Tahun ini, tepatnya tanggal 21 September nanti, Semi Palar akan menginjak usia yang ke tujuh belas tahun. Sekilas terasa sudah cukup panjang - walaupun untuk sebuah sekolah, perjalanan Rumah Belajar Semi Palar belum terlalu panjang juga.
Dalam perjalanannya ini, ternyata apa yang diselenggarakan di Semi Palar - dalam bentuk proses pembelajaran atau berbagai kegiatannya cukup menarik perhatian berbagai pihak. Semi Palar pernah kedatangan guru-guru dari ujung Timur Indonesia - dari Papua, sempat ada juga guru-guru datang dari Kalimantan Barat. Entah dari mana mereka mendengar tentang Semi Palar, sebuah sekolah kecil di Bandung - yang banyak disebut sebagai sekolah yang aneh.
Tahun 2018, Semi Palar diminta untuk memberikan pelatihan bagi sekitar 50 lebih guru-guru TK PTPN wilayah VIII, sekolah-sekolah yang berada di berbagai lokasi perkebunan di Jawa Barat. Selama 6 hari kami bersama guru-guru PTPN tersebut belajar bersama untuk mengenal Pembelajaran Holistik, dan bagaimana proses pembelajaran seperti yang diterapkan di Semi Palar bisa digulirkan di berbagai lokasi sekolah mereka di berbagai lokasi dengan konteks situasi yang berbeda-beda. Ada yang di pesisir, ada yang di pegunungan, ada sekolah yang lingkungannya perkebunan teh, ada juga yang perkebunan sawit. Ada sekolah yang cukup besar - ada yang sangat kecil di mana kepala sekolah dan guru dijabat oleh satu orang.
Proses pelatihan digelar selama 6 hari dibagi dua kelompok besar. Saya dan kak Lyn memfasilitasi mereka belajar bersama. Kami berproses terus sejak pagi hingga sore hari - belajar tentang konsep, berdiskusi, melaksanakan berbagai workshop, berbagi, dan membuat karya. Yang tidak pernah lepas dari ingatan adalah semangat mereka berproses. Luar biasa.
Dalam kesempatan lain - di tahun yang sama. Semi Palar juga sempat mendampingi sekolah Linimasa, sekolah baru di kota Kuningan yang didirikan dengan cita-cita yang sama dengan Semi Palar, menjadi sekolah yang digulirkan atas prinsip-prinsip Pendidikan Holistik. Dalam prosesnya kami berdiskusi bersama para pendiri, Kepala Sekolah dan guru-guru Linimasa dan merumuskan Konsep Pembelajaran yang berangkat dari spirit dan keunikan Linimasa di lokasi tempat sekolah ini berdiri.
Tahun ini, kami kembali mendampingi sekolah Linimasa, melalui pelatihan dan pendampingan yang jangka waktunya cukup panjang, satu tahun. Kak Lyn bersama kak MJ dan kak Meita yang mengawal pelatihan ini. Mudah2an proses yang cukup panjang ini membawa kebaikan bagi para guru dan tentunya anak-anak yang belajar di Linimasa. Unit pelatihan ini adalah bagian dari rencana kami untuk memperbesar lingkup Semi Palar sebagai sebuah lembaga. Tujuannya agar lebih banyak pendidik yang mengenal Pendidikan Holistik - yang mestinya bisa diterapkan di manapun juga.
Walaupun Semi Palar adalah sebuah sekolah kecil, sedikit-demi sedikit ada hal-hal yang bisa kami bagikan dalam berbagai kesempatan. Dengan segala keyakinan atas kebaikan yang dibawa oleh Pendidikan Holistik, kami berharap bahwa ini jadi peran dan kontribusi positif Semi Palar untuk penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.