Entah kenapa pikiran saya melayang lagi ke kata-kata Aki Muhidin. Tapi kali ini bukan ke kata-kata nyaho, bisa, tuman dan seterusnya - tapi lebih ke kata-kata yang merangkai keseluruhannya : Can Tangtu. Saya pikir kata-kata Can Tangtu ini jadi sangat signifikan - di tengah rangkaian kalimat sederhana yang esensinya bisa betul-betul kita rasakan dan alami kebenarannya di dalam konteks pembelajaran di Semi Palar.
Mungkin selama ini kita masih lebih terpaku pada kata-kata nyaho, ngarti, bisa, tuman dan ngajadi. Tapi kata can tangtu menggaris bawahi bahwa untuk berpindah level dari nyaho ke ngarti - bukan proses yang otomati - definitif akan terjadi. Bukan sesuatu yang bisa dipastikan. Nah ini kan yang jadi tantangan. Kita perlu sadari betul - karena untuk ngajadi itu banyak variabel, banyak kemungkinan yang bisa terjadi - dan belum tentu kita sampai ke sana. Besar sekali tantangannya untuk sampai ke tingkatan ngajadi, being - menjadi manusia seutuhnya...
Hmm, ternyata hal ini menggaris bawahi juga obrolan saya kemarin siang bersama kang Aat Soeratin. Kesadaran adalah kata kuncinya. Kesadaran akan proses yang berkesinambungan tadi - bahwa kita tidak boleh berhenti di nyaho, harus terus mengupayakan - secara sadar untuk terus bergerak ke tingkatan selanjutnya, ke arah ngarti, selanjutnya bisa, lalu tuman dan mudah-mudahan kita bisa mencapai tataran ngajadi. Bukankah ini esensi pembelajaran - menjadi manusia seutuhnya, menjadi Human Being, menjadi manusia yang ngajadi. Saya pernah bertanya pada kang Wawan, apa terjemahan Bahasa Indonesianya Human Being? Kang Wawan menyebutkan istilah Insan Kamil.
Barusan saya google pengertian Insan Kamil, dari situs garuda.kemdikbud.go.id, diperoleh penjabaran bahwa Insan Kamil adalah manusia yang sempurna dari segi wujud dan pengetahuannya. Kesempurnaan dari segi wujudnya ialah karena dia merupakan manifestasi sempurna dari citra Tuhan, yang pada dirinya tercermin nama-nama dan sifat Tuhan secara utuh.
Mudah-mudahan tulisan ini menggaris bawahi juga bahwa belajar sepanjang hayat adalah proses yang penuh ketidak pastian (can-tangtu) karenanya perlu kesadaran yang terus diupayakan, berkelanjutan, berkesinambungan di sepanjang perjalanan kehidupan manusia. Salam.
Photo by Guillaume Meurice: https://www.pexels.com/photo/photography-of-fall-trees-1591447/