AES361 Berpikir Besar
Andy Sutioso
Tuesday May 10 2022, 5:25 AM
AES361 Berpikir Besar

Saya pernah baca buku The Magic of Thinking Big. Buku itu belum tuntas saya baca dan sekarang entah ada di mana, tapi sepertinya saya menangkap arahnya ke mana. Saya sepakat dengan gagasannya. Kenapa ini penting, karena berpikir besar, menuntun kita untuk membuat ancang-ancang dan menyiapkan langkah untuk perjalanan yang jauh, sesuatu yang istimewa. Apakah tujuan itu tercapai atau ngga, itu urusan nanti. Tapi hal ini akan mendorong diri kita untuk mencapai hal-hal besar. Kita akan membuka kemungkinan untuk bisa mencapai sesuatu yang besar. Kemungkinan ini jauh lebih terbuka daripada kalau kita play safe atau cari aman. 

Dulu waktu saya kuliah Arsitektur, ini berlaku juga. Di studio perancangan, kita bisa cari aman - setidaknya dapat C, tapi sebaliknya kita bisa mencoba gagasan-gagasan yang baru, bentuk yang aneh, komposisi yang tidak biasa, pemakaian material yang inovatif dan lain sebagainya. Dulu di semester-semester awal, ini menakutkan buat saya. Tapi melampaui semester ke empat, saya semakin berani mencoba desain-desain yang nyeleneh. Resikonya tetap ada. Kita bisa dapat A atau B sebaliknya kita bisa dapat D - kalau dosen ga suka atau ga menangkap apa yang kita lakukan. Tapi peluang untuk mencapai hasil yang lebih baik tetap lebih terbuka. 

Saat saya menjadi dosen - mengajar di jurusan Arsitektur - selama 3 tahun, hal ini yang selalu saya dorong ke mahasiswa - terutama mahasiswa yang saya kenal dekat. Carilah gagasan yang baru, progresif, kreatif sejauh kamu bisa. Dalam proses asistensi baru gagasan baru ini dikoreksi sedikit-sedikit supaya lebih realistik. Bisa jadi secara struktur tidak memungkinkan, ya silakan dikoreksi, kalau secara biaya terlalu mahal, ya diperbaiki lagi. Begitu seterusnya. Tapi kalau kita mulai dengan gagasan besar, kemungkinan kita akan menghasilkan sesuatu yang spesial - daripada kalau kita cari aman sedari awal, sekedar cari nilai supaya bisa lulus. Tapi dalam prosesnya kita gak banyak belajar. 

Pemikiran ini saya terus bawa sampai sekarang. Saat menggagas Semi Palar Co-Op - bahasa yang saya sering gunakan dalam diskusi bersama @ahkam adalah Mengubah Peradaban. Membuat narasi baru, New Story. Semi Palar-pun boleh dibilang sebuah gagasan atau narasi baru dalam ranah pendidikan. Hasil dari proses berpikir, menggagas dan mengangankan pendidikan yang lebih bermakna bagi murid-muridnya. Bahwa prosesnya tidak mudah, itu sudah jadi konsekuensi. Tapi kita juga mengeksplorasi dan belajar banyak hal. Menemukan kegagalan juga jadi hal yang mutlak jadi bagian dari prosesnya. Yang penting kita belajar dari seluruh prosesnya. Bukankah itu esensi belajar. Lebih jauh, kita juga belajar tentang diri kita sendiri. Ini juga sesuatu yang penting. Kita tau batas-batas kapasitas diri kita dari proses ini. Salam. 

Photo by Whicdhemein One: https://www.pexels.com/photo/man-dreaming-about-going-to-space-in-cinema-4577097/

admin
@admin   4 years ago
Setuju banget, Kak. Mari berpikir besar. Tercapai atau tidak, itu kehendak alam. Mari bermimpi. Dan kalau mimpi, ya harus tinggi. Kalau nggak tinggi, itu "rencana" namanya: besok ngapain, lusa ke mana. Setelah berpikir besar dan bermimpi tinggi, kita Mulai Dari yang Kecil. Atomic Actions. ✊