Hari ini hari istimewa - dan tentunya ini tidak boleh terlewat dituliskan ceritanya di sini. Khususnya di dalam konteks Ririungan dan Atomic Essay Smipa, Joe ini sosok yang spesial - setidaknya bisa jadi contoh bagi semua kita semua bahwa menulis setiap hari itu bukan tidak mungkin dilakukan. Dan ini adalah sesuatu yang sudah dibuktikan selama lebih dari 3 tahun sejak Ririungan diwujudkan.
Siang tadi bang @joefelus dan Nina mampir ke Smipa dan temu kangen dengan banyak warga Smipa. Selepas saya makan siang, tetiba muncul wajah familiar Joe dan Nina dengan senyuman lebar mereka di balik tembok abu-abu yang memisahkan parkiran Smipa dengan halaman depan sekolah. Sekembalinya dari Amerika, saya baru ketemu lagi dengan mereka dan berbagi cerita. Nah ini juga penting diceritakan karena karena Ririunganlah saya merasa dekat dan masih sangat dekat dengan Joe, Nina dan Kano karena berbagai kisah yang diceritakan di Ririungan. Ini juga jadi bukti bahwa Ririungan bisa jadi ruang interaksi - wadah silaturahmi bagi warga Semi Palar bahkan setelah Joe dan keluarga sudah lebih dari 8 tahun meninggalkan Smipa.
Joe dan Nina juga mengajak Kano melakukan video call dan berkeliling sekolah melihat sudut-sudut sekolah di mana dulu Kano dan teman-temannya melakukan berbagai hal-hal lucu, berbagai kehebohan yang mereka lakukan sewaktu mereka kecil dulu. Kano juga bertegur sapa dengan warga Smipa yang dulu masih mengenalnya, termasuk mba Esih, ka Yuyun dan ka Nia, beberapa teman-temannya dan rekan-rekan orangtua. Hari ini, 8 tahun kemudian Kano tetap memilih tinggal di Amerika, saat ini bekerja dan kuliah di sana. Dalam usianya yang masih relatif muda, Kano sudah mandiri dan sudah bertanggung jawab dengan segala kebutuhannya di sana. Dari cerita Joe dan Nina saya melihat kebangaan tersendiri melihat Kano hari ini. Walaupun di sisi lain, mereka harus juga menerima pilihan-pilihan keputusan Kano tentang apa yang akan dijalankannya. Saya pribadi sangat senang melihat Kano dan bagaimana ia sudah menjadi manusia muda yang dewasa dan bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri. Keren!
Begitulah perjumpaan kami kemarin dengan Joe dan Nina - yang kembali ke Rumah Belajar Semi Palar - tempat yang dulu sempat jadi rumah tempat Kano dan orangtuanya ikut belajar dan membangun kebersamaan. Salah satu pengalaman yang paling epic adalah sewaktu Joe dan kawan-kawan - termasuk bersama bu Soem almarhum bikin Jengkol Wars. Wkwkwk... Saya kok hampir yakin ini satu-satunya kegiatan seperti ini yang pernah diselenggarakan sebuah sekolah😁,
Kemarin juga jadi kesempatan baik untuk menyampaikan buku AES (versi digitalnya ada di bawah ini) yang jadi kumpulan cerita Joe dari ratusan tulisan yang pernah ditulisnya di Ririungan. Tentunya buku kecil ini jadi ungkapan terima kasih dan apresiasi untuk begitu banyak narasi kehidupan yang pernah dibagikan Joe bagi kita semua yang sempat membaca kepingan-kepingan ceritanya. Jadi ya, sekali lagi terima kasih dan selamat datang kembali ke rumah kita bersama, Rumah Belajar Semi Palar untuk Joe dan Nina. 🙏🏼😊
Terima kasih atas sambutannya yang sangat hangat. Smipa adalah rumah kami yang sangat spesial, setidak-tidaknya kebih dari seperempat hidup kami dari tahun 2010 hingga 2016 dihabiskan di rumah ini. Kami yang biasa membuka pagar Smipa di pagi hari karena biasanya menjadi yang pertama tiba di Smipa. Sebuah masa di kehidupan kami yang luar biasa. Tidak hanya itu, Smipa adalah kawah Candradimuka bagi Kano yang mencetak kepribadian mumpuni yang membuat kami orang tuanya yakin bahwa dia di usia sangat muda mampu menjadi seorang pribadi yang mandiri. Ucapan terima kasih saja sepertinya tidak akan cukup. Salut atas pencapaian Smipa selama ini.