-
Posting TerkiniMengatur Emosi bukan menahan emosi bukan berarti tidak boleh sedih, marah atau kecewa, dan bukan sesuatu yang harus di sembunyikan. Regulasi emosi adalah kemampuan untuk menyadari apa yang kita rasakan, memahami pemicunya, lalu memilih cara...Comments LikesPunya pasangan, tapi kok hidup sendiri malah nggak keurus? Dulu punya banyak mimpi, hobi dan hal-hal yang ingin dicapai. Tapi sejak menjalin hubungan, hampir semua keputusan mulai berpusat pada pasangan. Mau mencoba hal baru, kepikiran...Comments 1 LikesTahapan Usia dan Makna Filosofis angka di Jawa 11 (Sewelas): Berasal dari kata Duwe Rasa Welas (memiliki rasa kasih sayang atau welas asih). Usia ini menandakan masa remaja awal ketika seseorang mulai tumbuh rasa kasih sayangnya kepada sesama...Comments 1 LikesDi tengah derasnya arus digital yang semakin memudahkan akses informasi dan hiburan (terutama gempuran medsos), keberadaan Festival Literasi Semi Palar 2026 tetap memiliki pesona dan nilai yang tak tergantikan. Tentunya ini bukan hanya tempat...Comments 1 LikesMelihat anak yang tumbuh menjadi seorang penari adalah hal yang menakjubkan, menari bukan sekadar menggerakkan badan, tetapi juga melatih kedisiplinan, rasa percaya diri, dan kepekaan rasa pada anak. • Melihatmu menari di atas panggung adalah...Comments 2 LikesHari ini mencoba menulis lagi masih di momen feslit 2026, namun yang berbeda hari ini adalah anak kami sedang sakit sehingga tidak dapat datang ke rumah belajar ini untuk mengikuti berbagai kegiatan yang ada, sungguh disayangkan tapi begitulah...Comments 2 LikesAda masa ketika hidup sudah berada di jalur yang tepat, karier mulai terbentuk, pencapaian satu per satu terpenuhi, banyak hal berjalan sebagaimana mestinya. Namun ditengah semua yang tampak baik, perlahan timbul perasaan asing terhadap kehidupan...Comments 2 LikesHari ini adalah hari ke 2 feslit tahun 2026, tidak terasa sudah menjalani feslit ke 2 setelah bergabung dengan keluarga semi palar. Ada banyak hal terjadi selama setahun kebelakang ini, banyak perasaan yang dialami juga, senang, sedih, marah,...Comments 3 Likes
-
Posting TerfavoritSungguh tidak terasa, Siang tadi adalah slametan terakhirku sebagai murid di Semi Palar. Lima belas slametan, namun tahun ini menjadi puncak slametan dari semua slametan. Tidak seperti biasanya, tahun ini acara slametan dilaksanakan di Smipa....5 Comments 30 Likes"How Sweet The Sound" Lantunan lirik dari sepenggal lagu itu selalu bergema di hati saya sepanjang perjalanan musik sore hari ini. Ini memang kali pertama saya mengikuti musik sore, tak ada gambaran seperti apa yang akan muncul. Satu yang saya...4 Comments 26 LikesHari ini, hari ketika tulisan ini dibuat, Kelompok Sampiung Kelas 7 SMP Semi Palar baru saja selesai menghelat proyek bertajuk Kesenian Keluarga. Tepatnya, proyek ini dihelat pada tanggal 2 sampai 3 Oktober 2024. Kesenian Keluarga merupakan proyek...Comments 25 LikesHari ini saya kembali diundang jadi panelis debat Caketos (Calon Ketua OSIS). Saya punya perhatian khusus tentang OSIS - sejak awal mula OSIS digagas karena OSIS di SMP Smipa dirancang dengan sudut pandang yang berbeda. Di SMP Smipa, bisa...Comments 25 Likes_ "Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya akan terjatuh juga. Sepandai-pandainya S.Pd. mengelak, akhirnya akan mengajar juga." _ Satu tahun penuh, akhirnya saya menuntaskan peran sebagai "fasilitator" di Kelas 7 SMP Semi Palar, tepatnya...10 Comments 22 Likes
