-
Posting TerkiniHalo teman-teman yang budiman, pada kesempatan kali ini saya ingin bercerita sedikit soal musik. Saya rasa, sebagai remaja, musik sudah menjadi sesuatu yang sulit dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Ia hadir di perjalanan, di kamar, di sela...Comments LikesKadang hubungan terasa jauh bukan karena kehilangan rasa sayang, tapi karena kehilangan rasa ingin tahu tentang satu sama lain. Merasa sudah mengenal pasangan bertahun-tahun bisa membuat kita berhenti bertanya. Percakapan pun perlahan hanya...Comments 2 LikesWednesday September 9 2026, 11:58 AM Atsanti Youth Camp #5 2026 adalah kegiatan mempelajari alam dan budaya dengan cara yang menyenangkan untuk peserta loh guys.
Foto Sebagian dari Peserta AYC #5 (Sumber: Dokumentasi Pribadi Maria Teresa Benedicta) Pada tanggal 3 - 6 September 2026Yayasan Atma Nuvantara Jati (ATSANTI Foundation) menggelar sebuah kegiatan yaitu AYC #5, di Bhumi Atsanti, Magelang,...1 Comments 4 LikesAES 009 "Physical Capital" Kita sering bilang : "jangan menilai orang dari luarnya saja" Tapi kenyataannya berbeda. Sebelum kita tahu siapa seseorang, kita membaca tubuhnya terlebih dahulu. Semua itu menunjukan seseorang menjalani hidupnya....Comments 3 LikesAES 008 "Pause" Akhir pekan sering kali menjadi waktu untuk bisa berhenti sejenak dari ritme hidup yang begitu cepat. Setelah hari-hari dipenuhi tanggung jawab, target dan berbagai hal yang perlu dipikirkan, semoga ada ruang untuk kembali...Comments 2 LikesAES 007 "Apakah ini pernikahan yang kita impikan?" Ketika dulu percakapan: - "sudah makan belum?" - "hari ini cape ga?" Dan sekarang menjadi: - "tagihan ini sudah dibayar?" - "jangan lupa urus ini/urus itu!" Dulu mencari alasan untuk...Comments 2 LikesHalo teman-teman yang budiman, kali ini saya ingin membagikan sedikit pengalaman menggunakan transportasi umum di Bandung. Dalam rentang tiga hari, saya sudah mencoba dua jenis transportasi umum yang sekarang mulai cukup sering terdengar namanya,...Comments 1 LikesDalam sebuah wawancara, Ibu Reda Gaudiamo mengatakan bahwa "Buku membantu kita lebih tenang, seperti kopi yang memberi waktu kepada ampasnya turun." Kemudian saya menyadari, hal ini pun berkaitan dengan ritme kota, atau bahkan ritme kehidupan...2 Comments 3 Likes -
Posting TerfavoritSungguh tidak terasa, Siang tadi adalah slametan terakhirku sebagai murid di Semi Palar. Lima belas slametan, namun tahun ini menjadi puncak slametan dari semua slametan. Tidak seperti biasanya, tahun ini acara slametan dilaksanakan di Smipa....5 Comments 30 Likes"How Sweet The Sound" Lantunan lirik dari sepenggal lagu itu selalu bergema di hati saya sepanjang perjalanan musik sore hari ini. Ini memang kali pertama saya mengikuti musik sore, tak ada gambaran seperti apa yang akan muncul. Satu yang saya...4 Comments 26 LikesHari ini, hari ketika tulisan ini dibuat, Kelompok Sampiung Kelas 7 SMP Semi Palar baru saja selesai menghelat proyek bertajuk Kesenian Keluarga. Tepatnya, proyek ini dihelat pada tanggal 2 sampai 3 Oktober 2024. Kesenian Keluarga merupakan proyek...Comments 25 LikesHari ini saya kembali diundang jadi panelis debat Caketos (Calon Ketua OSIS). Saya punya perhatian khusus tentang OSIS - sejak awal mula OSIS digagas karena OSIS di SMP Smipa dirancang dengan sudut pandang yang berbeda. Di SMP Smipa, bisa...Comments 25 Likes_ "Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya akan terjatuh juga. Sepandai-pandainya S.Pd. mengelak, akhirnya akan mengajar juga." _ Satu tahun penuh, akhirnya saya menuntaskan peran sebagai "fasilitator" di Kelas 7 SMP Semi Palar, tepatnya...10 Comments 22 Likes
-
Posting Acak
By Mikhail, 2024-05-24
Selamat pagi! Hari ini kami akan pergi ke Desa Tenateke, yang jaraknya cukup jauh sekitar 30km dari LC, dan jumlah anak yang biasa datang ke kegiatan sekitar 50 - 100 anak. Rutin pagi dilakukan seperti biasa dengan buka kelas tapi hari ini kami memutuskan untuk memasak nasi goreng untuk sarapan. Walaupun hanya kebagian sedikit setiap orang, tapi sangat nikmat. Setelah selesai sarapan, kami ada sesi breifing singkat untuk perjalanan ke desa nanti games apa saja yang kira-kira bisa kami mainkan bersama dengan anak-anak, bagaimana teknis untuk permbagian kelompok, dll. Selesai briefing, saat kami sedang mengobrol bersama, mereka ingin pergi ke kantin kampus untuk membeli lauk makan. Dan kami ditawari untuk ikut bersama sekalian membeli makan untuk siang nanti. Maka Ezar dan Yanuar pun pergi bersama kakak-kakak. Karena kantin tidak jauh, tidak lama kemudian mereka sudah kembali sambil membahas tentang bahasa daerah di Sumba. Mulai lah percakapan dengan kakak-kakak tentang bahasa Sumba. Semua kakak-kakak LC ikut bergabung untuk mengobrol bersama dan mengajarkan bahasa Sumba. Sungguh sulit bahasanya, namun sedikit sedikit pasti bisa. Selain dari itu juga, kakak-kakak bercerita tentang banyak hal di Sumba, seperti turis yang datang kesini, area wisata, sejarah, kondisi sekarang, dan masih banyak lagi.
