-
Posting TerkiniTidak terasa sudah hampir satu tahun Kak Rizal membersamai Teman Tuma. Segala bentuk rasa menemani isi hati Kak Rizal selama satu tahun belakangan ini. Kak Rizal jadi semakin tahu bagaimana menjadi manusia seutuhnya, meskipun sampai kapan pun...Comments LikesHalo teman-teman yang budiman. Jika kemarin saya membahas soal kehilangan, maka kali ini saya ingin sedikit berbicara tentang sesuatu yang mungkin terdengar berat, padahal sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari: bagaimana manusia...Comments LikesSetelah yang kami kelas 11 Sasando akhirnya datang, penjelajahan ke Desa Ngadimulyo, Dusun Ngadiprono, Temanggung. Setelah berbagai proses yang kami telah siapkan, dari yang awalnya kami akan ke Bangka Belitung, Timor, dan kami pilih Temanggung....Comments LikesSebagai fokus pengamatanku selama penjelajahan ini, aku ingin mempelajari bagaimana warga Ngadiprono menggunakan bambu dalam kehidupan dan keseharian mereka. Kata Mas Ahmad, yang di awal memperkenalkan kami pada dusun ini, bambu adalah bagian dari...Comments LikesHalo teman-teman yang budiman, saya mau mengaku sedikit tentang ketidakdisiplinan saya akhir-akhir ini. Saya jarang menulis. Padahal biasanya, tulisan menjadi tempat saya pulang ketika banyak hal terasa terlalu ramai di kepala. Tapi beberapa...Comments LikesSudah tiga hari kami menginap di rumah Pak Endro di Dusun Ngadiprono, Temanggung. Hari-hari berlalu dengan lambat. Matahari perlahan meresap lewat jendela, mencahayakan kembali langit gelap malam. Ayam berpetok-petok berbaris. Perjalanan pulang...Comments 1 LikesSalah satu pencerahan terbesar dari 2 hari belajar bersama Yayasan Sheep Indonesia, pak Andreas dan bu Rina adalah pemahaman lebih utuh tentang makna atau pemaknaan. Sudah cukup banyak tulisan yang menuliskan tentang makna dan pemaknaan. Kita...Comments LikesPendidikan holistik, secara implisit dan eskplisit sejatinya menggaris bawahi tentang hak anak. Hak anak seutuhnya sebagai seorang individu, seorang manusia yang independen, undivided - manusia yang mandiri dan utuh. Tanggal 6 dan 7 Mei ini, tim...Comments Likes
-
Posting TerfavoritSungguh tidak terasa, Siang tadi adalah slametan terakhirku sebagai murid di Semi Palar. Lima belas slametan, namun tahun ini menjadi puncak slametan dari semua slametan. Tidak seperti biasanya, tahun ini acara slametan dilaksanakan di Smipa....5 Comments 30 Likes"How Sweet The Sound" Lantunan lirik dari sepenggal lagu itu selalu bergema di hati saya sepanjang perjalanan musik sore hari ini. Ini memang kali pertama saya mengikuti musik sore, tak ada gambaran seperti apa yang akan muncul. Satu yang saya...4 Comments 26 LikesHari ini, hari ketika tulisan ini dibuat, Kelompok Sampiung Kelas 7 SMP Semi Palar baru saja selesai menghelat proyek bertajuk Kesenian Keluarga. Tepatnya, proyek ini dihelat pada tanggal 2 sampai 3 Oktober 2024. Kesenian Keluarga merupakan proyek...Comments 25 LikesHari ini saya kembali diundang jadi panelis debat Caketos (Calon Ketua OSIS). Saya punya perhatian khusus tentang OSIS - sejak awal mula OSIS digagas karena OSIS di SMP Smipa dirancang dengan sudut pandang yang berbeda. Di SMP Smipa, bisa...Comments 25 Likes_ "Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya akan terjatuh juga. Sepandai-pandainya S.Pd. mengelak, akhirnya akan mengajar juga." _ Satu tahun penuh, akhirnya saya menuntaskan peran sebagai "fasilitator" di Kelas 7 SMP Semi Palar, tepatnya...10 Comments 22 Likes
-
Posting Acak
By joefelus, 2022-11-08
Ada yang berkata bahwa:"Overthinking kills happiness". Kalau pernah mendengar kutipan itu, anda tidak salah dengar dan memang begitu. Terlalu banyak mikir menurut saya malah tidak hanya menghilangkan kebahagiaan, tapi lebih dari itu. Terlalu banyak mikir malah menggerogoti diri, tubuh dan banyak lagi seperti misalnya sulit tidur, depresi dan sebagainya.
