Masih dalam pemikiran saya kenapa saya merasa bahwa Ririungan dan Atomic Essay ini sebetulnya esensial dalam proses pembelajaran holistik di Semi Palar. Sejauh ini memang Ririungan dan AES masih ditempatkan di periferi (pinggiran) bukan di pusat pembelajaran, dengan kata lain masih ditempatkan sebagai asesoris atau pelengkap. Dalam pemikiran saya tidak demikian. Bisa jadi karena saya sudah mencoba sendiri prosesnya, meleburkan diri dalam proses menulis rutin.
Dalam konteks literasi, Pendidikan Holistik yang kita gulirkan adalah sebuah narasi. Narasi yang kita bersama yakini baik untuk proses pendidikan anak-anak kita. Atas keyakinan terhadap narasi itulah kita berkumpul dan berproses bersama di Semi Palar ini apakah sebagai orangtua murid atau para kakak yang memfasilitasi anak-anak sehari-hari.
Di TP ke 17 ini, kita punya banyak hal yang bisa hasilkan - dari berbagai hal yang kita kerjakan. Salah satunya adalah Ririungan dan Atomic Essay ini. Mendekati angka tiga ribuan, Atomic Essay ini adalah sebuah Narasi Kolektif yang dihasilkan para penulisnya mengenai berbagai topik. Karena datang dari berbagai penulis, tulisan ini mewakili berbagai sudut pandang. Kekuatan narasi kolektif terletak di mana perbedaan sudut pandang ini akan menghasilkan pemahaman yang lebih utuh tentang suatu hal - saat kita membaca narasi tersebut satu demi satu.
Saat saya menuliskan esai ini, hitungan esai di AES sudah mendekati angka 2.900. Bukan jumlah yang sedikit. Kalau teman-teman mencermati tulisan ini, apa yang dituliskan juga bukan hal-hal yang sepele. Jadi bukan hanya soal kuantitas, kualitas dari konten yang ada di sini juga berbobot.
Kalau kita bisa mulai membiasakan anak-anak kita - dan juga kita semua untuk terus membaca dan menuliskan narasi-narasi baru. Gagasan-gagasan dan pemikiran yang dituliskan lewat esai-esai ini akan hidup kuat dalam alam pikiran dan imajinasi kita semua. Inilah yang saya maksudkan dengan judul esai ini : Belajar dalam Narasi Kehidupan. Kalau kita bisa sampai di titik tersebut, bukan tidak mungkin narasi-narasi yang dituliskan akan betul bisa dihidupi dan diwujudkan bersama. Salam.
Photo by Karolina Grabowska from Pexels