Memasuki minggu ke dua pembelajaran di TP18 ini, pemerintah Indonesia memprediksi puncak gelombang COVID akan datang di akhir bulan Juli atau awal bulan Agustus. Waktu-waktu itu jatuh di saat-saat sekarang ini. Di sepanjang masa pandemi, saya terus memantau grafik kasus aktif COVID-19. Sama halnya dengan beberapa waktu terakhir ini. Di dalam periode jeda, kasus aktif COVID-19 pelan pelan meningkat.
Masuk masa liburan pemerintah mulai memperketat beberapa peraturan, termasuk syarat bepergian dengan menggunakan transportasi umum. Salah satu syaratnya adalah vaksin ke 3 (booster) bagi yang akan bepergian dengan transportasi udara.
Hmm, saya membacanya pemerintah memang sangat berhati-hati untuk memastikan tidak lagi terjadi gelombang ketiga penyebaran COVID-19. Bebannya untuk perekonomian akan sangat berat - seperti yang terjadi di banyak negara. Karenanya walaupun secara pola grafik penyebaran masih sangat aman - dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, pemerintah saya nilai terlampau berlebihan dalam menetapkan pagar-pagar pengaman - protokol kesehatan terutama di masa liburan ini. Secara pola kita sudah hafal, bahwa setelah libur panjang ledakan penyebaran COVID sangat rentan terjadi. Masyarakat yang merasa terpenjara jadi melampiaskan segala kejenuhan dan kebosanannya di masa liburan. Hal ini yang seakan bertentangan dengan logika kita saat masyarakat terutama di lapisan ekonomi yang lebih lemah bilang bahwa ekonomi mereka sangat sulit, tapi semua tempat liburan terlihat penuh, masyarakat terutama kalangan yang tadi disebutkan memadati berbagai tempat wisata yang ada.
Semakin panjang pandemi berjalan, sebetulnya semakin mudah kita membaca pola, karena data-data sekarang sangat mudah diakses dari manapun juga. Kami sendiri di Semi Palar juga menerapkan ini. Membaca pola dalam hal menetapkan pengaturan-pengaturan terkait protokol kesehatan di masa pandemi ini. Semoga situasi terus membaik, karena polanya menyatakan demikian. Salam sehat selalu.