AES714 You Are Perfectly Perfect
Andy Sutioso
Wednesday October 30 2024, 10:39 AM
AES714 You Are Perfectly Perfect

Pagi ini saya diminta oleh kak Asep dan kak Ana untuk berbagi bersama teman-teman kelompok Kecak (SD-6) tentang diri, tentang aku, tentang kedirian teman-teman Kecak. Topik yang penting di Rumah Belajar Semi Palar, karena belajar dalam pemahaman Semi Palar adalah proses panjang penemuan, pengenalan diri. Buat saya undangan seperti ini selalu menarik, karena ini juga jadi cara saya mengenali bagaimana teman-teman di Semi Palar berproses. 

Tapi pengalaman hari ini jadi menarik buat saya karena sambil mempersiapkan diri saya juga banyak dibawa ke proses refleksi. Terutama tentang manusia sebagai ciptaan Tuhan yang membawa keberagaman dalam fitrahnya. Di sisi lain anak-anak kita dibombardir oleh teknologi, melalui medsos dan lainnya. Dikendalikan pikiran dan emosinya melalui algoritme dan berbagai kecerdasan buatan yang digerakkan super computer, sehingga mereka jadi lupa, bagaimana menjadi diri sendiri sebagaimana Tuhan menciptakan kita satu demi satu. 

Saya mulai dengan mengajak teman-teman mengamati daun yang mereka ambil di halaman sekolah. Menyadari bagaimana satu demi satu berbeda. Sebagaimana mereka, sebagaimana kita semua manusia. Hari ini kita bicara tentang VIP. Very Important Person. Orang yang sangat penting. Siapa VIP bagi mereka. Sampai akhirnya mereka berkesimpulan bahwa VIP adalah diri mereka sendiri. Bukan orang lain. Bukan para influencer di medsos dan lainnya yang punya jutaan follower. Mereka sendiri, diri mereka masing-masing. Karena aku adalah seseorang yang sangat penting, tentunya kita perlu memberikan perhatian bagi diri kita masing-masing.  

Dari situ kami beralih memahami kenapa di Semi Palar mereka belajar dengan cara yang berbeda. Sebagaimana daun-daun diciptakan berbeda, demikian pula kita masing-masing. Tuhan menciptakan diri kita dengan keunikan diri. Hal inilah yang perlu kita amini, syukuri dan hormati sepenuhnya. Caranya bagaimana? Dengan menjadi diri sendiri dan mencintai diri sendiri. Sesederhana itu. Di akhir pertemuan saya mengajak teman-teman Kecak untuk melihat filem pendek di bawah ini yang menggambarkan seorang anak perempuan sedang bercermin dan berbicara dengan dirinya sendiri. Kalimat penutupnya sangat mengharukan "I want to be like you, forever". Ya, tentunya, karena akulah orang yang terpenting dalam kehidupanku. Salam Smipa. Semoga tulisan ini bermanfaat.