AES238 Menatap ke Langit
Andy Sutioso
Friday January 7 2022, 8:00 AM
AES238 Menatap ke Langit

Tulisan ini terinspirasi kejadian kemarin sore, menjelang malam hari. Rico menepuk pundak saya dan bilang, "Wah, langitnya jingga, bagus banget!" Saya berdiri berjalan keluar dan melihat ke luar - menatap ke atas, betul kata Rico, warna langit sedang sangat bagus. Awan seperti kapas, warna biru langit berpadu dengan sinar mentari yang sebentar lagi terbenam, memancarkan sinar kuning kemerahan.Β 

Sebelumnya saya sedang duduk dengan hape di tangan saya menjawab pesan-pesan WA yang masuk, kepala tertunduk ke bawah, mata menatap kotak kaca, layar kecil yang sepertinya menyerap segala perhatian kita di sebagian waktu dan kehidupan kita. Tulisan saya kemarin berjudulkan Selamat Pagi Semesta. Hmm, semesta ada di luar sana, bukan di layar gawai kita bukan, dan kita manusia, sebagai bagian dari semesta terus terhipnotis ke layar gawai yang kita genggam dan kita bawa ke sana kemari.Β 

Kita memang sering lupa menatap ke atas. Kenapa ke atas? Karena di sekitar kita banyak tembok-tembok yang menghalangi juga. Tembok atau pagar rumah, di luar rumah banyak bangunan tinggi dan kemacetan lalu lintas. Bersentuhan dengan semesta ya kita perlu sering-sering menatap ke atas, menyadari kebesaran Sang Pencipta, langit yang tak berbatas - entah ujungnya ada di mana. Seperti pertanyaan anak-anak Smipa yang sering saya temui, "Apakah Semesta ada batasnya?"

Beberapa tulisan di Ririungan ini sudah menyoroti tentang itu, bagaimana penting sekali bagi manusia untuk bersentuhan dengan dimensi ini (Akasha), ruang hampa, juga agar sel-sel mata dan syaraf kita bersentuhan dengan cahaya matahari pagi dan semestinya juga, sinar matahari senja. Manusia adalah bagian dari semesta, kedirian kita adalah mikro kosmos, serpihan kecil dari buana ageng, makro kosmos. Kita tak pernah boleh lupa itu.Β 

Rico punya kebiasaan itu yang sejak kecil sampai sekarang tak pernah hilang. Di banyak kesempatan, dia sering mengingatkan saya (kami) dengan berujar, "Wah, awannya keren!" atau "Eh liat, langitnya bagus banget". Mengingatkan kami untuk menengok ke atas dan melihat ke langit, bersentuhan dengan semesta. Jadi, marilah sering-sering menatap ke atas - bersentuhan dengan semesta. Salam bahagia buat semua. πŸ™πŸΌπŸ˜Š

You May Also Like