AES728 OSIS: Demokrasi, Organisasi dan Kepemimpinan
Andy Sutioso
Wednesday November 27 2024, 9:32 AM
AES728 OSIS: Demokrasi, Organisasi dan Kepemimpinan

Hari ini Pilkada serentak. Proses memilih kepala daerah yang akan memimpin kota atau propinsi beberapa tahun ke depan. Saya sendiri sedang agak skeptis terhadap proses demokrasi di Indonesia karena demokrasi kita sedang sakit. Terasa sejak Pilpres yang lalu. Bukan salah demokrasinya tapi perkara manusianya. Kalau bicara orangnya ya ujung-ujungnya bicara soal pendidikan. Pendidikan kita ga beres karena akhirnya menghasilkan pemimpin-pemimpin dan wakil rakyat yang ga keruan. 

Einwei, kembali ke Smipa aja deh. Kemarin saya bersama kak Robert dan kak Bayu diundang untuk jadi panelis debat dalam rangka pemilihan Ketua dan Wakil ketua OSIS SMP Smipa. Ini juga proses demokrasi untuk memilih pemimpin. Prosesnya sendiri jauh lebih sederhana, tapi yang jauh lebih penting adalah esensinya, juga spirit yang dibawa di dalam proses di OSIS ini. 

Sempat dibahas di dalam kegiatan kemarin dan mudah-mudahan dipahami kenapa OSIS menjadi bagian integral dari proses pembelajaran di jenjang SMP. Terkait dengan tahapan belajar yang fokusnya adalah Kemandirian Belajar, OSIS punya peran yang strategis. Apalagi Semi Palar selalu memberikan kepercayaan kepada OSIS untuk menjadi penyelenggaraan berbagai kegiatan penting di Semi Palar, salah satunya Musik Sore. OSIS ditempatkan menjadi EO-nya untuk meng-organize, mengelola kegiatan tersebut dalam sebuah organisasi. Di sinilah konteksnya. Pemilihan ketua dan wakil adalah menemukan sosok yang dipercaya oleh anggota, punya kapasitas, punya kemampuan dan secara karakter, dianggap mampu mengorganisasi anggota untuk melaksanakan tugas-tugasnya. 

Mengenai demokrasi, saya lihat ini juga berjalan sangat baik di Smipa. Pertama bahwa calon ketua dipilih betul karena gagasan dan kompetensinya. Sudah beberapa kali terjadi ketua terpilih datang dari teman-teman yang SD-nya bukan dari Smipa. Saya melihat bahwa teman-teman yang baru bergabung di SMP Smipa juga punya kesempatan yang sama untuk memimpin OSIS. Kedua kita bisa lihat dari bagaimana ketua terpilih OSIS kerap bergantian antara teman yang laki laki dan perempuan. Semua punya kesempatan yang sama. 

Walaupun singkat, sesi debat ini saya pikir memberikan ruang bagaimana para paslon tampil dan menghadirkan diri untuk menampilkan diri dan mengungkap gagasan-gagasannya. Sesederhana apapun, mudah-mudahan jadi ruang dan waktu bagi teman-teman OSIS belajar tentang berorganisasi dan memimpin. Memimpin diri sendiri dan orang lain. Semoga. Terima kasih banyak teman-teman. Salam.