Minggu lalu saya mengajak kakak-kakak yang punya waktu luang untuk ngopi sore sambil ngobrol-ngobrol santai tentunya. Ide spontan - tentunya dadakan juga - jadi ala tahu bulat.
Ngapain? Apa tujuannya? Ya ngobrol aja. Berbincang, berbagi pikiran, bertukar cerita. Itu saja. Supaya lebih kenal. Karena tak kenal maka tak sayang. Gitu aja, simpel. Nah kata-kata kunci ini ngobrol, berbincang, bertukar cerita, lebih kenal, dan seterusnya, adalah kunci menangkap spirit Semi Palar yang disebut-sebut sebagai holistik.
Saya terus berupaya mencari cara dan kesempatan untuk melakukan hal-hal di atas. Yang notabene dalam keseharian di Semi Palar tidak mudah dilakukan karena pada umumnya kita semua memfokuskan diri melaksanakan tugas dan peran kita masing-masing.
Kali ini karena kebetulan sedang ada waktu, saya melontarkan ide di atas. NgoDak (Ngopi Dadakan). Karena dadakan saya tidak berharap banyak yang merespons juga - satu orangpun yang punya waktu luang, hayu kita derkeun. Kesempatan ini jadi kesempatan baik untuk melakukan hal di atas. Pertama kali melontarkan ide ini beberapa minggu lalu, yang merespons hanya kak Gio. Nah ini menarik karena memang saya tidak banyak punya kesempatan ngobrol-ngobrol dengan kak Gio. Akhirnya saya berangkat nebeng kak Gio ke tempat ngopi bareng. Tidak lama sesudahnya kak Tema juga bergabung, jadi kami bertiga ngobrol cukup panjang sampai sekitar waktu Maghrib. Betul, saya dapat beberapa cerita menarik yang datang dari kak Gio - dan ini membuat saya lebih mengenal kak Gio lebih mendalam. Terima kasih banyak kak Gio. Kak Tema tentunya juga hadir dengan berbagai perspektif dan cerita-ceritanya sendiri. Menariknya beberapa meja di sekitar kami terisi juga oleh beberapa orang yang sedang ngopi, tapi mereka sibuk dengan gawainya masing-masing. Sepertinya hanya kami yang betul-betul berbincang dan berbagi kisah...
NgoDak kedua yang saya sempat lontarkan juga direspon oleh dua orang kakak, kali ini kak Linda dan kak Fitri. Sama seperti sebelumnya, obrolan melibatkan kakak yang belum lama bergabung dan juga jarang ngobrol (kak Linda) dan kak Fitri yang sudah sering banget ngobrol . Tapi toh obrolan-obrolan kecil ini tidak pernah membosankan. Kali ini kita ngobrol mulai tentang kematian - sehubungan dengan kepergian ibundanya kak Linda, lalu tentang menangis, tentang pengalaman kak Linda di Semi Palar, paradigma yang berubah sejalan dengan prosesnya di Semi Palar, tentang keinginan kak Linda menyekolahkan putranya Kidung di Semi Palar, pengalaman kak Mpit yang serupa dengan kedua anaknya dan banyak lainnya. Apapun kami bicarakan, mengalir saja dan dari obrolan-obrolan semacam inilah koneksi dibangun di antara yang terlibat.
Membangun spirit ternyata dibangun lewat hal-hal seperti ini, melalui berbagai kisah kehidupan yang saling dibagikan dan kemudian mengikat kita satu sama lain yang sebelumnya tidak saling tahu - atau hanya kenal tipis-tipis saja. Semoga ini semakin jadi kesadaran bersama. Salam.
Photo by Arshad Sutar: https://www.pexels.com/photo/top-view-photo-of-coffee-near-tablet-1749303/