Tanpa terasa ternyata sudah waktu makan siang. Kami pun langsung menuju ke cabin untuk makan siang. Setelah makan siang kami beristirahat sebentar lalu bersiap untuk pergi ke desa Tenateke. Perjalanan ke desa cukup lama, dan ternyata desa ini terletak diatas gunung. Jadi hawa berganti ke dingin seperti di Lembang. Juga, di daerah ini ternyata cukup sering hujan sehingga kegiatan bersama dengan anak-anak suka berpindah-pindah. Kegiatan biasa dilakukan di depan polsek jika tidak hujan dan dilakukan di aula kantor desa jika sedang hujan. Saat kami sampai ke kantor desa, sudah ada banyak anak-anak yang menunggu di depan. Tapi, ternyata kegiatan hari akan dilakukan didepan polsek, bukan di aula kantor desa. Anak-anak pun disuruh kak Yustin untuk berpindah ke depan polsek. Sesampainya di polsek, sudah ada juga anak-anak yang di sana. Kami pun turun dan bersiap untuk melakukan kegiatan. Ada sedikit pembukaan kegiatan dengan doa bersama, yel-yel juga bernanyi disertai juga dengan berkenalan dengan kami.
Setelah selesai pembukaan, kak Yustim memanggil nama anak satu per satu untuk dibagikan ID card. Lalu mereka pun membaca buk yang sudah di bawa. Saat sedang membaca buku, saya memperkenalkan diri ke salah satu anak yang namanya Dimas. Dia sedang membaca sebuah buku dengan temannya. Saya pun ikut mengajak mereka untuk membaca buku bersama. Selesai membaca beberapa buku bersama, mulai ada kerumunan kecil disekeliling saya. Lalu ada satu anak yang datang untuk menanyakan saya tentang bahasa daerah mereka apakah saya tau bahasa daerahnya tidak. Saya pun teringat kembali beberapa kata yang diajarkan oleh kakak-kakak LC, seperti makan, minum, dll. Anak-anak mengajarkan banyak sekali kata-kata dan saya hampir tidak mengingat satu kata pun, karena hebohnya saat mengajarkan kata-kata itu. Sangat seru dan heboh. Selesai membaca buku bersama-sama, sekarang waktunya bermain! Jadi anak-anak dibagi dua kelompok, satu jenjang besar dan satu jenjang kecil. Saya dan Ezar memimpin jenjang besar untuk bermain di lapangan. Kami bermain benteng suit dan kendaraan, akan tetapi saya melihat bahwa kelihatannya games yang kami bawa kurang membuat anak-anak di jenjang besar bersemangat, mungkin bisa menjadi evaluasi untuk nanti. Untungnya, Kak Yumi juga ikut membantu memberi modifikasi ke game benteng suit.
Tak terasa, sudah waktunya pulang. Anak-anak pun dibariskan dan kami mengambil ID card untuk dikembalikan dan membagikan susu ke anak-anak. Selesai penutupan, kami pun kembali ke LC. Sambil perjalanan pulang juga, kami mampir ke minimarket untuk membeli berbagai kebutuhan kelompok. Lalu kami pun kembali ke LC. Sesampainya di LC kami pun memasak makan malam lalu beristirahat. Hari ini sebuah kemajuan.
