AES301 Menghindari Kerumitan
Andy Sutioso
Friday March 11 2022, 10:34 PM
AES301 Menghindari Kerumitan

Baru saja menuntaskan rangkaian salindia (slides) yang besok akan dimanfaatkan untuk menuntun proses belajar bersama kakak mengenai Literasi Diri. Entah sudah berapa lama saya menenggelamkan diri dalam proses ini, menyeleksi, merangkai dan menata ulang, membongkar pasang urutan teks, gambar dan berbagai konten yang akan jadi bahan pemantik untuk proses bersama ke depan. Ini salah satu proses yang paling intens yang pernah saya lakukan - karena tentang Literasi Diri ini bukan sesuatu yang sederhana juga. 

Saya beruntung juga sudah mendapatkan pengantar dan paparan awal dari mbak Fitri melalui POT beberapa waktu lalu. Di sisi lain, senang sekali juga bahwa materi ini bisa disiapkan setelah AES sudah bergulir sekian lama dan bisa terus dipertahankan konsistensinya. Manfaatnya juga sudah dirasakan oleh rekan-rekan yang terlibat di dalamnya. Jadi sebetulnya ini bukan hal yang terlalu sulit juga. Saya juga terbantu oleh beberapa konten yang sudah disumbangkan kakak dan rekan-rekan orangtua di AES. 

Nah, kenapa judul tulisan malam ini adalah "Menghindari Kerumitan", sepertinya ini tantangan terbesar buat saya. Besok kita hanya punya waktu satu hari - empat sesi dari pagi sampai sore hari. Saya perlu mengajak kakak2 untuk memahami secara utuh hal-hal yang terkait Literasi Diri ini. Kenapa? Karena akhirnya kakak-kakak harus bisa membantu anak-anak melalui proses yang difasilitasikan oleh kakak di kelas. 

Kerumitan ini jadi tantangan tersendiri di dalam konteks pendidikan holistik. Sesuatu yang memang kompleks, tapi harus bisa dibuat menjadi tidak rumit. Seperti kata Einstein, kalau masih rumit saat menjelaskan sesuatu, berarti kita belum cukup memahami hal tersebut. Nah ini tantangan besarnya. Sudah beberapa minggu ini saya dan beberapa kakak mengikuti serial kelas online Filsafat Pendidikan. Nah filsafat ini seringkali sulit dipahami, penuh istilah dan nama-nama yang tidak kita pahami betul. Tapi menyederhanakan sesuatu yang kata orang njelimet, seperti filsafat ini bukannya tidak mungkin. Kalau ada yang kenal mas Fahruddin Faiz (silakan di gugel aja dan ikuti kanal Youtubenya), beliau sangat bisa menyajikan filsafat dengan sangat sederhana. Karenanya saya jadi ngefans sama beliau ini. Kesederhanaan beliau menyajikan materi filsafat adalah penanda bahwa beliau sangat paham terhadap apa yang disampaikan oleh tokoh-tokoh filsuf yang punya sekian banyak sudut pandang terhadap segala sesuatu di dunia ini. Keren banget mas Faiz ini. 

Ya begitulah catatan saya malam ini. Saatnya beristirahat untuk proses bersama kakak-kakak besok. Semoga menginspirasi - supaya bisa menjadi manfaat bagi proses belajar anak-anak di Smipa sehari-hari. Salam.