Selama setidak-tidaknya 5 atau 6 tahun terakhir, terutama di akhir dan awal tahun saya selalu dilanda kekhawatiran. Banyak keterbatasan yang saya miliki membuat situasi begitu menyulitkan. Soal perijinan, pengadaan dokumen dan sebagainya banyak menyita pikiran. Yang menjadi concerns saya adalah masalah timing. Jika tidak mempersiapkan diri jauh-jauh hari, ada kemungkinan perijinan terlambat dan akan merembet ke masalah lain yang jauh lebih serius. Ini sangat melelahkan, dan selalu berulang-ulang setiap tahunnya.
Selama bertahun-tahun saya menghabiskan banyak malam tanpa bisa tidur nyenyak. Pikiran dan kekhawatiran seolah-olah mengambil banyak waktu saya sehingga sulit berkonsentrasi dan sulit beristirahat. Itu berlangsung berhari-hari bahkan berbulan-bulan hingga semuanya berakhir ketika semua dokumen akhirnya selesai dan diterbitkan. Semua kekhawatiran dan pikiran-pikiran itu sebetulnya tidak perlu terjadi toh akhirnya semuanya baik-baik saja. Tapi ya begitulah manusia, ketidak-pastian membuat kita semua selalu khawatir.
Saya ingat pernah membaca sebuah cerita, kalau tidak salah dari salah satu tulisan yang berkaitan dengan topik yang dibahas oleh Sadhguru.
Pada suatu hari ada seorang turis yang bertanya kepada salah seorang peduduk.
"Berapa jauh Isha Yoga Center dari sini?"
Seorang anak desa itu menjawab," Sekitar 24 ribu mil"
"Haaah? Kok jauh sekali?" Kata turis itu kaget
"Memang jauh kalau mengikuti arah yang anda pilih, tapi kalau putar balik cuma 4 mil." Jawab anak itu.
Jadi pada intinya, kesulitan seringkali tanpa sadar memang kita pilih sendiri. Hal yang tidak menentu memang sering menimbulkan kekhawatiran. Banyak hal yang berada di luar diri kita dan tidak memiliki kontrol atas situasi itu membuat kita tidak berdaya dan ketidak-berdayaan itu akhirnya membuat kita begitu khawatir. Nah bagaimana kita menyikapi kondisi itu yang menentukan situasi yang akhirnya kita alami. Ketika itu terjadi kita mulai terjebak dalam lingkaran berbagai pikiran. Saya setuju dengan apa yang diungkapkan oleh Sadhguru:
"The moment you get identified with something other than what you really are, the activity of the mind begins. You cannot stop it."
kita, atau lebih tepatnya saya, terlalu banyak mikir. Ketika pikiran terus menerus menyita hidup, maka kebahagiaan akan lenyap. Saya dihantui banyak hal yang sebetulnya pada akhirnya tidak banyak berarti bahkan tidak terjadi sama sekali. Begitu pikiran itu menghilang, justru di situ kebahagiaan mulai timbul. Tapi bagaimana caranya untuk berhenti dan tidak terlalu banyak berpikir? Sepertinya saya harus lebih banyak memahami nasihat-nasihat Sadhguru dan menjalani latihan-latihan yang terus dilakukan secara teratur. **
Foto Credit: Pexels.com
By Andy Sutioso, 2021-10-29
Kalau kemarin saya sempat berbincang seru tentang Etika bersama teman-teman Sorodot Gaplok, hari ini saya senang sekali punya 30 menit berbincang dengan teman-teman Domikado. Sebagai bonusnya, dua hari ini saya tidak perlu banyak berpikir tentang apa yang akan saya tuliskan dalam esai saya hari ini.
Yang sangat menarik dan saya apresiasi dari Domikado adalah keaktifannya dalam bertanya. Kebetulan topiknya hari ini adalah "mengenal kak Andy lebih dekat". Saya senang sekali mendapat pertanyaan-pertanyaan bagus juga dari teman-teman Domikado yang baru bergabung di Semi Palar di kelas 7 ini.
