Beberapa waktu terakhir ini muncul satu buzzword (hmm apa ya bahasa Indonesianya?🤔) baru di jagad Internet. Oh iya buat yang belum tau, Internet atau disebut juga WWW - singkatan dari World Wide Web - sempat ada istilah Bahasa Indonesianya yaitu JJJ : Jaringan Jagad Jembar. Bagus ya. Tapi entah kenapa istilah itu ga banyak dikenal.
OK kembali ke topik di atas, buzzword terbaru ini adalah Metaverse. Zuckerberg belum lama ini mengganti identitas perusahaannya facebook menjadi Meta. Kenapa? Karena ini adalah proyek besar miliknya yang dinamai Metaverse. Teknologi yang katanya akan mengubah dunia dan hidup manusia. Hmm saya yakin begitu. FB dan Media Sosial lainnya juga sudah membawa perubahan besar bagi hidup manusia. Pertanyaannya, apakah teknologi ini akan membuat hidup manusia lebih baik atau sebaliknya? Dampak apa yang akan muncul dari teknologi ini khususnya untuk kemanusiaan kita.
Saya sangat suka teknologi. Karena teknologi membantu membuat hidup manusia lebih baik. Waktu roda diciptakan, dia membuat banyak hal jadi lebih mudah. Studi S2 saya di Australia adalah di jurusan Architectural Computing. Dan sambil kuliah, saya juga bekerja sebagai teknisi di BECU (Built Environment Computing Unit) untuk cari tambahan uang saku sekaligus juga mengajar praktik komputer bagi mahasiswa S1 di jurusan tempat saya sekolah. Saya juga sempat mencoba jadi importir software CAD dari Jerman - yang ternyata sulit laku karena banyak bajakan di BEC 😁)
Saya ambil contoh : kendaraan (yang ada di mana-mana adalah salah satu ciptaan yang berjalan di atas roda, selain memudahkan juga membuat manusia menghasilkan emisi gas buang (CO) yang meracuni dan merusak lingkungan selain juga mendorong manusia habis-habisan menyedot minyak dari perut bumi. Catatan : saat menuliskan ini saya juga masih punya dan menggunakan mobil untuk transportasi saya sehari-hari...
Video youtube di bawah ini adalah tentang Metaverse, sebuah dialog yang dibawakan oleh Megyn Kelly (host) bersama Tristan Harris, dari Center of Humane Technology. Silakan cermati videonya, berdurasi sekitar enam setengah menit.
.
Saya bukan mau menyoroti Metaversenya. Ini akan jadi bahasan di esai lainnya. Tapi intinya kita perlu mulai menambahkan frasa baru pada kata-kata yang banyak kita gunakan. Teknologi ya OK, tapi teknologi yang bagaimana. Saya suka dengan kata-kata Humane Technology. Teknologi yang memanusiakan. Ini sejalan dengan Sacred Economy yang pemikirannya dilahirkan oleh Charles Eisenstein atau ada istilah lain di ranah ekonomi seperti Conscious Capitalism (kapitalisme yang berkesadaran).
Buat kita kata-kata ini lebih menggaris bawahi konteks atau tujuan dari apa yang kita bahas... Untuk Semi Palar, tentunya teknologi harus memanusiakan, karena pendidikan holistik adalah untuk membantu anak-anak kita menjadi manusia seutuhnya. Manusia yang betul-betul utuh dengan segala dimensi kemanusiaannya. Semoga esai ini bermanfaat. Salam.