Dulu saya pikir filsafat itu ga menarik. Sesuatu yang tidak terjangkau olah kebanyakan kita. Ternyata saya salah besar. Entah kenapa persepsi itu memang ada umum di masyarakat. Sampai suatu ketika saya memberanikan diri ikut Extension Course Filsafat di Unpar. Waktu itu temanya Filsafat Ketuhanan. Ada dua seri, masing-masing 14 sesi. Gara-garanya, saya lagi berusaha mencari jawaban - di Semi Palar itu bagaimana sebaiknya pendidikan agama diterapkan.
Wah ternyata sangat menyenangkan. Setelah itu saya masih ikut 2 seri lagi Filsafat Manusia, dan beberapa sesi lainnya. Setelah itu saya sempat membaca satu bagian dari bukunya John Dewey. Ada satu kalimat yang sangat menarik perhatian saya. Beliau menuliskan: "Children are the greatest philosopher". Kenapa begitu? Karena anak-anak itu sangat pandai bertanya. Mereka banyak sekali mempertanyakan hal-hal di sekitarnya.
Jadi sebetulnya, filsafat itu sederhana. Berfilsafat itu sekedar bertanya, bertanya dan bertanya lagi... Menemukan jawaban - sampai suatu titik kita sampai ke jawaban yang mendalam. Lewat bertanya itu kita bisa sampai ke pemahaman yang mendalam - tiba di suatu pemahaman yang filosofis.
Masalahnya, sistem pendidikan kita sudah mengkastakan persoalan ini. Jadi urusan filsafat adalah urusan orang-orang pintar. Untuk sampai ke tataran itu, kita harus belajar di universitas dan duduk di level S3 untuk bisa mendapatkan gelar PhD : Doctor of Philosophy. Di jenjang-jenjang yang lebih rendah, perkara filsafat jarang dibahas. Mungkin sistem memang dirancang seperti itu - supaya orang-orang yang berkiprah di level teknis ya tugasnya hanya bekerja saja, berpikir secukupnya dan jangan banyak bertanya. Parah banget kan sistemnya.
Mudah-mudahan teman-teman yang belajar di Semi Palar tidak demikian adanya, mereka terus diajak berpikir dan bertanya, karena proses belajar ya prinsipnya itu bertanya dan mencari tahu, menggali pemahaman dan menemukan pemaknaan - di sisi dalam maupun sisi luar dirinya. Jadi ya, mari berfilsafat, karena berfilsafat itu seru dan gak susah-susah amat juga. Filsafat juga sebetulnya keren kok, bukan hanya urusan profesor-profesor yang berkacamata tebal. Salam.