Dari Haaya saya mendapatkan 2 pertanyaan keren. Salah satunya adalah apa yang menjadi motivasi ka Andy mendirikan Semi Palar. Dari Bebe, pertanyaannya kurang lebih begini : "Apakah kak Andy puas menjadi diri ka Andy yang sekarang ini?" WOW, ini pertanyaan yang mendorong saya untuk merefleksi diri. Pertanyaan yang keren banget.
Satu pertanyaan bagus juga datang dari Jack, adalah apa yang membedakan Semi Palar sebagai Rumah Belajar dari Sekolah biasa - karena banyak hal-hal yang berbeda yang ditemukan di Semi Palar.
Belajar itu untuk apa? Seingat saya pertanyaan ini datang dari Haaya. Ini juga pertanyaan yang sangat mendasar dan tidak mudah dijawab. Ada juga pertanyaan tentang orang-orang yang menginspirasi dan sejauh mana kak Andy puas dengan Semi Palar yang sekarang ini.
30 menit betul-betul tidak terasa berlalu. sementara saya berusaha menjawab sesingkat dan sejelas mungkin. Saya sangat senang dengan interaksi siang tadi. Saya berharap teman-teman Domikado juga merasakan hal yang sama. Mari kita tunggu kabar selanjutnya dari kak Muti dan kak Bayu - kalau ada undangan bincang selanjutnya - berarti masih banyak pertanyaan di benak teman-teman Domikado - dan kesempatan belajar bersama seperti tadi bisa dilanjutkan. Mengenai jawabannya, beberapa pertanyaan sudah saya tuliskan di Ririungan ini. Mudah-mudahan teman-teman Domikado bisa menemukan jawabannya saat berselancar di Ririungan ini.
By joefelus, 2025-05-21
Musuh terbesar saya ketika ingin menulis adalah rasa kantuk! Hahaha.. walau terdengar sangat mengada-ngada, tapi ini sungguhan. Pagi hari biasanya saya punya beberapa kegiatan yang harus dikerjakan, nah sebetulnya saat itu sangat cocok untuk menulis, tapi jika saya menulis maka kegiatan lain jadi tertunda dan banyak hal yang saya tidak senang lakukan jika matahari sudah terlalu tinggi, jadi saya harus menunda waktu menulis saya hingga pekerjaan di pagi hari selesai. hanya saja begitu tugas selesai, saya membersihkan diri dan istirahat lalu siap-siap menulis, pada saat itu rasa kantuk muncul. Pilihannya adalah menulis sambil mengantuk dengan risiko hasilnya tidak maksimal atau istirahat dahulu baru menulis kemudian, nah jika pilihan kedua yang diambil, ada kemungkinan saya ada tugas baru yang lain, lalu siklusnya berputar seperti tadi pagi. Kerja dulu, dan kemudian kettika akan menulis tubuh sudah lelah dan mengantuk. Repot!
Kecenderungan seperti ini sangat sering muncul sesudah saya kembali ke tanah air. Sebelumnya ketika saya masih di Fort Collins, bisa jauh lebih produktif karena bisa menulis di sela-sela jam kerja. Memang sulit masuk di akal sebab sebetulnya sekarang saya tidak bekerja jadi seharusnya saya punya banyak waktu senggang, tapi ternyata tidak bisa menulis disela-sela "waktu senggang" itu. Hahahaha..
Saya sebetulnya bisa mencari banyak sekali alasan. Bukankah hampir setiap orang jago dalam hal ini? Hahaha.. satu hal yang benar-benar saya tahu adalah fokus. Pada masa transisi yang berkepanjangan ini, saya punya masalah dalam hal prioritas karena sejujurnya pula saya sedang berbenah untuk menemukan kembali tujuan hidup. Sesudah "tugas" saya dianggap selesai, ada hal yang lebih esensial yang harus saya pikirkan lebih dalam, yaitu tujuan hidup. Selama ini semua terfokus pada hal-hal penting dan begitu masa-masa itu lewat, saya seperti terjaga dari mimpi dan pertanyaan besar saat ini adalah: now what?. Ya, ini pertanyaan sederhana yang jawabannya tidak dapat ditemukan dalam satu atau dua hari, mungkin malah saya tidak akan menemukannya lagi. Tak apa, siapa tahu tugas saya yang sesungguhnya memang sudah selesai atau mungkin sekarang saatnya untuk lebih fokus pada diri sendiri.
