AES734 Memaknai Pertunjukan
Andy Sutioso
Tuesday December 10 2024, 7:05 PM
AES734 Memaknai Pertunjukan

Pertunjukan banyak kita temui di mana-mana. Media sosial hari ini adalah ruang pertunjukan yang saat ini ada dalam genggaman kita dan begitu banyak menyedot perhatian kita. Berbagai hal dipertontonkan di sana.

Minggu ini adalah Minggu Babarengan di Smipa. Banyak pertunjukan juga yang digelar, mulai dari karya sampai dengan tarian. Hal ini selalu jadi keseruan bersama di Semi Palar menutup rangkaian kegiatan di setiap semester. Kemarin saya menyempatkan hadir di pendopo, melihat apa yang disajikan di pendopo oleh teman-teman SD Kecil, kelompok Saman, Manasai dan Sajojo.

Mengamati pertunjukan di Semi Palar perlu kaca mata atau sudut pandang yang agak berbeda. Karena anak-anak memang tampil apa adanya, sebagaimana keunikan diri mereka. Dibandingkan apa yang biasa kita lihat di ruang-ruang pertunjukan lain - juga di sekolah-sekolah lain, bisa jadi apa yang ada di Semi Palar tampak sangat sederhana

Yang kakak-kakak coba lakukan adalah mendorong setiap anak untuk tampil, apapun perannya. Karena yang menjadi penting di Semi Palar adalah bagaimana setiap anak punya peran melalui apa yang ditampilkannya di depan penonton. Jadi esensi yang terdalam dari setiap pertunjukan di smipa adalah eksistensi setiap individu dan bagaimana setiap individu tampil dan mengambil peran, saling melengkapi satu dengan lainnya.

Seperti kepingan puzzle di dalam susunan besar sebuah puzzle. Mana yang lebih penting, kepingan yang di pinggiran atau yang tempatnya di tengah? Semua sama penting. Satu atau dua kepingan hilang, gambar besar puzzle itu tidak lengkap, tidak utuh. 

Ada lagi yang tidak kalah penting, apa yang dipertunjukkan anak di panggung adalah buah dari segala gagasan dan imajinasinya. Ini juga 'mahal harganya' jauh lebih mahal dari segala settingan pertunjukan yang dirancang orangtua agar anak-anak keliatan hebat di panggung. 

Yang sering kita lupa adalah apa yang dirasakan anak dan menjadi pengalaman dalam diri anak-anak kita. Apa yang perlu mereka lalui dan atasi, sampai akhirnya mereka berani tampil menjadi diri sendiri apa adanya di atas panggung. Di situlah hakikat penemuan diri, pengenalan diri dan pengelolaan diri. Saat tampil, mereka bisa berbisik kepada diri mereka sendiri, inilah aku, aku ada, dan aku mampu... Semoga tulisan ini bermanfaat. 🙏🏼