-
Posting AcakBy SamBin, 2021-08-30
Setelah kematian komisaris Duke Montreal, berita mulai menyebar ke media internasional hingga ke berita skala universal, munculnya berita ini, menarik banyak perhatian wartawan dan berbagai stasiun berita, karena berita yang menjadi umum dan luas, masyarakat biasa sendiri mulai tertarik dengan beritanya, menarik banyak penonton dan pendengar dalam kasus ini, hingga terciptanya berbagai media konspirasi yang diciptakan oleh orang-orang sendiri. Adanya berbagai berita konspirasi dan berbagai media informasi yang aktif mengganggu proses investigasi yang dilakukan oleh DIS dan Corvelas, gangguan serupa masyrakat umum yang sering menggangu proses penyelidikan, sumber informasi yang diberikan menjadi kurang terpercaya, hingga tumbuhnya berita palsu, dampaknya membuat proses investigasi berjalan lama. Proses investigasi berawal dari hanya 4 minggu, dengan munculnya berita palsu, berita konspirasi, dan rasa penasaran media umum, memperpanjang prosesnya menjadi sampai 1 tahun, dengan ini DIS meminta bantuan dari seorang mantan anggota operasi special Corvelas, bernama Samuel Tarkenton, menjadikan dan memberikan posisi baginya di dalam ranking kepolisian DIS, ditambah kebebasan yang didapatkan untuk hak kerjanya.
Samuel Tarkenton dan Robert Weissman, Kedua tokoh ini berperan besar dalam proses investigasi meninggalnya Duke Montreal. Robert Weissman sebagai kepala dan pemilik DIS, Samuel Tarkenton sebagai tangan kanannya, memimpin semua operasi lapangan untuk setiap investigasi yang dilakukan. Tepat saat tanggung jawab investigasi diberikan ke Samuel Tarkenton, operasi kembali berjalan lagi, dengan efesiensi dalam penyelidikannya mencapai 85%, karena adanya Tarkenton, operasi ini berhasil menemukan beberapa orang-orang yang bersangkutan dalam pembunuhan Duke Montreal, secara singkat Tarkenton dapat menemukan beberapa orang ini dengan usahanya untuk menyelediki masa lalu Duke Montreal, Duke Montreal, sebelumnya adalah menteri hukum buminya tepat sebelum Corvelas datang, “Earth 235 Type D”, dikenal sebagai titik awal munculnya musuh terbesar Corvelas, yaitu Old-Gov, sebuah organisasi yang tercipta dari beberapa pemimpin dan pemain terbesar dalam dunia politik tepat sebelum Corvelas datang, anggotanya sendiri terisi oleh orang-orang buruan Corvelas dan orang-orang yang dijatuhkan kedudukannya dalam dunia politik oleh Corvelas dan DIS.
Berdasarkan informasi ini, Tarkenton dapat menemukan beberapa alasan kenapa Duke ditembak dan tewas, berdasarkan teorinya, Duke dibunuh, karena dengan menjatuhkan tokoh hukum terbesar di Corvelas, moral dan motivasi semua anggota kepolisian di DIS dapat jatuh, hingga membuat sebuah revolusi yang terbentuk oleh anggota DIS sendiri, tidak hanya itu, tetapi karena reputasi polisi DIS sendiri dikenal baik oleh masyarakat lokal, dari berbagai ras, kaum dan spesies, berbeda dengan sistem kepolisian yang diambil sebelumnya di kebanyakan “universe”. Karena tanpa adanya DIS, orang-orang bisa tersesat kembali ke dalam dunia kriminalitas, berbagai ajaran yang negatif dan menjatuhkan nama baik hukum.
