Meditasi (Peace or Explotion)
hendrair
Tuesday November 4 2025, 10:25 AM
Meditasi (Peace or Explotion)

 Ngobras Ngobras Ngobras hmm...

Saya mengikuti acara ngobras 1 yang diadakan oleh Smipa pertama kali pada tahun 2025. Banyak insight baru yang saya dapatkan dari acara ini. Salah satunya adalah Meditasi yang lebih familiar di Smipa disebut Waktu Hening. 

Sebelumnya saya sudah pernah melakukan meditasi ini namun dengan pemahaman yang kurang tepat. Ketika bermeditasi, pikiran mulai berdatangan dan gentayangan seperti roh halus kesana kemari. Pikiran terbang ke masa lalu dan masa mendatang. Saya merasa kesal ketika pikiran ini tidak bisa tenang dan fokus. Alhasil setelah selesai bermeditasi suasana hati menjadi ya kesal, marah dan lelah karena disibukan dengan usaha menenangkan pikiran. 

Beruntung sekali setelah selesai acara Ngobras saya berkesempatan untuk berbicara dengan mentor kita bersama Kak Andy =D. Entah apa yang terbesit didalam benakku, tiba-tiba saya menanyakan tentang meditasi. How to..? Thanks again to Kak Andy yang telah memberikan pencerahan tentang bagaimana sih pengalaman beliau dalam bermeditasi.

Pada dasarnya kita tidak bisa menSTOP pikiran kita untuk bekerja sama halnya dengan jantung dan organ tubuh lainnya. Kenapa kita tidak pernah meminta paru-paru kita untuk berhenti bekerja di saat meditasi seperti halnya pikiran kita? Karena organ kita yang satu ini agak BERISIK!!! 

Ketika pikiran berdatangan tanpa henti, tugas kita cukup Mengamati pikiran tersebut. Jangan menilai, jangan melibatkan perasaan atas kejadian tersebut. Cukup Amati saja. Dan benar perlahan pikiran mulai tenang seperti langit cerah tanpa awan. Asyik juga yah ternyata ngahuleng teh hehe...

Meditasi membuat kita tenang atau malah terjadi ledakan?

Kebanyakan orang mengira bahwa meditasi adalah proses untuk menenangkan diri. Tidak dengan saya!!! Setidaknya untuk sekarang. BOOM Dar Der Dor begitulah perasaan saya saat melakukan meditasi. Perasaan marah, kecewa, takut, gelisah, sedih semuanya bermunculan tanpa henti. Pikiran tenang namun dada ini penuh sesak dengan berbagai macam emosi. Fenomena apalagi ini??!! 

Saya berusaha terus mengamati emosi yang timbul namun badai itu tak kunjung mereda sampai tak terasa waktu 1 jam berlalu dan terpaksa meditasi harus saya akhiri karena suku singsireumeun =D.

Berhari hari saya jalani meditasi dengan fenomena yang sama pagi siang malam. Penasaran apa  yang sedang terjadi? Akhirnya saya kembali bertanya kepada Kak Andy, ternyata itu adalah proses "detox" dimana emosi emosi lama yang sudah bertumpuk bertahun tahun kembali muncul ke permukaan mengantri untuk di didengarkan, diakui dan disembuhkan luka dari hati kita.

Walaupun sampai saat ini saya masih merasakan fenomena ini tapi saya akan terus melanjutkan perjalanan proses ini. Terima kasih Kak Andy, Smipa, Kak Fajrin, Kak Sanya yang sudah membantu saya untuk sanggup menjalani proses ini. 

Disclaimer: Apa yang saya share diatas hanyalah pengalaman seseorang yang baru mengenal meditasi selama 2 minggu dan belum tentu benar adanya. 

bangkit
@bangkit   2 months ago
Tidak ada yang kebetulan ya pak
hendrair
@hendrair   2 months ago
Betul Pak Bangkit. Semua yang terjadi membawa pesan penting untuk kehidupan kita 👍
Andy Sutioso
@kak-andy   2 months ago
Terimakasih sudah berbagi prosesnya Hendra 🙏🏼😊
firdabilqis
@firdabilqis   2 months ago
Seru banget baca pengalaman yang ditulis Pa Hendra. Tadinya sudah terlarut dengan ceritanya eh tiba-tiba plot twist ada komedi dengan suku singsiremeun :(