Senin lalu, sehari setelah Imlek, saya dan kak @lyn-kuwandy berkesempatan untuk gowes bersama kak Mamat dan kak Yanti. Seperti judulnya, gowes kali ini memang menuju ke arah Barat. Walaupun sudah lama berkeinginan untuk gowes ke arah Barat, saya belum punya kesempatan dan baru kemarin ini keinginan itu jadi kenyataan.
Kita tahu di sisi barat Bandung ada waduk Saguling yang bersisian dengan Kota Baru Parahyangan. Dari berbagai obrolan, saya mendengar daerah itu asik dijelajahi dengan bersepeda. Sejauh ini saya baru pernah bersepeda di dalam area KBP. Enak memang jalur sepedanya. Karenanya kalau akhir minggu, KBP jadi dipenuhi para pegowes.
Nah kali ini kak Mamat mengajak kami semua untuk masuk ke jalur rahasia. Jalur yang sebelumnya sangat sepi karena belum banyak dikenal. Tapi ka Mamat memang terakhir ke sana dua tahun yang lalu. Hari ini kita berempat menggoweskan kaki, meluncur ke sana. Seperti dijanjikan, perjalanan berangkat sangat menyenangkan - salah satunya karena jalan cenderung turun... Lalu lintas juga belum terlalu ramai. Asik banget. Kak Yanti memimpin di depan dengan sepeda lipat kuningnya - dengan ban yang sebetulnya untuk digunakan di jalan raya. Sampai di satu titik kami sampai di Saguling dan berjumpa dengan pengalaman unik, menyeberang menggunakan 'rakit'. Wah ini seru sekali...
Tulisan ini tentunya nyambung dengan tulisan kak Mamat yang judulnya Kembali Mengayuh. Kisah selanjutnya terlalu panjang untuk diceritakan dan jangan-jangan malah jadi spoiler - mudah-mudahan yang penasaran malah berminat untuk gabung dan gowes bareng ke sana lagi. Dengan senang hati kami akan menemani kembali ke sana.
Setiba di tujuan, kami duduk di atas rumput dan mengeluarkan bekal yang kami bawa ke sana. Pemandangan Saguling yang hening terbentang di hadapan kami. Langit yang sedikit mendung terbuka lebar di depan ruang pandang kami. Rasanya luar biasa. Yang di luar dugaan adalah bahwa tempat itu tidak lagi tempat yang sepi dan belum diketahui banyak orang.
Tempat ini bukan lagi sebuah tempat rahasia - karena sudah banyak yang datang ke sana, beberapa pesepeda dan cukup banyak orang yang bermotor dan nongkrong-nongkrong di sana menikmati suasana yang ada. Di jaman internet dan media sosial, tentunya sangat sulit menjaga sesuatu agar menjadi tidak terlampau publik. Masalahnya, begitu satu tempat ramai dikunjungi, yang terjadi tempat itu jadi rusak dan serba kotor, belum lagi juga jadi berisik dengan segala hiruk pikuknya aktivitas manusia. Masyarakat kita - entah kenapa sangat gandrung dengan keriuhan - dan sepertinya sangat enggan berjumpa dengan keheningan. Sepertinya kita berempat punya kesukaan yang sama, mencari tempat-tempat yang masih hening dan menyejukkan hati .
Tapi Senin kemarin, kami beruntung bahwa suasana masih cukup hening dan lengang. Tidak berisik dan masih sangat bisa dinikmati. Saguling juga tampak bersih dan indah dipandang. Pendek kata, gowes kami ke barat jadi pengalaman yang sangat membahagiakan.
Kembali ke titik berangkat, kami menutup perjalanan dengan makan kupat tahu petis - yang maknyus tenan. Gowes go west kali ini sangat berkesan. Terima kasih banyak buat kak @matheusaribowo dan @yantisuryanii7 yang sudah menemani kami ke sana. Semoga bisa berulang lagi di kesempatan lain. Salam.
Dengan senang hati, Kak Andy. Kami pun senang sekali bisa "go west" lagi hehehe