By joefelus, 2025-04-06
Hujan sejak siang. Saya memutuskan untuk tidak pergi kemana-mana dan itu sangat menyenangkan karena tidak usah berurusan dengan lalu lintas. Kemarin saya sudah berkeliling dari utara sampai ke Timur dari pagi hari hingga malam. Itu sudah cukup. Besok ketika musim liburan sudah usai, kemacetan akan meraja lela dimana-mana. Andai saja Lebaran bisa dirayakan sepanjang tahun hahahaha...
Eniwei, saya seharian banyak berdiam diri dan memantau kejadian-kejadian yang ada di Amerika. Kondisi saat ini memang memprihatinkan di sana dan saya sudah mengingatkan teman-teman dan Kano agar berhati-hati untuk tidak berurusan dengan aparat pemerintahan. Walau Kano adalah warga negara sana, tapi dari warna kulit sudah jelas berbeda, dan orang tua Kano bukan warga sana, jadi jangan sampai memberikan kesempatan untuk aparat melakukan hal-hal ang tidak diinginkan. Sudah ada banyak kasus yang terlihat tidak adil dan banyak sekali yang diproses tanpa melalui prosedur yang jelas bahkan tidak melalui proses hukum.
Pemerintah di sana periode ini memang mengingatkan kembali kepada beberapa tahun yang lalu dengan pelaku yang sama. Perlakuan terhadap orang asing, proses penangkapan, dan pembersihan dikalangan pemerintahan dilakukan. Hari ini saya menyaksikan pemberitaan seorang kandidat yang kalah dalam pemilihan house of representative ditarik ke dalam grup mereka. Dia adalah penganut kelompok Kanan garis keras, aktivis dan juga salah seorang konspirasi theorist. Mereka-mereka yang dianggap tidak setia pada pemimpin diganti dengan orang-orang semacam ini. Pemecatan terhadap orang-orang yang dianggap akan menghambat rencana mereka merupakan tidakan yang bisa dilihat setiap hari. Ini adalah pemerintahan oligarki yang mengerikan karena melakukan berbagai tindakan yang menunjukkan ciri-ciri fasisme dan autoritarian.
Yang lucu, mereka menerapkan tarif untuk perdagangan dengan negara-negara lain. Indonesia terkena tarif timbal balik sebanyak 32 persen. Lucunya lagi, yang saya tahu, banyak produk-produk yang di ekspor oleh Indonesia adalah garmen dan tekstil yang merknya dimiliki oleh negara itu seperti contohnya Dockers, Banana Republic, Gap dan Old Navy. Masih banyak lainnya seperti sepatu bahkan barang elektronik. Saya banyak berdiskusi dengan Nina soal kebijakan tarif ini yang menurut saya yang awam serta buta ilmu ekonomi tapi ternyata diamini oleh Nina bahwa dengan penetapan tarif maka masyarakat di sana akan harus membayar barang-barang kebutuhan sehari-hari lebih tinggi dari sebelumnya, apalagi banyak kebutuhan sayur mayur dan buah-buahan mereka peroleh dari negara tetangga mereka yang juga dikenakn tarif tinggi. Inflasi akan terjadi. Itu dugaan saya. Contoh lain juga saham perusahaan-perusahaan garmen, sepatu dan komputer yang banyak menggunakan produk ekspor terjun bebas. Dalam 2 hingga 3 hari kemarin sudah sekian trilyun Dollar lenyap di pasar saham. Reaksi pasar sangat negatif.
Tujuan mereka menetapkan tarif sebetulnya agar pada skala jangka panjang mereka nanti akan dapat memproduksi sendiri. Perusahaan-perusahaan diminta mendirikan pabrik di sana, tapi tenaga kerja mahal! Saya pikir karena biaya produksi jauh lebih tinggi, maka tidak akan mampu bersaing dengan negara-negara yang mereka kenakan tarif karena memiliki tenaga kerja jauh lebih murah. Ya, itu memang kebijakan pemerintah untuk proyek jangka panjang, hanya saja banyak keteledoran yang saya lihat, seperti misalnya mereka menetapkan tarif pada lokasi-lokasi yang penduduknya minim bahkan ada tempat yang hanya dihuni oleh beruang kutub dan penguin! Hahaha.. Lucu!
