AES610 Volunteering
Andy Sutioso
Wednesday January 10 2024, 6:38 AM
AES610 Volunteering

Ini bukan cerita tentang saya tapi tentang pengalaman kedua anak saya, Inka dan @rico yang sekarang sedang berdomisili di Jerman. Beberapa hari di sekitar Natal masuk pesan di grup keluarga kami bahwa daerah di sekitar tempat tinggal mereka di Hanover dilanda banjir. Ya bukan hanya di Indonesia yang suka banjir, banyak tempat di dunia di negara-negara maju sekarang banyak bencana. Penyebabnya kita sudah tahu, krisis iklim, global warming... 

Di bawah ini foto saya ambil dari situs GFZ German Research Center for Geo Sciences dari posting berita di awal tahun ini. Foto ini di daerah tengah utara Jerman - jadi tidak di sekitar Hanover. Karena curah hujan yang di atas normal, daerah di sekitar Hanover tergenang air - dari foto yang ada cukup parah, setidaknya daerah yang terdampak cukup luas juga. 

csm_20240105_Haren0227122023_FlugschuleDankern_8665b211f3.jpg

Banjir di daerah tengah - utara Jerman

WhatsApp Image 20240107 at 18.51.36_b1e79255.jpg

WhatsApp Image 20240107 at 18.51.37_755d3349.jpg

Inka, Rico dan Sascha - di tengah kesibukan Volunteering Darurat Banjir

Tapi saya ingin cerita tentang bagaimana kedua anak saya melibatkan diri dalam kegiatan volunteering sebagai bagian dari tim pemadam kebakaran (Feurwehr). Kenapa bisa begitu, kebetulan Sascha, suami dari Inka anak saya yang besar adalah komandan dari skuad pemadam kebakaran di desanya. Tahun lalu, Inka juga sudah mengikuti pelatihan dan sudah jadi bagian dari skuad pemadam kebakaran yang sama. Rico kebetulan sedang liburan natal di rumahnya Inka dan karenanya diajak terlibat untuk membantu mengatasi keadaan darurat di sana. 

Lalu apa tugas mereka? Mereka mengisikan pasir ke dalam karung-karung untuk membantu mengatur aliran dan genangan air di banyak daerah. Kerja fisik tentunya, Rico bilang mereka bekerja berjam-jam (di Jerman saat ini sedang musim dingin) mengisikan ribuan karung pasir untuk dibawa dan ditempatkan di lokasi yang membutuhkan. Di samping itu mereka juga pergi ke rumah-rumah warga yang perlu dibantu karena rumahnya terendam air. 

Sebagai orangtua saya merasa bangga bahwa anak-anak saya memutuskan untuk terlibat di dalam kegiatan seperti itu. Ditengah peradaban yang sangat komersial dan serba itung-itungan, melakukan sesuatu tanpa imbalan jadi pengalaman yang sangat berharga untuk perkembangan diri mereka sebagai individu. Di sanalah kesadaran sosial, berbagi kebermanfaatan, belajar untuk ikhlas, belajar tenggang rasa dan berempati bisa tumbuh sesuburnya. 

Di sisi lain, kesempatan untuk kegiatan-kegiatan semacam itu di Indonesia tidak terlampau mudah juga untuk ditemukan. Di Hanover misalnya, Rico bercerita bahwa di sana ada tempat semacam Volunteering Center. Jadi komunitas-komunitas yang membutuhkan informasi dan bantuan untuk berbagai kegiatannya bisa mengkoordinasikan dan menginformasikan kebutuhannya di sana. Demikian tulisan saya pagi ini lagi mencari-cari ide tulisan dan teringat cerita dari Inka dan Rico di akhir 2024 lalu. Salam dan sampai jumpa di tulisan berikutnya. 

Photo by cottonbro studio: https://www.pexels.com/photo/close-up-photo-of-a-volunteer-id-6565756/