Salah satu pesan ayah saya yang selalu saya ingat adalah untuk melakukan apapun sebaik mungkin. Beliau tidak pernah menuntut kami - anak-anaknya untuk menjadi sesuatu atau menetapkan target atau standar tertentu buat kami anak-anaknya. Tapi satu pesan beliau adalah selalu melakukan yang terbaik, sebaik-baiknya kami bisa.
Hal ini juga yang disampaikan beliau saat kami menyampaikan bahwa kami punya keinginan untuk mendirikan sebuah sekolah. Pada suatu waktu beliau hanya bertanya kepada kami, apakah kami sudah memikirkan sungguh-sungguh keinginan itu dan menyampaikan pesan yang sama. Apapun yang jadi piihan kamu, lakukanlah sebaik-baiknya kamu bisa.
Pagi ini saya menjumpai quote yang serupa dengan apa yang disampaikan oleh ayah saya dari Sadhguru. Menarik sekali. Apakah ayah saya mengenal atau mengikuti Sadhguru saya agak ragu. Tapi saya yakin bahwa ini satu prinsip yang memang baik untuk diikuti.
Di sisi lain, hal ini kontradiktif dengan apa yang jadi persepsi umum di masyarakat bahwa kita harus menjadi yang terbaik. Antara To Be The Best dengan To Be Your Best adalah dua hal yang sangat berbeda.
To Be The Best mempersepsikan bahwa antara individu kita harus bersaing dan mengalahkan yang lain. To Be Your Best, sebaliknya mengisyaratkan bahwa pertama-tama kita harus menjadi diri sendiri, dan menjadi versi terbaik dari diri kita.
Nah perkara menjadi diri sendiri ini yang sangat nyambung dengan Konsep Semi Palar. Karena untuk menjadi versi terbaik dari diri kita, kita harus mengenal diri kita sebaik-baiknya.
Kalau kita masing-masing menjadi versi terbaik dari diri kita, menyadari apa yang bisa dan perlu kita lakukan, lalu melakukan apa yang terbaik yang kita bisa, niscaya kita akan melengkapi satu sama lain - sebagaimana hakikat penciptaan di alam semesta ini. Kita berbeda, karena kita harus hidup saling melengkapi dan saling mengisi. Seperti kepingan puzzle yang terkoneksi, dan mewujud sebagai kehidupan yang utuh dan bermakna... Salam...