By zalikasoebardjo, 2025-02-11Because you are often overlooked, waiting to be seen when no one seems to care. You grow slowly, quietly, like the persimmon that ripens at its own pace, but is often ignored until it's perfectly sweet. People don't understand that you can't be rushed, that there's a complexity to you that takes time to reveal.When you're not ready, you're bitter, unwanted, but when you finally ripen, you are exactly what someone needs.
Still, you can't help but wonder: Why does it always take so long for people to realize your worth? Why do they pass you by until you are exactly what they want? You carry the pain of being left behind, only to be noticed when the world decides you are finally good enough
By Andy Sutioso, 2026-07-10
Di tengah peradaban hidup yang sangat materialis ini, muncul pertanyaan besar tentang bagaimana kita bisa betul-betul hidup berkesadaran, bagaimana kita bisa kembali bernafas dalam spiritualitas? Kenapa? Karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang diberikan anugerah kesadaran oleh Sang Maha Pencipta.
Siklus semesta saat inilah yang juga membuat kita hidup dalam peradaban yang sangat materialistis ini. Di mana-mana, kasat mata kita lihat manusia yang sangat sibuk dengan hidup yang diliputi kebendaan. Matre, istilahnya... Bahkan negara pun berebut kekuasaan, sibuk dengan perpolitikan dan ekonomi yang kapitalistik bahkan perang dan saling menghancurkan untuk mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya. Mengerikan. Di balik itu semua kita bisa merasakan betapa besar ketakutan / kegelisahan mereka atas keberkekurangan.
Hari ini di Indonesia, korupsi, manipulasi dan penggelapan uang sudah mencapai hitungan triliun bahkan ratusan triliun. Jumlah yang tidak terbayangkan sebetulnya. Sementara manusias sejatinya bisa hidup dengan sederhana tapi tetap bahagia. Keberkecukupan dan kebersyukuran adalah kata kuncinya.
Hidup dan Kehidupan adalah Sakral
Dalam beberapa kesempatan saya mencoba menggunakan pilihan kata bahwa teman-teman kecil kita adalah semesta-semesta kecil. Bahwa kita, satu sama lain, orang-orang yang kita jumpai dalam hidup kita sudah direncanakan oleh Tuhan untuk hadir sebagai guru spiritual bagi diri kita masing-masing. Individu yang membawakan pembelajaran jiwa bagi kita masing-masing. Mereka yang hadir membawakan kepingan pengalaman batin yang akan mengutuhkan diri kita sebagai pejalan kehidupan yang berpotensi mengutuhkan kita - kalau kita bisa menghadirkan diri kita dengan penuh kesadaran dengan keterbukaan ruang batin untuk kehadiran mereka.
Photo by Tanish Mehta: https://www.pexels.com/photo/human-hand-in-light-at-the-concert-15326066/
-
Atomic Essay Smipa
Klik di sini untuk Panduan Atomic Essay
Jumlah Esai yang terkumpul sampai saat ini :
bloggers klik di sini untuk Input Data Posting
dan
UPDATE COUNTER
-
Catatan-catatan Kakak SmipaSaat tau bahwa proses magang ini akan di tempatkan di kelas Domikado, yang dirasa saat itu masih biasa saja. Karena sebelumnya saat observasi di tempatkan di kelas Domikado juga, jadi saat dilanjutkan magang ada beberapa teman-teman yang masih...Comments 11 LikesHari ini ada rasa yang tak mampu diungkapkan, tapi hangatnya sanggup memenuhi seluruh jiwa Hari ini ada haru yang tak bisa dijelaskan, tapi memeluk begitu kuat. Dari kecil, bagi saya hari pembagian rapot selalu istimewa. Biasanya habis ambil rapot...3 Comments 11 LikesTemu Kakak kedua kalinya dilaksanakan di sekolah, kali ini Kelompok Gatrik bersenang-senang dengan tema kain nusantara. Sebagai tiket masuk temu kakak, siswa diminta untuk membawa sehelai kain/selendang. Sebagai awalan, kami mendengarkan setiap...1 Comments 4 LikesKalau ditanya, "Ana, MASIH di Semi Palar?" Saya menjawab : "Iya, MASIH!" Jika kita telusuri kata MASIH ini menurut KBBI memiliki arti sedang dalam keadaan belum selesai atau sedang berlangsung (https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/masih). Saya...2 Comments 8 LikesKemarin saya mendapat kabar bahwa 21 September 17 tahun yang lalu tersematkanlah nama Rumah Belajar Semi Palar di sebuah bangunan yang berada di ujung Jalan Sukamulya. Saya pun baru tahu bahwa Semi Palar memiliki makna tumbuh menjadi harapan,...2 Comments 11 Likes
