AES144 Menyederhanakan
Andy Sutioso
Tuesday October 5 2021, 10:21 PM
AES144 Menyederhanakan

Einstein bilang, "Kalau kamu tidak bisa menjelaskan sesuatu secara sederhana, tandanya kamu belum betul-betul memahaminya". Keren ya. Dan memang betul begitu. Saya percaya apa yang disampaikan eyang Einstein - sebagai orang yang menemukan Hukum Kekekalan Enerji... 

Pendidikan holistik memang kompleks - karena alam semesta yang begitu jembar ini ternyata saling terkait satu sama lain. "Learn How to See", kata Leonardo daVinci, "Everything is Connected to Everything Else". Saling keterkaitan inilah yang menjadikan kompleksitas semesta ini. Tapi kompleksitas bukan berarti complicated (rumit). Nah ini pembeda yang mendasar. Kalau kamu bisa memandang sesuatu yang kompleks dan menemukan esensinya, kompleksitas yang ada bisa jadi sederhana. Saya pikir inilah yang coba eyang Einstein sampaikan kepada kita semua.

Dalam perjalanannya, Semi Palar juga mengalami hal ini, kita sempat tersesat dalam kompleksitas pendidikan holistik. Segala sesuatu terasa penting. Nah ini yang mungkin salah. Kita belum-belum memahami kompleksitas yang ada dan bagaimana cara memandangnya supaya bisa sederhana. Inilah yang kita sebut-sebut dengan menemukan esensi. Saya sempat menuliskan tentang ini dalam tulisan : Menemukan Esensi Pendidikan Holistik. Dalam esainya Esensi Edukasi, kak Ine juga menulis tentang ini. Hal inilah yang sejak TP14 kami sadari betul dan berbagai upaya kami lakukan dalam proses menemukan apa sesungguhnya esensi Pendidikan Holistik. Esensi, dalam bahasa Inggris essence memang berarti intisari. Kalau kita bisa memahami intisarinya, kita akan bisa memahami hal-hal lain yang terkait dengannya.

Hari ini hari kedua saya ikut pelatihan tentang Supervisi Pembelajaran IPA. Saya bisa menangkap arah wacananya, ke mana tujuannya, tapi sayangnya - dengan segala hormat - kepada penyelenggara dan para narasumber, apa yang disampaikan masih terlalu kompleks, sehingga jadi sulit dipahami. Meminjam quotes Einstein di atas, jangan-jangan memang belum dipahami betul juga. Jadinya penjelasan melebar ke sana kemari sehingga intisarinya tidak tersampaikan dengan baik. 

Menyederhanakan, memang bukan perkara sederhana, karena menyederhanakan mengisyaratkan kita untuk betul-betul paham. Lagipula, Aki Muhidin juga bilang hal yang sama bukan? Nyaho can tangtu ngarti, Ngarti can tangtu bisa... Untuk bisa kita juga perlu paham dulu... Kalau masih ruwet - jangan-jangan masih ada di level nyaho... Tapi ya... mari terus berproses. Salam. 

You May Also Like