AES786 Tentang Overthinking
Andy Sutioso
Tuesday April 8 2025, 8:04 AM
AES786 Tentang Overthinking

Oke, mari menulis tentang ini, tentang berpikir yang berlebihan. Tentunya ini terkait juga dengan kerja pikiran manusia. Salah satu hal yang kalau belum kita pahami betul bagaimana cara bekerjanya, kita belum tentu paham juga bagaimana mengelolanya. 

Bagaimana manusia sangat mudah terjebak dalam kerja pikiran yang berlebihan. Kata overthinking saat ini mudah sekali ditemukan. Mungkin di satu dekade terakhir ini. Dulu saya ingat kata ini tidak banyak terdengar dalam percakapan sehari-hari. Bersamaan juga dengan merebaknya berbagai fenomena tentang Mental Health.

Tapi ada pertanyaan penting yang perlu jadi refleksi kita semua. Kenapa di dalam situasi kehidupan yang sudah sangat nyaman (sandang pangan papan tercukupi, tidak ada bencana, tidak ada perang atau ancaman lainnya) manusia modern justru banyak bermasalah dengan pemikiran-pemikirannya, bahkan dengan kesehatan mentalnya? Ini pertanyaan besar yang perlu menjadi bahan perenungan dan jadi bahan refleksi bagi kita semua. Apakah kita bisa menemukan apa penyebabnya.  

Di Smipa hal ini juga mudah ditemukan. Teman-teman jenjang SMP, orangtua bahkan kakak-kakak banyak menyebut soal ini. Hal ini jadi pemikiran saya. Saya juga mengamati hal ini terjadi di teman-teman di jenjang SD.

Dalam konteks Literasi Diri, hal ini jadi penting kita pahami. Banyak jawaban dan penjelasan saya temukan dari kanal di atas ini. Kanal yang menamakan dirinya Solace Fox. Kanal ini sangat banyak membahas tentang bagaimana kerja pikiran manusia. Menjawab banyak pertanyaan terkait pikiran manusia. Tentang over thinking, tentang kesadaran, tentang Ego, tentang keheningan dan hal-hal sejenisnya. 

Yang paling penting dipahami adalah overthinking adalah bukan sekedar problema psikologi manusia. Lebih jauh lagi hal ini menghalangi manusia untuk beralih ke dimensi spiritualitas. Manusia adalah human being. Bukan human doing. Pikiran adalah kerja pikir manusia, bagian dari proses psikologis. Ruang kesadaran tidak sama dengan ruang pikiran. Pikiran adalah seperti awan yang melintas di langit. Kesadaran manusia adalah langit tak berbatas yang melatarinya. Ruang kesadaran adalah ibarat samudera sedangkan pikiran manusia adalah serupa riak, ombak, gelombang yang terjadi di dalamnya. Tidak berhenti. Tapi ombak dan gelombang tidak bisa mendefinisikan luasnya samudera. Begitu kira-kira. Hal inilah yang harus disadari betul. Menyadari pikiran adalah kata kuncinya. Menyadari bahwa kita adalah bukan pikiran kita. Walaupun begitu kerja pikiran inilah yang membuat manusia tersesat dan terjebak di dalam sibuknya pikiran dan karenanya sulit beralih ke ranah kesadaran. 

Ini bukan perkara sederhana. Kalau sederhana mestinya tidak banyak manusia yang terjebak dalam over-thinking - kesulitan mengelola pikiran-pikirannya. Mari belajar dan menyadari tentang hal ini. Silakan cermati video-video di kanal ini, yang membantu kita memahami kerja pikiran manusia, kerja otak kita. Semoga tulisan ini bermanfaat. Salam. 

Photo by MART PRODUCTION: https://www.pexels.com/photo/a-frightened-man-sitting-alone-on-a-chair-8458898/