adalah dosen yang ramah, dosen yang bimbingannya cepat, dosen yang memberikan judul penelitian, dosen yang membantu penelitian dan dosen yang membela saat sidang. Rupanya aku yang naif ini kurang bisa membaca situasi jadi aku terlambat memulai kompetisi itu. Mencari dosen baru kulakukan diakhir semester 4.
Rupanya dosen favorit seperti kriteria di atas sudah menipis jadi kami para pejuang yang terlambat memiliki sedikit opsi. Long short story aku dapat slot seorang profesor, rektor pula. Serunya semua kriteria dimiliki oleh pak Profesor tersebut. Bahagianya aku dan 9 orang teman-temanku yang lain. Kapan lagi dibimbing oleh seorang profesor rektor, bimbingan di ruangan VVIP dengan segala kelebihannya dibandingkan dengan teman-temanku yang lain. Semua iri dengan kami. Mahasiswa terpilih. Uhuy
Ternyata kebahagian kami ini tidak berlangsung lama. Entah angin dari mana, suatu skandal perpolitikan di hierarki teratas kampus terjadi. Kabar burung mulai terdengan oleh kami para mahasiswa, kami yang naif ini berusaha santai, hal tersebut tentu tidak akan berdampak pada kami yang sedang sibuk menyusun KTI ini. Lambat laun rasa gelisah kami terbukti. Pembimbing sekaligus rektor tercinta kami harus turun dari posisinya dan mundur juga dari posisinya sebagai dosen.
Berita ini segera sampai ditelinga kami, pengumuman dari prodi tidak kalah menakutkan. Kami harus menemukan dosen pengganti dalam kurun waktu 1 minggu. Betapa merananya kami bersepuluh waktu itu. Jatuh dari langit ke 10. Pengerjaan KTI ini diberi waktu 6 bulan, pengerjaannya paralel dengan perkuliahan. Dari rentang waktu 6 bulan, waktu itu sudah di bulan ke 3 kami harus melanjutkan perjalanan ini dengan siapa?!
Dosen yang tersisa sudah pasti dosen yang paling tidak favorit dan paling paling tidak favorit. Menegak pil pahit dan pil pahit sekali kami lakukan apapun asal lulus. Apalagi setelah sidang kami akan melakukan ujian akhir yang sesungguhnya. Ujian kompetensi materi dan klinis. Tidak ada pilihan bukan?
Aku dan 3 temanku memberanikan diri untuk meminta bantuan bimbingan dengan salah satu dosen itu. Kalau tau profesor Umbridge di Harry Potter dosenku ya seperti itu. Mantap bukan? Bagaimana dengan dosen pembimbing kedua? Yah so so saja benar-benar standar tidak ada kekurangan atau kelebihan. 3 bulan selanjutnya hari-hari melelahkan berlanjut. Semua berkebalikan dengan profesor dulu, kami bertiga kadang meratapi nasib masing-masing dan menyemangati untuk tetap melanjutkan agar semua tetap sesuai jalur, sesuai rencana.
Kesengsaraan kami selama 3 bulan itu begitu traumatik. Aku juga tidak berencana untuk menuliskannya disini karena tidak mau mengingat lagi rasanya. Sampai pada suatu malam, aku pulang ke rumah dengan wajah merana sampai papaku mengelus kepalaku dan berkata "Capek sekali ya Nya? Kamu pasti bisa." lalu aku menangis hahahaha
Yah dari segala hari sialku yang pernah kualami mungkin ini yang paling membekas karena dari 1 kejadian yang sebetulnya tidak berhubungan langsung denganku berdampak besar pada cerita hidupku dulu. Mengerikannya domino effects.
By Rico, 2021-12-08
If you can’t fly then run,
If you can’t run then walk,
If you can’t walk then crawl,
But whatever you do, you have to keep moving forward.