Eniwei, setiap manusia memang unik. Seringkali saya menganggap diri sendiri ini aneh, diluar sih biasa saja, tapi di dalam saya tukang mikir dan tukang ngelamun. Banyak orang bilang, ngapain sih susah-susah mikir ini itu, mengalir aja, nanti juga semesta memberikan arah. Memang benar juga, tapi saya selalu berpendapat bahwa hidup itu singkat, waktu tidak pernah berhenti bergerak, jika saya membiarkan waktu lewat tanpa tujuan yang jelas, artinya saya kurang beryukur dan menyia-nyiakan anugerah waktu dan kehidupan yang sudah ditawarkan pada saya. Nah, masa sih hanya dihabiskan dengan leyeh-leyeh? Banyak hal yang positif yang dapat dilakukan dan banyak sekali waktu yang ditawarkan untuk dimanfaatkan sebaik mungkin.
Satu hal yang belum saya lakukan dalam upaya menemukan tujuan hidup saat ini, yaitu mindfulness meditation. Katanya meditasi ini merupakan teknik yang melibatkan pemusatkan perhatian pada saat ini tanpa menghakimi. Bahasa Indonesianya kok agak membuat gregetan ya, pokoknya ini adalah technique that invloves focusing attention on the present moment without judgment. Dengan melakukan ini maka kita akan mampu memperoleh kesadaran akan pikiran, emosi dan sensasi tubuh. Latihan ini akan mampu meraih wawasan atau pandangan akan keinginan dan nilai-nilai yang sejati. Melatih diri untuk menjadi mindful dapat meningkatkan kejelasan, kejernihan dan kesadaran diri yang merupakan syarat dari menemukan tujuan hidup. Nah itu dia. Jadi memang harus segera mulai, supaya segera dapat menemukan tujuan hidup, bukan Finding Nemo, Itu mah film anak-anak, yang benar adalah finding life purpose. Hahaha jadi judul di atas salah!
Foto credit: restless.co.uk
-
Atomic Essay Smipa
Klik di sini untuk Panduan Atomic Essay
Jumlah Esai yang terkumpul sampai saat ini :
bloggers klik di sini untuk Input Data Posting
dan
UPDATE COUNTER
-
Catatan-catatan Kakak SmipaAkhirnya sampai juga kami di penghujung TP17, diakhiri dengan evaluasian dan syukuran yang menurut saya sangat meriah… Diliputi energi baik, rasa kekeluargaan, berbagi cerita dan mendengarkan. Bagi pribadi, genap sudah saya menjalani keseharian...Comments 3 Likes17 tahun berada di antara keluarga besar Smipa. Besar itu relatif, karena Smipa termasuk sekolah yang mungil. Yang membuat terasa besar untukku, sepertinya lebih pada dinamikanya, olahannya, interaksi dengan individu yang terlibat di dalamnya....Comments 4 LikesPencarian jodoh pun dimulai. Layaknya orang yang mau PDKT tentu pemuda ini sudah melakukan riset mendalam baik dari berselancar di media sosial sampai melakukan wawancara dengan narasumber. Dari hasil riset muncul lah calon jodoh yang ia kira...Comments 11 LikesLagi-lagi sangat terkesan dengan kemampuan teman-teman Gatrik! Minggu lalu mereka mendapat tantangan untuk mempersiapkan Panggung Minat, namun lain dari hanya penampilan biasanya. Kali ini mereka harus berkomunikasi dengan keluarga untuk menggali...Comments 4 LikesSaya membuka diskusi di kelas daring pagi ini dengan meminta kesediaan teman-teman Gatrik untuk menceritakan tentang dirinya. Seseorang berinisiatif untuk jadi orang pertama yang bercerita. "Kak, aku baru tau kalau lingkar kepalaku hanya beda 2...Comments 14 Likes
-