Mudah-mudahan karena ulah mereka tidak akan berakhir dengan resesi dunia sebab dampak penerapan tarif ini sangat mengganggu kodisi ekonomi dunia yang melakukan perdagangan dengan mereka. Hal lucu lagi, di senat, ada 4 orang dari partai mereka yang membelot dan memilih untuk tidak berpihak pada kebijakan pemerintah. 4 senator ini dihujat habis-habisan karena dinilai sebagai pengkhianat dan tidak setia. Sekarang pertanyaannya, jika pemimpin dianggap tidak tepat, apakah tetap harus setia? Ya begitulah kondisi di sana.
Foto credit: poseidonexpeditions.com
By joefelus, 2023-08-23
"Barriga llena Corazon Contento" artinya perut kenyang, hati gembira. Itu biasa dikatakan oleh orang-orang Amerika Latin. Ketika kita makan dan puas kita merasa senang dan bahagia. Tapi siapa yang akan bahagia jika sesudah makan, lalu dompet kita kering? Hahaha..
Pernah mencicipi green bean fries yang krispi? Menu sangat sederhana, buncis diberi tepung lalu digoreng dan dinikmati dengan dicocol saos. Enak sekali. Dulu saya sangat menyukai menu ini dari restoran waralaba P.F. Chang's. Itu sangat terkenal, tapi saya tidak rela merogoh saku hampir $12 hanya untuk goreng buncis! Kenapa tidak rela? Coba beli tepung yang sudah berbumbu untuk tempura, lalu beli buncis. Dengan biaya yang sama saya bisa membuat 1 baskom besar! Yang dibutuhkan adalah ketrampilan dan imajinasi.
Kebahagiaan tidak datang begitu saja bukan? Harus ada usaha, harus ada pengorbanan. Nah jika kebahagiaan bisa berasal dari makanan, ada dua hal yang bisa dicoba. Membeli yang berarti mengorbankan banyak uang atau membuat sendiri yang tentu saja akan jauh lebih murah. Nah bertumpu pada asumsi itu, maka akan lebih baik jika setiap orang harus bisa memasak.
Saya senang masak, itu sudah jelas. Yang sebetulnya saat ini saya inginkan adalah menciptakan masakan dalam bentuk kata-kata yang indah. Imajinasi saya tentang makanan itu menurut saya luar biasa. Saya bisa membayangkan rasa suatu makanan dalam pikiran. Ketika memasak saya bisa membayangkan bagaimana rasanya, bagaimana harumnya. Nah yang saya inginkan adalah bagaimana mencurahkan yang ada dalam pikiran tentang rasa dan harumnya makanan dalam bentuk kata-kata. Itu pasti akan sangat membahagiakan.
Seperti siang tadi. Nina ingin dibuatkan garlic ginger miso salmon. Nah mendengar namanya, saya langsung membayangkan harumnya ikan salmon yang sudah difillet, lalu dimasak dengan campuran miso yang merupakan fermentasi kedelai, mirip dengan tauco tapi jauh lebih halus dan lebih kental hampir memiliki konsistensi seperti tanah liat. Nah entah bagaimana, tapi saya bisa membayangkan rasa dan keharuman miso, lalu ditambah dengan manisnya mirin yang kemudian saya campur dengan parutan bawang putih dan jahe lalu diberi kecap asin dan perasan jeruk, jika saya bisa mencampurnya dengan komposisi yang tepat maka akan menciptakan sebuah hidangan yang luar biasa.
Saya memutuskan memotong-motong fillet ikan salmon itu berbentuk dadu. Dengan demikian hampir semua permukaannya akan terbalut dengan bumbu. Berbeda sekali jika dimasak dengan potongan ala steak yang besar memanjang, maka bagian tengahnya tidak akan terkena bumbu. Dengan dipotong dadu, hampir setiap gigitan akan menyajikan daging ikan salmon yang flaky bersalut keharuman miso, jahe dan bawang putih, lalu rasa manis dari mirin, asin dari kecap dan asam dari air jeruk lemon. Ini sebuah komposisi yang sangat luar biasa. sayang saya agak kurang sabar, jika saja saya tidak terburu-buru maka setiap sisi potongan salmon akan membentuk kerak sehingga ada kerenyahan lalu kelembutan bagian dalamnya. Ini akan menjadi hidangan yang akan membuat bahagia.
