Hari ini saya mau menulis tentang Kotak. Tetiba teringat saat berbagi kepada tim guru SMP Santo Markus 1 Jakarta beberapa waktu lalu. Berawal dari ibu Tri - kenalan guru yang sempat mampir ke Semi Palar dan sekarang ini mendapat kepercayaan menjadi kepala sekolah di SMP Santo Markus 1 di Jakarta. Beberapa waktu setelah diangkat, beliau menghubungi saya untuk menanyakan bagaimana bisa membawa guru-guru di sekolahnya menggulirkan Pembelajaran Holistik di sekolahnya - atau setidaknya mulai melangkah menuju ke sana.
Forum online itu, dihadiri oleh bu Tri bersama para gurunya. Saya 'hadir' bersama kak MJ dan kak Lyn, berbagi cerita tentang pengalaman menggulirkan pembelajaran berbasis proyek di jenjang SMP Smipa. Guru-guru SMP Santo Markus yang hadir sangat bervariasi, ada yang baru beberapa minggu bergabung - tapi ada juga guru yang sudah mengajar puluhan tahun di sana (mudah-mudahan saya tidak salah ingat soal ini).
Lalu apa hubungannya dengan tulisan ini? Di sesi bincang-bincang, salah satu guru SMP Santo Markus yang cukup senior, pak Lukas menyampaikan sesuatu yang bagi saya menarik. Beliau bilang, "Pak Andy, Semi Palar ini saya lihat bukan sekedar sekolah yang out of the box... Sepertinya bagi Semi Palar, kotaknya sendiri tidak ada". Buat saya mendengar ini tentunya sebuah komplimen. Walaupun begitu ini tidak terlalu aneh juga. Saya pikir ini salah satu yang secara alamiah ada di Semi Palar. Alasannya sesederhana karena saya dan banyak dari kakak2 tidak pernah belajar formal tentang pendidikan. Jadi memang pada dasarnya saya dan kakak2 tidak pernah tau batasannya, apa yang bisa atau tidak bisa, apa yang boleh atau tidak boleh. Dengan kata lain, batas-batas itu memang sepertinya tidak pernah ada dalam pikiran kami. Di sisi lain, saya dan kakak-kakak tidak pernah boleh merasa tahu - karena pada dasarnya kami tidak tahu. Tidak ada pilihan lain bagi kami untuk terus belajar - dan tidak pernah berhenti belajar, karenanya, Semi Palar kita sebut sebagai Rumah Belajar...
Lagi pula pendidikan holistik tidak semestinya terkotak-kotak bukan? Semuanya serba terkoneksi. Jadi kalau pernah dengar ungkapan Ignorance is Bliss, dalam hal ini saya setuju sepenuhnya. Salam.