Ada koneksi yang tak terjelaskan secara logika antara manusia dan semesta. Koneksi ini mendalam dan bekerja dalam diam. Karenanya di tengah ritme kehidupan yang bekerja serba cepat hari ini, manusia tidak banyak menyadarinya, kecuali ia merasakan dan berusaha menemukan apa yang sebetulnya bekerja. Bagaimana aku dan semesta terkoneksi. Bukan hanya romantisme karena kagum melihat keindahan langit berbintang atau aurora yang bergerak melukis malam dengan kuasan cahaya, tapi karena ada sesuatu yang tidak mudah dipahami manusia, tapi ada... Terasa secara halus.
Konsep Makro Kosmos dan Mikro Kosmos bukanlah isapan jempol belaka - karena para leluhur kita di seluruh penjuru dunia sejak ribuan tahun lalu sudah terpesona dan terus berusaha memahami bagaimana sebetulnya koneksi itu ada dan bekerja di balik bekerjanya berbagai sistem kehidupan. Peradaban besar jaman dulu mendirikan bangunan-bangunan megah yang menggambarkan bagaimana mereka memandang koneksi ini sebagai sakral. Peradaban mesir kuno, Stonehenge di Inggris, Peradaban di suku Maya dan Inka, juga bangsa Jepang sangat menjadikan hal ini sesuatu yang sakral.
Justru saat ini kita manusia modern yang dibuat lupa, melupakannya atau entah apa alasannya - kita tidak lagi memahami soal ini. Kalau dulu hal ini menggariskan sesuatu yang sangat penting dalam peradaban dan alam kehidupan manusia, saya pikir hari ini ada sesuatu yang sesungguhnya signifikan yang justru hilang, terlupakan.
Saya pikir video di bawah ini sangat menjelaskan apa yang saya tuliskan di atas ini. Ada mekanisme yang menghubungkan kehidupan manusia sebagai mikro kosmos dengan apa yang terjadi di luar dirinya (makro kosmos) sebagai manifestasi dari berbagai hal yang ada di dalam diri manusia. Kuncinya kembali ke satu hal penting, kesadaran.
Seperti banyaknya kepingan pembelajaran yang sudah tertuliskan di Ririungan ini, tulisan ini juga salah satu kepingannya. Semoga bermanfaat bagi proses belajar kita bersama di Rumah Belajar Semi Palar - yang esensi belajarnya adalah belajar berkesadaran. Salam.
Photo by Benjamin Farren: https://www.pexels.com/photo/a-man-walking-on-empty-road-11767312/
Terima kasih tulisannya @kak-andy
Untuk memperkuat apa yang @kak-andy sampaikan, pada tahun 1957, 4 ilmuwan lintas
disiplin dari astrofisika, fisika nuklir dan astronomi, menerbitkan salah satu jurnal ilmiah paling berpengaruh dalam astronomi yang disebut B2FH paper atau Synthesis Of The Elements in Stars.
Jurnal ini menjelaskan bahwa semua unsur, termasuk unsur pembentuk tubuh manusia, dibentuk di interior bintang.
Singkatnya, semua unsur dijagat raya termasuk unsur pembentuk bintang, ada didalam diri manusia dan sebaliknya.
Jurnal ini mengkonfirmasi dari sisi science tentang konsep Jagat Alit Jagat Agung (Mikro dan Makro Kosmos).