Sekarang bayangkan berapa yang harus dirogoh dari kantong untuk makan hidangan ini di restoran? Jika membuat sendiri mungkin dengan jumlah uang yang sama bisa untuk hidangan berkali-kali untuk sekeluarga. Nah untuk alasan ini saja memang sebaiknya setiap orang harus bisa masak. Belum lagi alasan-alasan lainnya seperti kemandirian; kita tidak tergantung orang lain untuk bisa menikmati hidangan yang sedap, kita tidak tergantung pada makanan jadi dan makanan beku. Yang jelas, jika saya boleh katakan, kebahagiaan yang diciptakan dari membuat makanan sendiri bisa berkali lipat, bahagia karena menikmati waktu membuatnya, bahagia ketika menyantapnya, bahagia ketika menyaksikan orang lain begitu menikmati hidangan yang kita ciptakan, dan bahagia tidak perlu menguras seluruh isi kantong!
-
Atomic Essay Smipa
Klik di sini untuk Panduan Atomic Essay
Jumlah Esai yang terkumpul sampai saat ini :
bloggers klik di sini untuk Input Data Posting
dan
UPDATE COUNTER
-
Catatan-catatan Kakak SmipaTemu Kakak kedua kalinya dilaksanakan di sekolah, kali ini Kelompok Gatrik bersenang-senang dengan tema kain nusantara. Sebagai tiket masuk temu kakak, siswa diminta untuk membawa sehelai kain/selendang. Sebagai awalan, kami mendengarkan setiap...1 Comments 4 LikesSaat tau bahwa proses magang ini akan di tempatkan di kelas Domikado, yang dirasa saat itu masih biasa saja. Karena sebelumnya saat observasi di tempatkan di kelas Domikado juga, jadi saat dilanjutkan magang ada beberapa teman-teman yang masih...Comments 11 Likes"Awal adalah akhir, akhir adalah awal" kalimat yang mengawali video Musik Sore 2021 Rumah Belajar Semi Palar yang digelar secara virtual. Menurut saya, Musik Sore yang disuguhkan penuh dengan kesederhanaan yang memunculkan kekhasan anak-anak. Bisa...Comments 2 LikesHari ini ada rasa yang tak mampu diungkapkan, tapi hangatnya sanggup memenuhi seluruh jiwa Hari ini ada haru yang tak bisa dijelaskan, tapi memeluk begitu kuat. Dari kecil, bagi saya hari pembagian rapot selalu istimewa. Biasanya habis ambil rapot...3 Comments 11 LikesMundur ke sekitar tujuh belas tahun yang lalu, ke momen di mana angan-angan mewujudkan sebuah sekolah menjadi kenyataan... Waktu itu Semi Palar belum berlokasi di tempat sekarang ini, kami mengontrak di Jalan Terusan Karang Tineung, tidak jauh...1 Comments 9 Likes
-
Konsep-konsep Semi PalarCatatan singkat untuk keberangkatan keluarga Semi Palar ke Gambung dalam konteks ikhtiar kolaborasi PPM dan Semi Palar CoOp. Ini adalah keberangkatan Niis yang ke tiga. Pesertanya bervariasi, ada peserta yang pergi kembali ke sini, juga beberapa...Comments 4 LikesCerita sedikit tentang Gelar Griya. Sejak awal, Gelar Griya jadi tahapan awal untuk keluarga yang berminat bergabung ke Keluarga Besar Semi Palar, menyekolahkan putra-putrinya ke Semi Palar. Istilah Gelar Griya menggantikan istilah Open House...Comments 5 LikesBanyak rekan-rekan orangtua yang merasa liburan anak-anak di Smipa terlalu panjang. Saya sering mendengar ada rekan orangtua yang bilang, "kak Andy, anak-anak sudah ga sabar ingin sekolah" walaupun liburan baru dilalui sekitar seminggu. Buku...Comments 2 LikesTopik ini saya angkat jadi bahan tulisan berasal dari salah satu obrolan atau diskusi bersama salah satu kelompok (kelas) di jenjang KPB. Perihal kebebasan ini saya coba elaborasi di sini. Ada dua komponen penting kalau bicara kebebasan....1 Comments 4 LikesTulisan ini dipicu salah satu chat WA saya dengan Ahkam - saya lupa persisnya kapan. Tapi intinya Ahkam bilang, ka Andy perlu suatu saat menulis buku tentang perjalanan Semi Palar. Wah sebetulnya ini sudah jadi cita-cita sejak lama. Tapi memang...Comments 7 Likes
