Salah satu video terpenting yang jadi bekal buat kami merancang berbagai pendekatan pendidikan di Semi Palar adalah video di bawah ini, dibawakan oleh Sir Ken Robinson, tentang paradigma pendidikan. Sir Ken yang meninggal beberapa waktu lalu, banyak menjadi referensi bagi kami untuk memahami pendidikan secara lebih utuh dan menangkap esensi pendidikan yang semestinya dijadikan dasar bagi penyelenggaran pendidikan.
Dalam video di atas ini sir Ken menyoroti beberapa hal penting, salah satunya adalah bagaimana sistem pendidikan yang selama ini berjalan (di berbagai bagian dunia) dirancang untuk menjadikan murid-muridnya bagian dari satu sistem industri. Karenanya apa yang dihasilkan adalah manusia-manusia yang serba terampil, penurut, bisa berpikir tapi tidak terlalu bebas berpikir karena di dalam sistem pendidikan (sekolah) ditanamkan pandangan bahwa kalau kamu punya gelar, bisa bekerja dan kamu akan punya masa depan. Sistem persekolahan dirancang seperti sistem industri, yang juga tidak terlalu mengherankan karena saat sistem pendidikan ini dirancang, segala sesuatunya berakar dari era Revolusi Industri. Di dalam sistem itu standarisasi (termasuk test, ujian dan lain sebagainya) jadi komponen penting.
Tidak mengherankan bahwa keunikan individu - yang inheren dengan perbedaan atau keberagaman tidak banyak mendapat tempat dalam sistem pendidikan ini. Kreativitas individu tidak banyak dikembangkan, karena dalam sistem industri, pemikiran-pemikiran kritis dan kreatif akan banyak mengganggu sistem produksi yang seharusnya berjalan tanpa banyak gangguan.
Rumah Belajar Semi Palar berusaha bergerak diatas pijakan pemahaman yang berbeda. Tujuan pendidikan di Semi Palar adalah membantu anak menemukan bintangnya masing-masing - menemukan diri seutuhnya (potensi dan keterbatasan yang dimiliki setiap individu). Keunikan jadi kata kuncinya. Perbedaan dan keberagaman harus dirayakan. Ini sangat berbeda dari paradigma industrialis yang dijelaskan di atas tadi...
Yang perlu disadari bersama adalah bahwa sebagai sebuah sekolah, Semi Palar masih berada dalam lingkup sistem yang lebih besar. Sistem Pendidikan di Indonesia yang dikelola oleh Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, punya sistem yang mengikat kita sebagai sebuah sekolah yang beroperasi di Indonesia. Sampai sistem besarnya berubah dan bisa lebih mengakomodasi paradigma yang berbeda seperti yang kita miliki di Semi Palar, tentunya kita masih perlu menyesuaikan diri.
Tetapi kami melihat banyak peluang dan perubahan yang muncul yang didisrupsi oleh pandemi. Di bawah kepemimpinan mas Mentri Nadiem Makarim, banyak perubahan terjadi. Salah satunya dihapuskannya Ujian Nasional, munculnya konsep Merdeka Belajar, reformasi birokrasi, penyederhanaan administrasi keguruan dan lainnya. Perubahan-perubahan ini perlu waktu dan banyak enerji, karena Indonesia adalah negara besar. Ibarat kapal tanker yang mau mengubah arah, walaupun kemudi sudah diputar arahnya, perlu waktu cukup lama sampai kapal besar ini berubah arahnya. Mudah2an Indonesia masih konsisten dengan arah perubahan yang sedang ditujunya. Belum sampai arah yang ideal, tapi tujuan baru ini kami yakini jauh lebih baik dari apa yang selama ini berjalan.
Photo by Markus Spiske on Unsplash