Masih nyambung sama pertemuan Bukan Ngobras tapi Tetap Ngobras beberapa hari yang lalu. Pagi ini saya baru punya kesempatan untuk menuliskan catatan tentang pertemuan kemarin - secara spesifik dalam konteks menrancang pijakan - dan kerangka (framework) agar pertemuan Ngobras di waktu-waktu mendatang bisa tetap bebas - tapi tetap terstruktur dan terarah - sesuai tujuan yang diharapkan.
Jadi dari lima forum Ngobras yang sudah sempat digulirkan, ditambah berbagai proses yang kita masing-masing jalani secara individu ada beberapa hal yang jadi catatan bersama.
Menyadari betul bahwa tema besar Kesadaran - yang sangat terkait dengan dengan ranah Spiritualitas adalah sesuatu yang tidak banyak ditemukan di berbagai ruang di masyarakat. Kenapa demikian, saya pikir salah satu alasannya adalah karena menempatkan topik-topik ini menjadi satu bahasan bersama juga sangat sulit. Bukannya tidak mungkin, tapi perlu pendekatan yang pas dan menggulirkannya juga perlu sangat berkesadaran.
Catatan penting di sini adalah karena kita semua - dididik dan tumbuh dibesarkan di tengah peradaban yang sangat timpang mengolah kesetimbangan antara olah rasa dan olah pikir. Tidak banyak dari kita yang punya kemampuan untuk mengelola hal-hal ini dengan baik - setidaknya kebanyakan dari kita perlu upaya ekstra. Saya pikir hal yang sama juga sedang kita hadapi bersama di Rumah Belajar Semi Palar - untuk bisa menggulirkan forum Ngobras agar menjadi kebaikan dan kebermanfaatan yang diharapkan - dalam rangka mendampingi tumbuh kembang anak-anak kita - menemukan bintang mereka masing-masing.
Inilah yang menggaris bawahi judul yang saya pilih di atas ini. Topik kesadaran adalah sesuatu yang terkait dengan ruang batin. Untuk mencapainya manusia harus menemuikan dan membuka kunci, melampaui gerbang dan melewati lorong-lorong pikiran manusia yang sempit dan berbelit-belit - untuk bisa sampai ke ruang batin yang luas dan tidak berbatas. Dalam pemahaman saya, ini adalah tantangan terbesarnya.
Kemudian dari berbagai catatan, eksplorasi, proses belajar serta upaya memahami tentang ini, pertanyaan saya mengerucut ke satu hal, bagaimana kita menemukan suatu konsep (pijakan pemikiran) yang bisa menjadi kunci kita membuka gerbang pemikiran dan membantu kita agar tidak terjebak di labirin pemikiran kita - dan membantu kita segera sampai ke ruang batin yang kita tuju. Tentunya secara konseptual kita juga perlu memahami apa itu batin, jiwa dan kesadaran - melalui kerja pikiran kita. Karena sepertinya hal ini tidak terhindari - sebagai mekanisme biologis / jasmaniah manusia.
Yang saya bayangkan. dalam konteks fisiologis, kita perlu belajar membawa berbagai stimulasi panca indera kita, lalu dari seluruh tubuh masuk melalui batang otak, lalu berbagai pikiran dan emosinya terus dibawa melewati amygdala, menembus otak limbik kita, lanjut ke otak depan (Neo Cortex) sampai bisa mengaktivasi Pineal Gland yang kita pahami sebagai organ neuro transmitter (antena) manusia yang menghubungkan manusia dengan dimensi kesemestaan.
Saya pikir kalau hal kedua pijakan ini sudah kita bisa temukan, konsep berpikir yang tepa (walaupun masih di ranah kerja pikiran) bisa membantu kita lebih mudah masuk ke ranah kesadaran.
Jadi dari proses pencarian saya inilah saya mencoba menempatkan salah satu video - dari salah satu kanal yang sepertinya cukup menjanjikan untuk menjadi jawaban terhadap kebutuhan kita di forum Ngobras ini. Sang guru akan hadir saat muridnya sudah siap. Saya meyakini itu. Mudah-mudahan semesta menjawab pencarian kita lewat konten-konten yang ditampilkan di kanal ini - di saat ini. Semoga tulisan dan video ini bermanfaat.
Photo by Francesco Ungaro: https://www.pexels.com/photo/blue-and-orange-wooden-pathway-96420/
Kak Andy, kenapa saya kalau pake tautan ke laman lain, kok ngga muncul garis biru ya? Jadi bikin org gatau kalau itu bisa diklik
Harus manual Dini... insert Link, select text colour, bold dan underline. 🙏🏼
Oalaaahh... Soalnya kalau masih di ruang edit sih muncul garis biru, tp pas dipost kok ilang. Ternyata manual yaa