Siang menuju sore tadi saya menyempatkan hadir di Semester Rewind, presentasi proyek akhirnya, teman-teman KPB K12. Sore tadi yang melaksanakan presentasi adalah Linus dan Denzel. Mereka sekarang di K-12, jadi sudah di penghujung jenjang KPB juga, walaupun masih menjalankan prosesnya di satu semester mendatang. Menyaksikan anak-anak muda ini memang selalu menarik. Saya selalu menyempatkan hadir di presentasi K-12, karena di sini, kita bisa melihat dan merasakan sejauh mana mereka berproses mengembangkan diri dan menemukan diri mereka sendiri.
Linus adalah salah satu yang berproses sejak jenjang KB (terima kasih koreksinya Vinca), dan tadi dia bercerita bagaimana proses yang dijalaninya satu semester lalu. Senang sekali mendengar Linus bercerita. Seru mendengarnya berkisah tentang dua proyek utamanya di semester ini. Yang pertama adalah Sinau, empat sesi kelas online dengan berbagai tema dengan mengundang narasumber yang berkompeten di bidangnya. Mereka mengumpulkan dana (besarnya sukarela) dari keikutsertaan peserta, dan empat sesi Sinau tersebut menghasilkan dana sebesar Rp. 2.300.000,- Keren ya. Lebih keren lagi, dana itu disumbangkan ke orang-orang yang membutuhkan. Mereka membelanjakan uang tersebut, membelikan makan siang dan beberapa bingkisan dan menyampaikannya pada petugas kebersihan dan warga lain yang membutuhkan di Semi Palar dan sekitarnya.
Kalau buat saya rangkaian proses ini WOW banget. Merencanakan dan menggulirkan empat sesi Sinau ini dalam waktu 2 bulan (kalau saya tidak salah) sudah pasti bukan perkara mudah. Tim K-12 sendiri tidak banyak, hanya lima orang. Hal ini juga dilaksanakan sambil mereka melaksanakan proses magang juga. Belum lagi kegiatan-kegiatan lainnya. Linus, bercerita dia punya banyak kegiatan juga di luar Smipa, dia aktif di gereja, di pramuka, belum lagi menjalankan usaha jualan sayur online dan lain sebagainya.
Ada satu kalimat keren yang saya dengar dari dia, bahwa semua yang dia lakukan ini adalah:"Ini gue banget!" Nah ini... Ini buat saya indikasi dari apa yang sering kita sebut-sebut sebagai penemuan diri. Melakukan segala sesuatu atas dasar minat dan kesadaran akan potensi dirinya, ini kan bukan sesuatu yang mudah. Dari Linus saya mendengarnya mengucapkan itu dengan yakinnya. Apresiasi saya buat Linus.
Di jaman sekarang ini, menjadi diri sendiri bukan hal yang sederhana buat Linus dan teman-teman segenerasinya. Terlalu banyak hal yang mendistraksi dan menjauhkan mereka dari jati diri mereka yang sejati. Jauh lebih penting lagi mereka juga merasa nyaman dan bahagia dengan diri mereka sendiri. Hmm, saya belum sempat bercerita tentang Denzel - tapi tulisan saya sudah cukup panjang dan hari sudah larut malam. Jadi semoga bisa disambung di lain kesempatan. Salam.
Terima kasih, kak Andy untuk apresiasinya... Mau revisi dikit.. Linus berproses sedari PG, yg sekarang disebut KB.. Kelompok bermain.. Itu jenjang awal yang Linus lalui dengan tidak mudah juga.. sama seperti melalui jenjang KPB sekarang ini..
Pesan aku buat Linus, meniru idealisme SMIPA, yang tidak ada ranking di kelas.. Pokoknya berusaha lakukan aja semua step secara maksimal.. Karena kita gak bisa menentukan nilainya berapa..