Setelah lebih dari satu setengah tahun rutin gowes setiap akhir minggu, rutinitas itu terhenti sejak lebih dari satu bulan lalu. Awalnya memang karena harus pergi ke luar kota. Tapi kemudian ada musibah kecil yang menyebabkan luka di kaki saya (soal ini agak lucu kalau dikisahkan - tapi ga penting lah ya... 😊). Ini juga jadi kendala buat rutinitas bersepeda saya.Â
Malam kemarin saya membersihkan sepeda saya yang berdebu dan menambahkan angin ke ban sepeda yang sudah lama tidak menginjak jalanan. Pagi tadi setelah berhasil melawan rasa enggan karena harus bangun pagi karena beberapa minggu terakhir ini biasa bangun lebih siang. Setelah saya bangun, saya kemudian berusaha membangunkan Rico untuk juga bersiap. Hmm, tidak mudah juga - tapi akhirnya dia bangun juga. Maklum ya sudah satu bulan lebih kami tidak banyak beraktivitas fisik tapi akhirnya kami berhasil membawa sepeda saya, menjejak kaki ke pedal dan mulai meluncur di jalanan.Â
Matahari hangat, jalanan tidak terlalu ramai. Tidak lama perasaan senang saat bersepeda segera saya rasakan kembali. Setelah lama berhenti gowes, di luar dugaan badan cukup OK di bawah ke jalur-jalur yang biasa saya jalani di akhir minggu. Jalur yang saya pilih tidak terlalu jauh - supaya menghemat waktu. Walaupun seru juga kalau gowes agak jauh, tapi biasanya menghabiskan banyak waktu. Gowes rutin saya tujuannya hanya olahraga, mengaktfkan badan, meningkatkan detak jantung, memaksa paru-paru untuk memompa oksigen lebih banyak keluar masuk paru-paru dan memaksa badan berkeringat. Walaupun gowes di kota, target saya biasa berkisar di angka 20 kilo meteran. Tentunya biar lebih semangat, diselipi sarapan enak. Fotonya saya simpan di bawah ini.
Sedikit promosi, ini bubur ayam enak banget. Bubur ayamnya kang Uus di Sanggar Mitra - Babakan Siliwangi. Ga bohong, karena banyak orang yang mencicipi bilang begitu. Ini salah satu menu sarapan saya setiap gowes akhir minggu. Apakah enaknya karena gowes saya kurang tahu, tapi monggo mampir dan mencoba sendiri. Suasananya di Babakan Siliwangi, teman-teman tau sendiri. Bandung beruntung punya hutan kota - walaupun tidak terlalu besar. Tapi setiap minggu pagi, setelah gowes, makan bubur ayam dan kopi hangat, di bawah naungan pohon-pohon besar dan suasana yang alami, wah mewah sekali... Menu alternatifnya, coba nasi goreng buatan teh Euis. Ini juga ga kalah jossnya. Entah kenapa saya tidak pernah bosan. Jadi ya ini catatan pendek - momen bahagia saya di minggu pagi ini... Sampai jumpa di tulisan berikutnya.Â