-
Konsep-konsep Semi PalarHari terakhir Minggu Perencanaan kami tutup dengan meliterasi filem Perfect Days yang diharapkan bisa mengajak kakak-kakak untuk lebih memahami salah satu butir yang dituliskan sebagai proses di dalam jabaran Spirit Semi Palar. Sisi dalam dari...Comments LikesIni tulisan lainnya tentang Literasi. Literasi yang dimaknai luas bukan sekedar baca tulis tapi mengamati apa yang ada di sekitar kita. Kebetulan saya menemukan peristiwa yang menggambarkan soal ini. Kebetulan juga saya mengamati hal ini, jadi ini...Comments 2 Likes"Awal adalah akhir, akhir adalah awal" kalimat yang mengawali video Musik Sore 2021 Rumah Belajar Semi Palar yang digelar secara virtual. Menurut saya, Musik Sore yang disuguhkan penuh dengan kesederhanaan yang memunculkan kekhasan anak-anak. Bisa...Comments 2 LikesCatatan singkat untuk keberangkatan keluarga Semi Palar ke Gambung dalam konteks ikhtiar kolaborasi PPM dan Semi Palar CoOp. Ini adalah keberangkatan Niis yang ke tiga. Pesertanya bervariasi, ada peserta yang pergi kembali ke sini, juga beberapa...Comments 4 LikesBanyak rekan-rekan orangtua yang merasa liburan anak-anak di Smipa terlalu panjang. Saya sering mendengar ada rekan orangtua yang bilang, "kak Andy, anak-anak sudah ga sabar ingin sekolah" walaupun liburan baru dilalui sekitar seminggu. Buku...Comments 2 Likes
-
Sejarah Semi PalarMundur ke sekitar tujuh belas tahun yang lalu, ke momen di mana angan-angan mewujudkan sebuah sekolah menjadi kenyataan... Waktu itu Semi Palar belum berlokasi di tempat sekarang ini, kami mengontrak di Jalan Terusan Karang Tineung, tidak jauh...1 Comments 9 LikesJudul di atas ini saya ambil dari satu buku kecil yang isinya tentang kritik pendidikan. Judulnya Sekolah itu Candu. Kalau ditanya, apa pemicu, trigger yang membelokkan jalan hidup saya - dan sepertinya kita semua yang sekarang ini berproses...Comments 9 LikesHari ini hari jadi ayah saya, jadi tulisan hari ini saya dedikasikan untuk beliau. Semi Palar bisa terwujud dengan dukungan beliau kepada kami yang menggagas - mengungkapkan angan-angan tentang keinginan membuat sebuah sekolah, belasan tahun yang...2 Comments 10 LikesNah ini masih nyambung lagi dengan sejarah Semi Palar - sebelum Rumah Belajar, sebelum Semi Palar diwujudkan sebagai sebuah sekolah. Di tahun 2004 saat gagasan tentang mendirikan sebuah sekolah muncul sebagai sebuah cita-cita, kami berpikir...Comments 9 LikesAda satu sosok unik di Semi Palar yang mungkin sulit ditemukan di sekolah atau di tempat-tempat lain. Di Semi Palar ada Sang Pengibar Bendera - Imam Suryantoko. Di Semi Palar dipanggil kak Imam. Saya berkenalan dengan kak Imam di Rumah Nusantara...Comments 7 Likes
-
Most CommentedBarusan saja saya membaca tulisan Kak Andy tentang Meninggalkan Catatan Perjalanan dan saya benar-benar setuju dengan semua yang kak Andy tulis bahkan menurut saya lebih dari itu. Saya ingat pertama kali menulis secara lebih rutin ketika diajak...7 Comments 21 LikesSambil kerja dari rumah, iseng-iseng saya coba download Radio.net di TV trus cari KLCBS. Tapi kemudian saya sadar saat ini di Bandung sudah lewat tengah malam, jadi tidak bisa buka. Akhirnya saya memilih lagu-lagu ringan yang mengingatkan masa...4 Comments 1 LikesSatu hal yang saya rasakan dalam usaha mentuntaskan kegiatan menulis setiap hari adalah berusaha untuk selalu jeli melihat segala sesuatu, melatih kepekaan, dan selalu berusaha terbuka menyerap banyak hal. Ini sama sekali tidak mudah! Sama...4 Comments 5 LikesBeberapa tahun silam, membaca tulisanLeo Babauta, pada websitenya; Zen Habits, tentang finding simplicity in the daily chaos of our lives. Terutama karena di rumah saja, tampak permukaan hari demi hari seolah berjalan baik. Mungkin karena chaos...4 Comments 8 LikesKehilangan sesuatu itu sangat manusiawi dan tidak dapat dihindari. Memang sangat menjengkelkan apalagi jika yang hilang itu benda yang sangat penting. Barusan saya masih mencari-cari barang penting yang sulit mencari gantinya. Token untuk online...9 Comments 5 Likes
-
Tag Cloud