-Martin Luther King Jr.-
Stagnation is the enemy of progress. Sometimes we lose sight of our goals and feel like we’re not going anywhere, this feeling of futility when where the person we want to be seems so far away, our goals forever unattainable, out of reach. It’s easy to let yourself be consumed by these thoughts, to just lie down and give up on your dreams.
It’s important to remember how far you’ve come. Even though we’re not where we want to be, we’re far from where we used to be. All of the steps we’ve taken up the stairs of self-improvement. Do not let a bad day distract you from all of the progress you’ve made.
And it won’t be a smooth ride all the way to the top, you will stumble, and you will fall. Some form of failure is inevitable, that’s just a fact of life. What’s important is that we get back up and keep moving forward. Take the next step, no matter how small and insignificant it feels, because progress is progress. All of those little steps will accumulate into something much more significant. One day you’ll look back and realize how far you’ve come, how much you’ve grown as a person.
Keep your face toward the sunshine and the shadows will fall behind you.
-Walt Whitman-
-
Atomic Essay Smipa
Klik di sini untuk Panduan Atomic Essay
Jumlah Esai yang terkumpul sampai saat ini :
bloggers klik di sini untuk Input Data Posting
dan
UPDATE COUNTER
-
Catatan-catatan Kakak Smipa"Awal adalah akhir, akhir adalah awal" kalimat yang mengawali video Musik Sore 2021 Rumah Belajar Semi Palar yang digelar secara virtual. Menurut saya, Musik Sore yang disuguhkan penuh dengan kesederhanaan yang memunculkan kekhasan anak-anak. Bisa...Comments 2 LikesTernyata, saya sedalam ini mengagumi anak-anak. Pertanyaan, celoteh, ekspresi, imajinasi, dan ide yang keluar dari mereka selalu jadi bahan refleksi dan inspirasi bagi saya. Kebanyakan sih mereka jadi sumber energi saat motivasi saya sedang...1 Comments 4 LikesProses magang di Smipa ku analogikan seperti menonton video, beberapa bagian video harus ku jeda untuk mengelaborasi lebih dalam maksud dan tujuannya. Selama proses magang seluruh aktivitas di smipa ku maknai lebih dalam, sehingga pertanyaan yang...1 Comments 9 Likes17 tahun berada di antara keluarga besar Smipa. Besar itu relatif, karena Smipa termasuk sekolah yang mungil. Yang membuat terasa besar untukku, sepertinya lebih pada dinamikanya, olahannya, interaksi dengan individu yang terlibat di dalamnya....Comments 4 LikesPagi mendung di hari Senin 6 Juni. Hari ini adalah hari no-bag day untuk kelas SD-5. Memikul sarung berisi perlengkapan hari ini, aku berangkat ke sekolah. Ketika dalam perjalanan, aku merenungkan keputusan hidupku yang menggiringku ke titik ini....Comments 7 Likes
-
Konsep-konsep Semi PalarAkhir-akhir ini saya sedang suka dengan kata 'perayaan'. Sedang banyak memikirkan soal ini juga. Kenapa? Ya karena semestinya hidup ini adalah sebuah perayaan. Perlu dirayakan karena hidup ini adalah anugerah besar dari Sang Pencipta. Kita kan...Comments 5 LikesSore kemarin kak @innocentiaine mengirim WA menanyakan kalau saya punya foto yang pas untuk dijadikan ilustrasi dari proses pembekalan kakak-kakak baru sore hari ini. Saya cari-cari dan entah kenapa ingatan saya selalu kembali ke foto di atas ini....Comments 1 LikesCatatan singkat untuk keberangkatan keluarga Semi Palar ke Gambung dalam konteks ikhtiar