Jeda Paskah kali ini bawa pengalaman yang sangat berbeda buat saya. Pag ini jam 5 saya terbangun. Tidak lama saya memutuskan memulai dengan waktu hening, sebagaimana saya sedang mengembalikan rutin saya ke satu hal yang lebih saya pahami. Setelahnya saya mulai dengan rutin pagi saya, minum air dan lain sebagainya.
Saat menyalakan hape untuk menyiapkan kegiatan hari ini, saya tertegun melihat timeline youtube saya. Iya, youtube adalah platform belajar paling dominan bagi saya belakangan ini. Banyak sekali saya mencari hal-hal yang ingin saya pahami dan mendengarkannya dari youtube, mengikuti podcast dan kanal-kanal yang memberikan saya jawaban. Berapa kali saya sempat tertegun dan bertanya. Pertanyaan di atas ini. Ntar dulu, ini Algoritma atau Sinkronisitas? Karena sering sekali, sering sekali saya menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan saya. Dan lucunya di kanal-kanal tersebut ada pesan bahwa saya menemukan ini karena memang ini waktunya bagi saya.
Di status WA saya, saya menuliskan, Everything Happens for A Reason. Semesta itu tidak pernah salah - yang seringkali salah adalah respons atau reaksi kita terhadap apa yang hadir dalam hidup kita.
Jeda paskah kemarin bagi saya adalah proses yang sangat spiritual bagi saya pribadi. Bukan dalam konteks agama - atau pengalaman terkait hari suci yang kemarin dirayakan, tapi betul-betul dalam konteks perjalanan kehidupan saya pribadi. Mungkin saja momentumnya bersamaan. Tapi ini proses yang sangat mendalam bagi saya - tidak akan saya ceritakan di sini. Pagi ini saya bangun dan setelah waktu hening menemukan video di bawah ini... Pertanyaan tadi muncul lagi. Algoritma atau Sinkronisitas? Tapi apapun itu, hal-hal ini adalah bagian dari proses dan pengalaman hidup saya yang saya yakini hadir pada waktu yang tepat.
Tulisan ini saya jadikan catatan saya pagi ini, bagi yang membaca mudah-mudahan jadi menambah keyakinan bahwa menyelaras dengan arus semesta, berserah diri, berkesadaran dan meyakini bahwa kita masing-masih adalah bagian dari proses besar alam semesta bukan isapan jempol belaka. Bagi saya ini adalah bagian dari spiritualitas kita. Peristiwa-peristiwa hadir, apapun itu sebagai guru kita, saat kita murid kehidupannya siap. Semoga tulisan ini bermanfaat. Salam.