Judul di atas ini adalah judul buku legend, karya Leo Tolstoy. Saya pernah liat buku ini di rak buku milik ayah saya, tapi saya sendiri belum pernah membacanya. Kenapa muncul topik ini di sini, tentunya teman-teman tahu ya. Karena beberapa hari terakhir Rusia melakukan invasi ke Ukraina. Tolstoy sendiri setau saya orang Rusia. Jadi saya penasaran juga bagaimana pemikiran orang-orang Rusia terhadap perang dan damai. Suatu waktu memang buku ini perlu dibaca.
Obrolan saat makan malam kemarin antara kami dan Rico membahas tentang ini. Seperti beberapa posting Rico terakhir ini tampaknya perhatian @Rico sedang berpindah ke sana. Salah satunya ini, yang judulnya War. Oh iya, seingat saya jauh sebelum ada teman KPB @haegenquinston juga yang sempat membuat tulisan tentang Perang Korea. Silakan klik tautan untuk mempelajarinya.
Hari Natal kemarin saya sempat menulis esai juga yang nyambung tentang ini, judulnya Damai di Bumi, Damai di Hati. Semua orang berpikir, Putin ini ngapain sih? Ada apa di pikirannya dalam situasi dunia seperti ini sedang berhadapan dengan pandemi malah menginisiasi perang, menginvasi negara lain. Memang politik itu rumit. Namanya juga politik, pasti di belakangnya ada hasrat untuk menguasai sesuatu - apapun itu bentuknya. Tapi kembali ke judul tulisan tadi, kalau manusia merasakan damai di dalam dirinya, tidak akan muncul hasrat untuk merusak kedamaian yang ada di sekitarnya. Jadi sebetulnya judul esai saya itu terbalik, mestinya Damai di Hati, Damai di Bumi. Karena segala sesuatu muncul dari dalam diri manusia. Apa yang ada di luarnya adalah cerminan dari dalam diri manusianya.
Nyambung lagi seperti apa yang disampaikan abah Iwan tentang lingkungan hidup yang sekarang begitu rusak. Apa yang terjadi dan kita lihat di alam sekitar kita adalah cerminan alam batin manusianya. Entah apa yang bisa dilakukan untuk situasi yang terjadi di sana, semoga kebaikan dan kebenaran menjadi pemenangnya. Semoga umat manusia belajar dari apa yang terjadi jauh di sana, jauh dari kita. Bagaimanapun apapun yang terjadi dalam alam peradaban manusia hari ini adalah cermin bagi kita umat manusia hari ini. Salam damai.