Salam damai buat semua, Damai di hati, damai di bumi. Kalau dalam bahasa Inggrisnya sering kita dengar, Peace on Earth, Goodwill to Men. Tapi saya lebih suka kalimat yang pertama. Nanti saya jelaskan di bawah ini. Memang pesan Natal buat saya yang paling mendasar adalah tentang kedamaian. Karenanya saya agak kurang suka mendengar istilah perayaan Natal. Saya selalu suka apa yang dibilang kang Aat tentang mengkhidmati, mengambil hikmah dari suatu peristiwa besar dan merefleksikannya ke dalam diri kita.
Perayaan, identik dengan hura-hura. Padahal kelahiran Yesus di kandang domba di pinggiran kota Nazareth sangat mensimbolisasikan kesederhanaan. Hanya ada Yesus, Bunda Maria dan Yosef. Yesus ditempatkan di palungan (tempat makanan ternak) dikelilingi hewan ternak, sapi, domba yang ada di kandang itu. Saat itu dikisahkan Yosef dan Maria tidak bisa mendapatkan penginapan untuk bermalam. Memang jaman itu belum ada aplikasi android, kita bisa booking jauh-jauh hari secara online untuk mendapatkan penginapan. Alhasil Yesus dilahirkan di tempat yang sangat sederhana. Jadi esensi Natal adalah kesederhanaan. Yang kedua adalah makna keluarga. Saya pikir kalau kita bisa memaknai kedua hal itu, kita menemukan makna Natal yang sesungguhnya.
Dari kalimat di atas itu ada hal menarik juga yang bisa disimpulkan, bahwa Damai di Bumi hanya bisa terjadi kalau setiap individu manusia bisa menemukan damai di hati. Semua mulai dari dalam. Kalau setiap individu di bumi menemukan dan merasakan damai dalam hati mereka, tidak akan ada hasrat atau keinginan untuk memulai konflik apapun bentuknya. Lalu apa sih artinya damai, saya mengartikannya secara sederhana, bahwa damai adalah situasi di mana tidak ada sesuatupun yang mengganggu kita. Bahkan juga diri kita sendiri sekalipun. Seringkali diri kitalah yang membuat kita tidak menemukan kedamaian. Pikiran, emosi kita sendiri yang mengganggu kita. Kembali saya mengutip kata-kata Sadhguru yang buat saya mengena banget, kalau saat sendirian kita sendiri gelisah, berarti kita bermasalah dengan diri kita sendiri...
Selamat menemukan kedamaian buat teman-teman yang sempat membaca tulisan ini. Bukan hanya di hari Natal yang jadi hari besar Umat Nasrani, bertepatan dengan kelahiran Yesus. Kembali ke kalimat di atas, Damai di hati, damai di bumi. Buat yang 'merayakan' Natal, semoga bisa menemukan makna yang terdalam. Salam damai saudaraku semua.
Selamat Natal untuk Kak Andy dan teman-teman semua yang 'merayakan'. Damai di hati, dami di bumi. 🙏
Btw, biasanya saya tidak akan mengomentari saltik...tapi yang di atas, sepertinya cukup membuat dahi berkerut, Kak Andy...hahaha. Pada kalimat ketiga paragraf ketiga, tertulis "...dan merasakan damai dalah mati mereka," seharusnya "...dan merasakan damai dalam hati mereka," (letak m dan h tertukar).
Selamat pagi. Terima kasih Ahkam. Sudah saya koreksi. Haha sudah larut malam soalnya. Harap dimaklumi ya. 🙏🏼 Salam damai.
Selamat Natal Kak Andy.