Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin... masih dalam suasana Idul Fitri, kata-kata ini banyak sekali kita dengar. Memaafkan dari lahir hingga ke batin saya kira adalah ungkapan bagaimana kita betul-betul memaafkan seutuhnya, sepenuh-penuhnya. Dari ranah jasmaniah hingga rohaniah, dari badan hingga ke batin.
Saya kira ini ungkapan yang sangat indah, karenanya sayapun kerap mengucapkan ungkapan ini di banyak kesempatan. Bukan untuk bergurau karena bagi saya ungkapan ini memang indah maknanya. Memaafkan lahir batin tentunya betul-betul melepaskan rasa yang masih kita simpan saat seseorang melakukan kesalahan atau kekhilafan, apapun bentuknya, besar atau kecil. Karenanya kita sering dengar juga ungkapan, kembali ke titik nol, dalam artian kita menghapus segala catatan yang pernah kita tuliskan dari pengalaman buruk yang mungkin kita dapatkan dari segala proses interaksi dengan orang-orang yang kita kenal.
Berbuat kesalahan adalah salah satu wujud kedebuan kita manusia, yang sedang belajar sepanjang hayatnya di sepanjang perjalanan hidup dan kehidupannya. Berlaku buat kita dan semua orang tanpa kecuali. Mari saling memaafkan...
Photo by Magda Ehlers: https://www.pexels.com/photo/sign-texture-abstract-vintage-4116540/