Beberapa tahun lalu - di awal-awal guliran Rumah Belajar Semi Palar - saya dan kakak-kakak berkunjung ke Museum of Indonesia di TMII - yang notabene isinya sangat mengagumkan - salah satu muralnya memvisualisasikan gambar langit dan bumi Indonesia (Nusantara). Mural ini cukup sentral posisinya di museum itu sehingga sangat menarik perhatian. Kunjungan saya ini bersama kakak-kakak Smipa sudah cukup lama. Saat itu belum jamannya smartphone - jadi kami juga tidak banyak mengambil gambar. Saya ingat kami masih bawa kamera digital ukuran poket saat itu. Oh iya saya jadi ingat kami tidak diperkenankan memotret di dalam museum itu, jadi saya hanya merekamnya di dalam ingatan saya. Detailnya saya tidak ingat, tapi saya ingat betul satu konsep yang sangat berkesan bagi saya yang saya tuliskan di atas ini : Ibu Pertiwi dan Bapak Angkasa.
Sampai kunjungan saya waktu itu - yang saya ketahui adalah mengenai Ibu Pertiwi, yang banyak dikaitkan dengan Tanah Air kita. Di dalam bahasa Inggris - kita kenal juga Mother Earth. Tapi Bapak Angkasa adalah sesuatu yang baru buat saya. Saat itu yang saya ingat divisualisasikan di dalam mural itu adalah burung Garuda - yang jadi lambang negara Indonesia. Hmm, kebetulan tulisan ini saya tuntaskan bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. Yaa. nyambung-nyambung juga lah ya . Saya sendiri belum sempat menelusuri, dari mana konsep Ibu Pertiwi dan Bapak Angkasa ini hadir, tapi saat saya melihat kembali gambar ini, pemikiran di bawah ini jadi muncul dalam benak saya.
Konsep ini saya ingin kaitkan dengan proses kita belajar Human Design - dalam konteks kita memahami apa itu Manusia Seutuhnya. Mari amati gambar di atas ini, gambar yang sudah saya temukan bertahun silam, sangat berkesan dan saya simpan sampai hari ini. Di dalam gambar itu ada sosok manusia - berdiri di atas bumi dan dinaungi langit bertaburan bintang. Smipa banget ya .
Belakangan ini belajar dan berusaha memahami Human Design - saya ingin mengaitkan apa yang disampaikan oleh Sadhguru - bahwa manusia itu asalnya dari tanah. Segala sesuatu dari tanah, sebegitu pentingnya tanah yang kemudian lewat beragam proses, menjadi manusia dan segala apa yang ada di muka bumi ini. Komputer, pesawat luar angkasa dan apapun teknologinya yang sekarang ada dan berkembang asalnya dari bumi, dari tanah, yang kemudian dikonversi dimanipulasi jadi segala sesuatu yang kita lihat dan manfaatkan di dalam peradaban modern manusia.
Jadi fisikalitas (kejasmanian) manusia berasal dari tanah, dari bumi kita, tapi kita juga belajar bahwa rancangannya, cetak birunya berasal dari langit, dari angkasa dan hadir dari konstelasi bintang pada saat kita dilahirkan. Mudah-mudahan lewat esai pendek ini bisa ditangkap korelasinya antara Ibu Pertiwi dan Bapak Angkasa... Saya pikir ini sesuatu yang luar biasa, entah dari mana leluhur bangsa kita sudah bisa menemukan pemahaman ini dalam sudut pandang dan pola pikir mereka saat itu. Semoga tulisan ini bermanfaat. Salam.