AES332 Egrang : Work in Progress
Andy Sutioso
Tuesday April 12 2022, 8:40 PM
AES332 Egrang : Work in Progress

Kemarin saya dapat kesempatan istimewa, menjadi bagian dari proses teman-teman Egrang menceritakan proses mereka untuk proyek Asesmen Akhir Semester - Proyek Rancangan Rumah Tradisional yang dirancang dalam perspektif Gaya Hidup Berkelanjutan. Keren ya... Terdengar rumit untuk teman-teman di penghujung jenjang SD. Tapi kenapa tema itu yang diangkat - karena kakak-kakak yakin mereka bisa mengolah tema ini dengan baik. 

IMG20220410WA0005.jpgKak Maya dan kak Asep meminta saya untuk hadir menjadi panelis - melihat, mendengarkan dan memberikan umpan balik / masukan buat teman-teman Egrang di tahapan prosesnya saat ini. Menelaah Work In Progress istilah kerennya. Beberapa minggu sebelumnya saya sempat menelaah proposal yang mereka buat. Waktu itu sekilas saya lihat memang sangat menarik - apa yang ada dalam bayangan dan rencana mereka. Tapi ya ini masih sekedar gagasan. Mari lihat implementasinya seperti apa. Lalu lebih dari seminggu yang lalu saya sempat melihat mereka dalam proses merealisasikan gagasan mereka ke dalam maket. Saat itu bentuknya masih sangat kasar, belum banyak terlihat apa wujudnya. 

Kemarin dalam dua sesi yang berjalan saya dibuat kagum oleh apa yang mereka tampilkan. Keren abis! Dengan yakin saya bisa bilang bahwa pekerjaan dan olahan mereka setara dengan apa yang dulu saya kerjakan sewaktu saya mahasiswa. Kompleksitasnya luar biasa, pemikirannya mendalam dan apa yang mereka buat dihasilkan dari proses yang saya yakin tidak sepele.  

Salah satu teman Egrang - sewaktu saya tanya kenapa memilih Rumah Tradisional ini menyampaikan kurang lebih begini , " Iya kak soalnya menarik banget. Rumah ini ada tiga lantai, lantai paling bawah itu mengingatkan bahwa hidup itu nanti kematiannya (maksudnya hidup itu tidak selamanya), lalu lantai tengah itu tentang kehidupan saat ini, lalu di lantai atas itu melambangkan Tuhan". Waaah luar biasa ya... Mereka bisa menangkap beberapa filosofi dan simbolisasi yang ada di rumah-rumah adat bangsa kita.  

Di atas ini cakupan proyek yang disampaikan oleh kakak kepada saya. Sekilas tampak sederhana - tapi apa yang mereka tuangkan jauh dari sederhana. Dari apa yang mereka tampilkan saya bisa melihat betul ada upaya yang serius yang mereka tuangkan ke dalam proyek mereka ini. 

Beberapa fotonya saya simpan di bawah ini sekedar untuk memberikan gambaran. Selebihnya mudah-mudahan bisa kita lihat lebih lengkap setelah mereka tuntas mengerjakan keseluruhannya. Pada umumnya mereka telah menginjak kira-kira 70% proses menuju ketuntasan. Dalam beberapa minggu ke depan, mereka akan menyajikan hasil finalnya dalam presentasi akhir proyek mereka ini. Hampir bisa dipastikan saya akan menulis kembali apa yang disajikan nanti dalam tulisan berikutnya. 

Buat saya pribadi saya sangat bahagia melihat apa yang ditampilkan teman-teman Egrang. Dengan jelas kita bisa melihat bahwa mereka menguasai betul hal-hal yang mereka buat. Beberapa informasi memang lupa entah karena gugup atau lain hal, tapi mereka sangat paham karena mereka membuat karya ini setelah melalui proses panjang dan juga mendalam. Untuk tahapan usia dan jenjang mereka di kelas enam, apa yang mereka buat itu WOW banget... Salut! 

Apresiasi tentunya untuk para kakak yang memfasilitasi prosesnya dan rekan-rekan orangtua yang juga mendorong dan mendampingi proses mereka di rumah. Setelah menutup sesi ke dua, otomatis ingatan saya melayang ke tahun-tahun awal pelaksanaan ujian terpadu seperti yang barusan saya ikuti. Saya senang karena proses yang sama bahkan lebih berkualitas bisa berlangsung di tahun ini - menggambarkan bahwa kakak-kakak terus dan semakin mampu memfasilitasikan proses belajar melalui pendekatan ini.  

20220411_115508.jpg 20220411_115957.jpg

20220411_112619.jpg 20220411_090124 1.jpg

Photo by Ksenia Chernaya: https://www.pexels.com/photo/messy-paintbrush-on-dirty-floor-5691481/