AES02 KREATIVITAS MURNI
ikwiguna
Thursday August 5 2021, 11:52 AM
AES02 KREATIVITAS MURNI

Revolusi Industri 4.0 telah hadir di tengah-tengah kita. Penggunaan teknologi & sistem informasi yang terintegrasi kini menjadi kebutuhan mendasar kita semua. Transformasi digital kini bukanlah merupakan suatu proyek, melainkan suatu lifestyle. Salah satu ciri Revolusi Industri 4.0 adalah adanya fenomena VUCA, akronim yang berarti volatility (volatilitas), uncertainty (ketidakpastian), complexity (kompleksitas), dan ambiguity (ambiguitas), kombinasi kualitas yang jika digabungkan mencirikan sifat dari beberapa kondisi dan situasi yang sulit. Istilah ini juga kadang-kadang dikatakan untuk kata sifat: mudah menguap, tidak pasti, kompleks dan ambigu.

Untuk sukses di jaman Revolusi Industri 4.0, para ahli merumuskan 10 (sepuluh) hal yang perlu dikuasai, antara lain; 1. Complex problem solving, 2. Critical thinking, 3. Creativity, 4. People management, 5. Coordinating with others, 6. Emotion intelligence, 7. Judgement & decision making, 8. Service orientation, 9. Negotiation, 10. Cognitive flexibility. Creativity/kreativitas adalah salah satu hal yang menjadi kunci sukses di jaman Revolusi Industri 4.0. Dalam KBBI, kreativitas didefinisikan sebagai kemampuan untuk mencipta atau daya cipta. Kemampuan mencipta sesuatu yang baru atau original dikatakan sebagai Kreativitas Murni.

Dari manakah sebuat Kreativitas Murni itu datang? Menurut para ahli dan orang bijak, Kreativitas Murni dikatakan datang dari dimensi “Beyond Mind/Beyond Memory”. Dapat diartikan bahwa Kreativitas Murni hadir dari sebuah proses yang memerlukan fokus/konsentrasi  dan keterlibatan secara total (total involvement), proses meditative. Dengan sebuah proses yang dilakukan dengan penuh dedikasi dan kesungguhan, akan melahirkan sesuatu yang bermakna (significance).

Pesannya kepada kita adalah apapun yang kita lakukan/kerjakan, dimanapun dan kapanpun, apakah itu passion kita atau bukan, maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh dan penuh dedikasi, dengan konsentrasi penuh dan menjiwai, maka dari proses itu, akan lahir sesuatu yang signifikan. Jika kita berhasil melakukannya, maka dikatakan kita telah berhasil membangun The Power to Create.

Andy Sutioso
@kak-andy   4 months ago
Tulisan ini asik banget - karena mengaitkan kreativitas dengan praktik2 meditatif. Saya juga lagi belajar tentang ini Ketut... ternyata kecerdasan yang tak berbatas itu ada di dalam diri bukan ada dalam otak (beyond thoughts) dan hanya bisa diakses melalui praktik2 meditatif.
ikwiguna
@ikwiguna   4 months ago
Intelek itu hanya salah satu dimensi mind. Dalam ilmu pengetahuan yoga, ada 16 dimensi mind, namun untuk memudahkan pemahaman, biasanya ada 4 yg paling sering dibahas, dalam yoga disebut sebagai citta (pure intelegence), budhi (intelek), manah (all memory in our body), dan ahangkara (ego/identity). Budhi (intelek) disini, berbeda dengan Budhi Sattwa/kebijaksanaan yg juga disebut sebagai Cosmic Intellegence, dimensi mind yg lain.
You May Also Like