Hari ini saya kembali diundang jadi panelis debat Caketos (Calon Ketua OSIS). Saya punya perhatian khusus tentang OSIS - sejak awal mula OSIS digagas karena OSIS di SMP Smipa dirancang dengan sudut pandang yang berbeda. Di SMP Smipa, bisa dibilang, OSIS itu adalah bagian penting dari proses pembelajaran holistik di jenjang SMP. Walaupun mungkin statusnya di sekolah-sekolah lain boleh dibilang OSIS itu ekstrakurikuler (di luar kurikulum inti), di Semi Palar OSIS punya posisi lebih jauh lebih penting dari itu.
Kali ini ada 3 Calon Ketua OSIS masing-masing Milly, Akila dan Davin. Bagi saya yang dulu sangat gamang saat diminta berdiri di depan dan memimpin sesuatu, ke tiga teman ini - seperti halnya calon-calon ketua OSIS di angkatan sebelumnya selalu punya tempat tersendiri bagi saya. Sesuatu banget dalam konteks keberanian mereka untuk menempatkan diri di depan orang-orang lain. Patut diakui kita semua lebih suka menempatkan diri jadi pengikut - jadi follower. Karena jadi follower itu aman-aman saja. Kita tidak akan disalahkan kalau kita mengambil arah yang salah. Yang salah tentunya siapa yang ada di depan dan menentukan arah. Mereka-mereka yang jadi pemimpin. Saya pikir ini bukan sesuatu yang ringan, sebaliknya sesuatu yang sangat perlu diapresiasi.
Dalam konteks pembelajaran holistik, belajar berorganisasi dan memimpin adalah sesuatu yang esensial, karena terkait dengan pengenalan dan pengelolaan diri - lebih luas lagi bagaimana bisa mengelola interaksi antar anggota dan para penggerak OSIS supaya berjalan ke arah yang benar. Ini jadi bagian penting tentang bagaimana mereka belajar mengelola relasi sosial. Dalam hal ini bicara tentang bagaimana kelak mereka akan punya peran-peran tertentu di masyarakat. Memimpin satu organisasi yang segenap anggotanya bergerak menuju ke satu tujuan bukan hal mudah. Kita berhadapan dengan banyak individu yang punya ego dan individualitas masing-masing.
Saya senang mendengar paparan para Calon Ketua OSIS ini. Mereka bicara dengan tenang menggunakan diksi-diksi yang cukup berbobot, dan memaparkan visi, misi dan gagasan program kerja. Akila memaparkan gagasannya berpijak di atas diksi merayakan kehidupan dan spirit menyayangi lingkungan. Milly mengungkap gagasan tentang kolaborasi dengan OSIS sekolah-sekolah lain. Davin menekankan pada kegiatan yang menekankan pada bentuk-bentuk interaksi yang memunculkan potensi diri dan memantik munculnya jiwa kepemimpinan. Kak Andy juga suka bagaimana mereka bertiga dengan percaya diri mengomunikasikan gagasan dan pemikirannya, menjawab pertanyaan panelis dengan gestur yang tenang dan cara berbahasa yang menurut saya sangat baik. Keren banget.
Saya juga melihat bahwa mereka menyadari betul apa makna menjadi pemimpin. Davin mengungkapkan bahwa memimpin diri sendiri juga sangat penting - mengambil contoh bagaimana sesederhana membuang sampah pada tempatnya terkait dengan bagaimana seseorang memimpin diri sendiri. Banyak juga disebutkan kata-kata refleksi diri. Ini juga sesuatu yang keren menurut saya - setelah menyaksikan bahwa calon pemimpin bangsa kita juga tidak terbiasa merefleksikan diri. Cerita tentang ini ada di tulisan saya yang berjudul Bercermin Diri.
Siapapun yang terpilih, kak Andy mengucapkan selamat karena saat kalian bertiga berani - juga untuk Micha dan Oi yang mendorong diri untuk menjadi kandidat pemimpin OSIS Smipa, ini gambaran jelas bahwa kalian punya jiwa kepemimpinan yang besar. Salut dan terima kasih atas forum sore ini. Salam Smipa.