AES867 Pecah yang Membawa Bahagia
Andy Sutioso
Thursday November 6 2025, 2:06 PM
AES867 Pecah yang Membawa Bahagia

Sudah dua hari ini saya tersenyum-senyum sendiri, saat membaca esai-esai warga Smipa di Ririungan. Eh maksudnya bukan senyum-senyum ga ada penyebabnya ya. Ada banget. Saya bahagia melihat postingan rekan-rekan yang menuliskan esai pertamanya di ruang penulisan ini. Entah sudah berapa ratus warga Smipa yang menuliskan AES - dan mau ga mau harus melalui tulisan pertamanya. Sebelum mencapai hal itu, ternyata, para penulis harus melintasi rintangan yang tidak mudah - mengalahkan diri sendiri, meruntuhkan berbagai tembok penghalang untuk menulis di AES. 

Sesederhana tulisan AES, tapi ternyata serumit itu juga prosesnya di dalam diri para penulisnya. Menulis di AES ternyata berbeda dari menulis di media lain, walaupun hampir semua dari kita pernah menulis di berbagai ruang. Menuliskan skripsi di akhir jenjang S1, membuat tugas-tugas dari guru, mengarang cerita dan lainnya... Beberapa dari kita pernah bikin proposal, menulis surat cinta, dan lainnya... 

Menulis di AES - menulis bebas dalam 250 kata justru menjadi sesuatu yang tidak mudah. Sesuatu yang kemudian menjebak kita dalam penjara pikiran-pikiran dan kekhawatiran kita. Banyak yang justru berupaya menemukan alasan untuk tidak menulis, menemukan berbagai alasan dan pembenaran untuk tidak menulis - walaupun semestinya kita semua tahu, setidaknya di Semi Palar semestinya kita semua bersepakat bahwa, literasi adalah sesuatu yang sangat penting bagi kita. Banyak juga yang tidak menaruh perhatian terhadap hal-hal seperti ini dan menempatkan bahwa proses literasi adalah salah sebatas ruang belajar untuk anak-anak kita - walaupun pernah kita bersepakat bahwa Rumah Belajar Semi Palar adalah ruang belajar untuk kita semua, termasuk para guru dan orangtua. 

Menarik bahwa situasi di atas ini nyata adanya, sehingga kemudian setiap postingan pertama adalah sebuah pencapaian bagi para penulis AES di Ririungan. Langkah pertama yang berpotensi jadi puluhan, ratusan bahkan ribuan narasi kehidupan penulisnya. Jadi ya begitulah di Festival Literasi TP-21 ini saya berbahagia lagi, lagi dan lagi karena banyak yang pecah telor... Semoga berlanjut terus bagi para penulis AES baru. Terima kasih banyak. 

Photo by Bruno Cervera: https://www.pexels.com/photo/a-cracked-egg-on-black-surface-20208765/