Kalau ditanya apa kunci terpenting dari sebuah proses pembelajaran, jawaban saya adalah ini: kepenasaranan. Mungkin ini mirip-mirip dengan curiosity (keingin-tahuan), tapi menurut saya rasa penasaran itu derajatnya lebih tinggi. Bukan sekedar ingin tahu tapi juga ada gemesnya, ada gregetnya, ada dorongan yang lebih besar untuk menemukan jawaban atas apa yang menjadi sumber keingin-tahuan dia. Jadi salah satu kunci terpenting menggulirkan pembelajaran adalah memunculkan kepenasaranan anak terhadap apa yang akan dijumpainya sebagai sebuah objek pembelajaran - apapun itu bentuknya.
Nah kalau kuncinya udah ketemu, pertanyaan bagi kita para pendidik di sekolah (para guru) adalah bagaimana memunculkan kepenasaranan itu. Saat para guru bisa memantik kepenasaranan ini, langkah awal proses fasilitasi sudah terjadi. Anak-anak memunculkan motivasi dan keinginan untuk terus mencari, bertanya, mengamati, mengeksplorasi, mengambil kesimpulan dan seterusnya. Selanjutnya, para guru tinggal menjaga arahnya, eksplorasinya dan membantu para murid menemukan jawabannya.
Dari sisi lain, kepenasaranan ini adalah bentuk koneksi yang sangat kuat. Seperti halnya orang jatuh cinta, menaruh hati pada seseorang, 'apapun' akan dilakukan oleh orang tersebut untuk mendapatkan respons dari orang yang disukainya. Mudah-mudahan ditangkap betul intinya bahwa membangun kepenasaranan adalah membangun koneksi dari si pembelajar terhadap objek yang sedang dipelajarinya. Semoga tips ini bermanfaat. Selamat mencoba.
Photo by Monstera Production: https://www.pexels.com/photo/curious-ethnic-child-examining-chemical-instruments-in-studio-5063450/