Konsep-konsep Semi PalarAkhir-akhir ini saya sedang suka dengan kata 'perayaan'. Sedang banyak memikirkan soal ini juga. Kenapa? Ya karena semestinya hidup ini adalah sebuah perayaan. Perlu dirayakan karena hidup ini adalah anugerah besar dari Sang Pencipta. Kita kan...Comments 5 LikesPengantar : Mungkin ini sedikit alasan dari saya. Besok pagi jenjang SMP Semi Palar akan berhadapan dengan proses akreditasi. Masih ada beberapa hal yang harus saya kerjakan, tapi saya juga tidak ingin melewatkan esai hari ini. Jalan tengahnya,...Comments 2 LikesKemarin adalah kelas ketiga dan yang terakhir dari rangkaian kelas daring tentang Human Design. Semalam, sama seperti dua minggu sebelumnya, aku kembali terbangun tengah malam karena pikiranku yang begitu aktif. Selama tertidur, rupanya pikiranku...1 Comments 7 LikesHmm. Karena lagi banyak obrolan dengan orangtua - yang sedang dalam proses bergabung ke Semi Palar - saya jadi banyak inspirasi baru untuk menulis. Hari ini juga terjadi lagi - saat ngobrol dengan Dhanu dan Shasa, ayah dan ibunya Baqir, Enab dan...Comments LikesTulisan ini terinspirasi saat teman-teman K7 kembali dari Perjalanan Kecil beberapa waktu lalu. Dua buah angkot warna biru yang kita sewa masuk area parkir dan menurunkan anak-anak sekembali dari perjalanan tersebut. Saya sempat memotret salah...Comments 2 Likes
-
Sejarah Semi PalarAda satu sosok unik di Semi Palar yang mungkin sulit ditemukan di sekolah atau di tempat-tempat lain. Di Semi Palar ada Sang Pengibar Bendera - Imam Suryantoko. Di Semi Palar dipanggil kak Imam. Saya berkenalan dengan kak Imam di Rumah Nusantara...Comments 7 LikesHari ini saya mau nulis tentang Escape... pojokan asik tempat ngopi yg ternyata orang-orang di dalamnya bukan orang jauh juga. Kebetulan pagi ini saya gowes sama Rico dan mendarat di Escape. Kebetulan juga sudah buka. Tempat yang ambience nya...1 Comments 1 LikesKali ini saya ingin coba menulis sedikit tentang kenapa Semi Palar sejak awal direncanakan sebagai sebuah sekolah kecil. Gagasan awalnya memang sudah begitu - sekedar karena membayangkan kelas yang lebih kecil akan lebih baik dalam proses...Comments 15 LikesJudul di atas ini saya ambil dari satu buku kecil yang isinya tentang kritik pendidikan. Judulnya Sekolah itu Candu. Kalau ditanya, apa pemicu, trigger yang membelokkan jalan hidup saya - dan sepertinya kita semua yang sekarang ini berproses...Comments 9 LikesHari ini hari jadi ayah saya, jadi tulisan hari ini saya dedikasikan untuk beliau. Semi Palar bisa terwujud dengan dukungan beliau kepada kami yang menggagas - mengungkapkan angan-angan tentang keinginan membuat sebuah sekolah, belasan tahun yang...2 Comments 10 Likes
-
Most CommentedBarusan saja saya membaca tulisan Kak Andy tentang Meninggalkan Catatan Perjalanan dan saya benar-benar setuju dengan semua yang kak Andy tulis bahkan menurut saya lebih dari itu. Saya ingat pertama kali menulis secara lebih rutin ketika diajak...7 Comments 21 LikesSambil kerja dari rumah, iseng-iseng saya coba download Radio.net di TV trus cari KLCBS. Tapi kemudian saya sadar saat ini di Bandung sudah lewat tengah malam, jadi tidak bisa buka. Akhirnya saya memilih lagu-lagu ringan yang mengingatkan masa...4 Comments 1 LikesSatu hal yang saya rasakan dalam usaha mentuntaskan kegiatan menulis setiap hari adalah berusaha untuk selalu jeli melihat segala sesuatu, melatih kepekaan, dan selalu berusaha terbuka menyerap banyak hal. Ini sama sekali tidak mudah! Sama...4 Comments 5 LikesBeberapa tahun silam, membaca tulisanLeo Babauta, pada websitenya; Zen Habits, tentang finding simplicity in the daily chaos of our lives. Terutama karena di rumah saja, tampak permukaan hari demi hari seolah berjalan baik. Mungkin karena chaos...4 Comments 8 LikesKehilangan sesuatu itu sangat manusiawi dan tidak dapat dihindari. Memang sangat menjengkelkan apalagi jika yang hilang itu benda yang sangat penting. Barusan saya masih mencari-cari barang penting yang sulit mencari gantinya. Token untuk online...9 Comments 5 Likes
-
Tag Cloud