-
Sejarah Semi PalarJudul di atas ini saya ambil dari satu buku kecil yang isinya tentang kritik pendidikan. Judulnya Sekolah itu Candu. Kalau ditanya, apa pemicu, trigger yang membelokkan jalan hidup saya - dan sepertinya kita semua yang sekarang ini berproses...Comments 9 LikesSehari setelah pertemuan dengan kang Wawan, saya kembali bikin janji bersama mas Imam untuk berkunjung ke kediaman kang Aat. Kalau kemarin saya berangkat ke arah Barat Bandung, kali ini saya melintas kota Bandung ke arah Timur menuju ke rumah kang...Comments 2 LikesSetiap tanggal 17 Rumah Belajar Semi Palar menyelenggarakan Upacara Bendera. Ritual penghormatan Sang Merah Putih dan pengkhidmatan terhadap kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan yang udaranya bisa kita hirup dalam-dalam setiap harinya saat ini. Pagi...Comments LikesKali ini saya ingin coba menulis sedikit tentang kenapa Semi Palar sejak awal direncanakan sebagai sebuah sekolah kecil. Gagasan awalnya memang sudah begitu - sekedar karena membayangkan kelas yang lebih kecil akan lebih baik dalam proses...Comments 15 LikesSetiap tahun, Semi Palar pasti menyelenggarakan Buka Puasa Bersama. Kita tahu di mana-mana BukBer seakan jadi sebuah keharusan. Sebuah trend di berbagai kelompok masyarakat. Walaupun sekilas apa yang dilaksanakan tampak sama, di bawah permukaan...Comments 1 Likes
-
Most CommentedBarusan saja saya membaca tulisan Kak Andy tentang Meninggalkan Catatan Perjalanan dan saya benar-benar setuju dengan semua yang kak Andy tulis bahkan menurut saya lebih dari itu. Saya ingat pertama kali menulis secara lebih rutin ketika diajak...7 Comments 21 LikesSambil kerja dari rumah, iseng-iseng saya coba download Radio.net di TV trus cari KLCBS. Tapi kemudian saya sadar saat ini di Bandung sudah lewat tengah malam, jadi tidak bisa buka. Akhirnya saya memilih lagu-lagu ringan yang mengingatkan masa...4 Comments 1 LikesSatu hal yang saya rasakan dalam usaha mentuntaskan kegiatan menulis setiap hari adalah berusaha untuk selalu jeli melihat segala sesuatu, melatih kepekaan, dan selalu berusaha terbuka menyerap banyak hal. Ini sama sekali tidak mudah! Sama...4 Comments 5 LikesBeberapa tahun silam, membaca tulisanLeo Babauta, pada websitenya; Zen Habits, tentang finding simplicity in the daily chaos of our lives. Terutama karena di rumah saja, tampak permukaan hari demi hari seolah berjalan baik. Mungkin karena chaos...4 Comments 8 LikesKehilangan sesuatu itu sangat manusiawi dan tidak dapat dihindari. Memang sangat menjengkelkan apalagi jika yang hilang itu benda yang sangat penting. Barusan saya masih mencari-cari barang penting yang sulit mencari gantinya. Token untuk online...9 Comments 5 Likes
-
Tag Cloud