kolaborasi PPM dan Semi Palar CoOp. Ini adalah keberangkatan Niis yang ke tiga. Pesertanya bervariasi, ada peserta yang pergi kembali ke sini, juga beberapa...Comments 4 Likes"Awal adalah akhir, akhir adalah awal" kalimat yang mengawali video Musik Sore 2021 Rumah Belajar Semi Palar yang digelar secara virtual. Menurut saya, Musik Sore yang disuguhkan penuh dengan kesederhanaan yang memunculkan kekhasan anak-anak. Bisa...Comments 2 LikesTulisan ini terpantik dari obrolan keselarasan dengan salah satu rekan orangtua yang akan mendaftarkan putranya ke Semi Palar. Kakaknya sudah lebih dahulu berproses di Smipa. Jadi rekan orangtua ini sudah cukup tau sebetulnya seluk beluk proses...1 Comments 5 Likes
-
Sejarah Semi PalarSetiap tahun, Semi Palar pasti menyelenggarakan Buka Puasa Bersama. Kita tahu di mana-mana BukBer seakan jadi sebuah keharusan. Sebuah trend di berbagai kelompok masyarakat. Walaupun sekilas apa yang dilaksanakan tampak sama, di bawah permukaan...Comments 1 LikesHari ini saya mau nulis tentang Escape... pojokan asik tempat ngopi yg ternyata orang-orang di dalamnya bukan orang jauh juga. Kebetulan pagi ini saya gowes sama Rico dan mendarat di Escape. Kebetulan juga sudah buka. Tempat yang ambience nya...1 Comments 1 LikesHari ini hari pertama dalam guliran pembelajaran TP17. Pagi2 betul saat bersiap, masuk berita duka di hape saya. Tulisan ini saya dedikasikan kepada almarhumah ibu Witono yang pagi tadi meninggalkan kita semua menghadap Sang Pencipta. Saat...1 Comments 4 LikesJudul di atas ini saya ambil dari satu buku kecil yang isinya tentang kritik pendidikan. Judulnya Sekolah itu Candu. Kalau ditanya, apa pemicu, trigger yang membelokkan jalan hidup saya - dan sepertinya kita semua yang sekarang ini berproses...Comments 9 Likes"Pak Andy, apa yang bapak sampaikan tadi mendalam sekali ya. Walaupun sederhana tapi sangat dalam". Di sesi penutupan DikLat yang lalu, seorang rekan Kepala Sekolah menghampiri saya dan menyampaikan hal ini. Iya pak, saya respon. Kenapa saya...Comments 7 Likes
-
Most CommentedBarusan saja saya membaca tulisan Kak Andy tentang Meninggalkan Catatan Perjalanan dan saya benar-benar setuju dengan semua yang kak Andy tulis bahkan menurut saya lebih dari itu. Saya ingat pertama kali menulis secara lebih rutin ketika diajak...7 Comments 21 LikesSambil kerja dari rumah, iseng-iseng saya coba download Radio.net di TV trus cari KLCBS. Tapi kemudian saya sadar saat ini di Bandung sudah lewat tengah malam, jadi tidak bisa buka. Akhirnya saya memilih lagu-lagu ringan yang mengingatkan masa...4 Comments 1 LikesSatu hal yang saya rasakan dalam usaha mentuntaskan kegiatan menulis setiap hari adalah berusaha untuk selalu jeli melihat segala sesuatu, melatih kepekaan, dan selalu berusaha terbuka menyerap banyak hal. Ini sama sekali tidak mudah! Sama...4 Comments 5 LikesBeberapa tahun silam, membaca tulisanLeo Babauta, pada websitenya; Zen Habits, tentang finding simplicity in the daily chaos of our lives. Terutama karena di rumah saja, tampak permukaan hari demi hari seolah berjalan baik. Mungkin karena chaos...4 Comments 8 LikesKehilangan sesuatu itu sangat manusiawi dan tidak dapat dihindari. Memang sangat menjengkelkan apalagi jika yang hilang itu benda yang sangat penting. Barusan saya masih mencari-cari barang penting yang sulit mencari gantinya. Token untuk online...9 Comments 5 Likes
-
Tag Cloud