AES904 Bukan Kesimpulan
Andy Sutioso
Friday January 9 2026, 10:58 AM
AES904 Bukan Kesimpulan

Ini hanya catatan kecil saja dari proses belajar kakak-kakak dan persiapan pembelajaran semester 2. Hari ini saya diberi kesempatan menggenapi proses pembekalan yang sempat di gulirkan di TP21. Di minggu perencanaan awal semester  kemudian di pembekalan yang kami laksanakan di Lembang. Waktunya singkat, jadi saya dikondisikan untuk memfokuskan diri terhadap topik yang akan dibawakan. 

Masih tentang No Ordinary Time, berpijak dari momentum pergeseran tingkat kesadaran yang dipantik oleh siklus kosmik yang berdurasi ribuan tahun. Kita semua berada tepat di dalam proses ini. Proses besar yang tidak kasat mata, tapi sangat signifikan dan akan mendorong berbagai perubahan besar di dalam kehidupan manusia. 

Saya sebut ini season 3 dari judul di atas, No Ordinary Time. Sesi kami buka dengan meditasi yang dipandu aplikasi Miracle of Minds nya Sadhguru. Aplikasi yang mengingatkan kami bahwa kita adalah makhluk spiritual. Mantra-nya sederhana, I'm not the Body, I'm not even the mind. Diucapkan berulang-ulang di sepanjang durasi meditasi yang dilakukan - supaya kita ingat terus dan bisa menjaga jarak antara diri yang kita sejati dengan badan dan pikiran kita. Mungkin ini yang dimaksudkan dengan intensi (intention) oleh @winduyuga

Selebihnya memang diskusi pagi tadi hanya membicarakan satu pertanyaan. Mudah-mudahan pertanyaan ini cukup esensial untuk mendorong kakak-kakak merenungkan apa dan bagaimana itu kesejatian diri manusia.  

WhatsApp Image 20260109 at 8.50.03 AM.JPG

Dari situ kakak-kakak diajak untuk bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dalam kelompok. Saya berpindah-pindah kelompok dan mencoba menangkap apa yang dibicarakan kakak-kakak. Singkat kata saya senang mendengarnya. Berbagai hal yang diungkapkan oleh kakak-kakak pencarian dan perenungan kakak-kakak terkait hal ini sudah cukup jauh. Beberapa juga sudah menemukan hal-hal yang terpenting dari apa yang kita coba perbincangkan. 

20260109_084724.jpg 20260109_084749.jpg

Tidak punya waktu panjang, hanya 20 menit - yang sepertinya sangat singkat untuk obrolan ini. Tapi tujuannya hanya ingin memantik pemikiran dan perenungan, lebih jauh lagi semoga jadi dorongan juga untuk kakak-kakak terus berusaha menemukan kesejatian dirinya. Bagaimanapun Menemukan Bintangku adalah kurikulum pendidikan di Semi Palar yang bukan sekedar slogan - tapi merujuk pada proses spiritual yang perlu kita semua lakukan. Bukan hanya untuk teman-teman kecil tapi untuk kita semua juga, para pendidiknya. Menjadi orangtua dan menjadi guru yang berkesadaran. 

Video yang kami saksikan bersama ada di bawah ini. Saya tempatkan di sini, supaya bisa jadi referensi bersama tentang apa itu kesadaran, bagaimana itu spiritualitas yang sering kita jadikan wacana di Rumah Belajar Semi Palar. 

Tidak terasa waktu untuk sesi saya kemarin segera habis. Saya menutup dengan menekankan bahwa apa yang disampaikan di sini, dilihat dan diperbincangkan adalah Bukan Kesimpulan. Saya bersepakat dengan pandangan kak @diki-muhamad-noor bahwa hal ini adalah sesuatu yang tidak bisa diajarkan. Harus ditemukan sendiri - di dalam ruang hening batin kita masing-masing.

Saat menuliskan esai ini, entah kenapa ada kelegaan tersendiri. Sangat terasa. Bahkan saat menutup pertemuan kemarin dengan doa. Ada perasaan sangat berbeda yang saya tidak bisa jelaskan. Semoga juga terasa bagi semua yang hadir di Pendopo Semi Palar kemarin. Setidaknya di titik ini, hal terpenting dalam pendidikan holistik di Semi Palar sudah tersampaikan kepada kakak-kakak. Kesadaran tentang penemuan diri yang sejati... Menemukan Bintangku. Makna terdalamnya ada di sana... Terima kasih buat semesta. Terima kasih buat semua guru spiritual saya yang hadir dalam kehidupan saya. 🙏🏼🙏🏼🙏🏼

Lei
@lei   4 days ago
ah keren sekali smipa dan para kakak 🙏🏻 smg jd pondasi yg makin kuat utk bersama2 mengarungi semester depan dan seterusnya.